Diperbarui tanggal 17/05/2023

Taksonomi Burung

kategori Flora dan Fauna / tanggal diterbitkan 9 Maret 2023 / dikunjungi: 1.08rb kali

Klasifikasi Burung (Aves)

Brotodjoyo (1990) mengungkapkan bahwa klasifikasi Burung terdiri dari:

Kingdom: Animalia,
Filum: Chordata,
Subfilum: Vertebrata,
Kelas:Aves


Sedangkan (sukiya,2001) mengungkapkan Klasfikasi pada kelas Aves diantaranya:

Sub Kelas Archaeornithes

Subkelas Archaeornithes adalah kelompok burung purba yang telah punah, yang hidup pada masa Mesozoikum (sekitar 252 juta hingga 66 juta tahun yang lalu). Subkelas ini termasuk dalam kelas Aves (burung), bersama dengan subkelas Neornithes yang mencakup semua burung modern yang masih ada hingga saat ini. Archeornithes dikenal karena beberapa karakteristik unik seperti adanya gigi pada paruh mereka, serta cakar yang terpisah dari jari-jari mereka. Mereka juga memiliki tulang belakang yang panjang dan fleksibel, yang membantu mereka dalam terbang dan bergerak di udara.

Beberapa contoh burung purba dari subkelas Archaeornithes antara lain Confuciusornis, Sapeornis, dan Archaeopteryx, yang dianggap sebagai salah satu spesies yang paling terkenal dalam subkelas ini. Archaeopteryx dianggap sebagai spesies peralihan antara dinosaurus dan burung, karena memiliki ciri-ciri dari keduanya, seperti bulu-bulu pada tubuhnya dan gigi di paruhnya. Subkelas Archaeornithes memiliki nilai penting dalam studi evolusi burung dan dapat memberikan informasi penting tentang bagaimana burung berevolusi dari dinosaurus dan memperoleh adaptasi mereka yang unik untuk terbang dan bertahan hidup di lingkungan yang berbeda-beda.

Sub Kelas Neornithes

Subkelas Neornithes adalah kelompok burung modern yang mencakup hampir semua spesies burung yang masih ada saat ini. Subkelas ini merupakan kelompok yang sangat beragam dan terdiri dari lebih dari 10.000 spesies burung yang ditemukan di seluruh dunia. Burung dalam subkelas Neornithes memiliki ciri-ciri umum seperti paruh yang keras, bulu-bulu yang berfungsi untuk terbang dan melindungi tubuh, dan cakar pada kaki mereka yang biasanya digunakan untuk mencengkeram mangsa atau memanjat permukaan.

Subkelas Neornithes dibagi lagi menjadi dua infrakelas, yaitu Palaeognathae dan Neognathae, berdasarkan perbedaan morfologi tenggorokan dan rahang bawah burung. Infrakelas Palaeognathae mencakup burung yang memiliki rahang bawah yang lebar dan tidak dapat digerakkan secara aktif, sedangkan infrakelas Neognathae mencakup burung yang memiliki rahang bawah yang lebih kecil dan dapat digerakkan secara aktif.

Ordo Kelas Aves

1. Ordo Accipitriformes

Ordo Accipitriformes adalah sebuah ordo dalam klasifikasi ilmiah burung yang terdiri dari burung pemangsa (predator) dengan paruh dan cakar yang kuat. Beberapa contoh burung dalam ordo Accipitriformes antara lain adalah elang, rajawali, burung hantu, dan elang bondol. Ordo ini biasanya dibagi menjadi dua keluarga, yaitu Accipitridae dan Sagittariidae. Burung-burung dalam ordo Accipitriformes umumnya memiliki mata yang besar dan tajam, serta sayap yang lebar dan kuat untuk membantu dalam terbang yang cepat dan memburu mangsa. Berikut ciri-ciri ordo accipitriformes:

  1. Bentuk tubuh: Burung dalam ordo Accipitriformes memiliki tubuh yang kuat, tegap, dan proporsional dengan ukuran sayap yang lebar. Bentuk tubuh ini membantu mereka dalam terbang yang cepat dan memburu mangsa.
  2. Paruh: Paruh pada burung dalam ordo Accipitriformes berbentuk melengkung dan tajam di ujungnya. Paruh ini digunakan untuk menangkap, membunuh, dan memakan mangsa.
  3. Cakar: Cakar pada burung dalam ordo Accipitriformes berukuran besar dan kuat, dengan jari-jari yang memiliki sisi dalam (sisi bergerigi) untuk membantu memegang mangsa dan mencekiknya.
  4. Mata: Mata pada burung dalam ordo Accipitriformes besar dan tajam, dengan penglihatan yang sangat akurat untuk membantu mereka menemukan mangsa.
  5. Sayap: Sayap pada burung dalam ordo Accipitriformes berbentuk lebar dan panjang, yang membantu mereka terbang dengan cepat dan menggabungkan manuver yang akurat saat memburu mangsa.
  6. Habitat: Burung dalam ordo Accipitriformes dapat ditemukan di berbagai habitat, termasuk hutan, padang rumput, dan daerah perkotaan.
  7. Pola warna: Burung dalam ordo Accipitriformes memiliki pola warna yang terdiri dari warna coklat, abu-abu, dan hitam dengan variasi pola yang khas untuk setiap spesies.
  8. Cara hidup: Burung dalam ordo Accipitriformes umumnya hidup sendiri atau dalam pasangan dan bersifat teritorial. Mereka memburu dan memakan berbagai jenis mangsa, termasuk mamalia, burung, reptil, dan serangga.


2. Ordo Falconiformes

Ordo Falconiformes adalah sebuah ordo dalam klasifikasi ilmiah burung yang terdiri dari burung-burung pemangsa dengan paruh dan cakar yang kuat. Burung-burung dalam ordo Falconiformes umumnya memiliki mata yang besar dan tajam, serta sayap yang lebar dan lancip untuk membantu dalam terbang yang cepat dan memburu mangsa. Beberapa contoh burung dalam ordo Falconiformes antara lain elang, rajawali, burung hantu, falcon, dan accipiter.

Burung-burung dalam ordo Falconiformes biasanya hidup di berbagai habitat, mulai dari hutan, padang rumput, hingga daerah perkotaan. Mereka terkenal sebagai predator yang tangguh dan biasanya memburu mangsa berukuran besar seperti mamalia, burung, dan reptil. Beberapa spesies dalam ordo Falconiformes memiliki kemampuan terbang yang sangat cepat dan akrobatik, seperti halnya falcon yang mampu mencapai kecepatan lebih dari 300 km/jam saat mengejar mangsa.

Ordo Falconiformes biasanya dibagi menjadi beberapa keluarga, termasuk Accipitridae, Falconidae, Pandionidae, dan Sagittariidae.

3. Ordo Anseriformes 

Ordo ini memiliki ciri-ciri sayap berkembang baik; tidak memiliki gigi pada rahang; memiliki pygostylus; tulang sternum memiliki carina sterni; memiliki paruh besar, lebar, dan tertutup pada lapisan tanduk yang tipis; bagian tepi paruh memiliki lemela; lidah berdaging; tungkai yang pendek dan berselaput renang; memiliki ekor yang pendek; memiliki bulu seperti kapas diusia muda. Ordo pada burung ini adalah burung air tawar yang memiliki bulu lebat dan warna yang bervariasi . terdapat satu family yakni family Anatidae burung yang berenang dengan memiliki kaki berselaput dan paruh yang khas, lebar, serta pipih (Mackinnon, dkk 2010). Contohnya Anas graciis “Itik kelabu”, Cygas atratus”Angsa hitam”, dendrocygna gutta”Belibis totol”.

4. Ordo Apodiformes

Ordo pada apodiformes merupakan kelompok burung yang memiliki ciri-ciri bertubuh kecil; ukuran tungkai sangat kecil; bentuk sayap runcing; ukuran paruh kecil serta lunak dan ada yang langsing dengan lidah berbentuk bulu panjang. Ordo ini terdapat dua family:

  1. Family Apodidae
    Ciri khas family ini panjang?dan „runcing, menunjuk kearah belakang saat sedang terbang, memiliki ekor pendek persegi atau panjang serta memiliki kaki/yang kecil beberapa jenis ordo ini memiliki suara ceklekan dengan sistem ekolokasi yang bertujuan untuk menemukan jalan di kegelapan seperti pada gua (Mackinnon, dkk, 2010)
  2. Family Hemaprocnidae
    Hampir sama dengan burung layang-layang hanya perbedaannya pada sayap dan ekor yang lebih panjang dan biasa hidup bertengger di pohon (Mackinnon, dkk 2010). Contohnya : Collocalia vanikorensis “Walet polos” , Hemiprocne longipensis “Tepekong Jambul”.

5. Ordo Apterygiformes

Pada anggota ordo ini adalah aves yang tidak bisa terbang , memiliki ciri-ciri ulang coracoid an scapula kecil; terestrial; memiliki bulu seperti rambut dan tidak memiliki aftershaft; sayapnya rudimenter; memiliki paruh panjang dan ramping; lubang hidungnya diujung paruh; memiliki leher dan tungkai pendek; tungkainya ada empat jari; pada tulang sternum tidak memiliki carina sterni. Contohnya : Apteryxaustralis “burung kiwi”.

6. Ordo Bucerotiformes

Ordo bucerotiformes merupakan burung yang memiliki ciri-ciri paruh besar dan kokoh pada tulang vertebrae bagian axis dan atlas menyatu; 18% jantan lebih besar dari pada betina; monogami. Contohnya : Berenicoris comatus “Ragkong jambul”, Buceros rhinocerus “Rangkong Cula Badak”.

7. Ordo Caprimulgiformes

Anggota kelompok ordo ini memiliki ciri-ciri paruh yang berukuran kecil dan lunak, memiliki bentuk mulut lebar, pada tepi paruh dibagian atas ditutupi, dengan bulu-bulu halus, ukuran kakinya kecil dan lunak, aktif pada saat malam hari,dan pemakan serangga. Burung ini tidak membuat sarang, telurnya langsung di letakkan ditanah atau cabang pohon, telur yang menetas bersifat semi-altrikal (sudah tertutup bulu namun tidak banyak bergerak) (Mackinnon, dkk, 2010.

  1. Family Podargidae
    Family ini termasuk burung yang aktif malam, ciri-cirinya dengan pola berbintik sebagai kamuflase, memiliki sarang yang membentuk mangkuk (Mackinnon, dkk, 2010)
  2. Family Aegothelidae
    Family hanya terdapat 6 spesies di indonesia meliputi burung atoko (Mackinnon, dkk, 2010)
  3. Family Caprimulgidae,
    Family ini memiliki orai masai , tidak memiliki sarang , berisitirahat pada siang hari, dan telurnya diletakkan ditanah yang telah dikorek (Mackinnon, dkk, 2010). Conthnya: Eurostopodus mystacia”Taktarau Kumis”, Caprimulgus indicus”Cabak kelabu”, Batrachostomus stellacus”Paruh kodok bintang”

8. Ordo Cariamiformes

Anggota ordo ini termasuk anggota kelompok yang sebelum masuk ke ordo gruiformes namun dipisahkan karena ada beberapa hal perbedaan pada morfologi dan genetiknya. Contoh: Cariama cristata, chungaburmeisteri.

9. Ordo Casuariiformes

Anggota ordo ini memiliki ciri-ciri bentuk tubuh yang besar, tidak bisa terbang, terstrial, memiliki bulu kepala tipis, bulu terdapat aftershaft yang panjang, bentuk sayap kecil dan rudimenter, memiliki tungkai 3 jari , dan pada tulang sternum tidak memiliki “carina sterni”. Contohnya : Casuarius casuarius “kasuari gelambir ganda”, Casuarius benneti “Kasuari kerdil”

10. Ordo Charadriiformes

Anggota ordo ini memiliki ciri-ciri sayap berkembang biak, tidak memiliki gigi pada rahang pygostyus, pada tulang sternum memiliki carina sterni, memiliki kaki panjang dan langsing, jari kaki berselaput renang, memiliki bulu tebal, memiliki paruh panjang dan melengkung ke bawah/ atas . ordo ini memiliki banyak family dan spesies diantaranya:

  1. Family jacanidae
    Family ini mirip seperti ayam , tetapi pada family ini memiliki kaki yang panjang untuk berjalan diatas tumbuhan air, berifat poliandri atau betina kawin lebih dari satu jantan (Mackinnon, dkk, 2010)
  2. Family Rostratulidae
    Anggota family ini bertanda jelas berupa strip pada kepala dan bahu burung, memiliki paruh yang panjang dan family ini pejantan bertugas mengerami telur (Mackinnon, dkk, 2010)
  3. Family hematopidae
    Anggota pada family ini meliputi burung kedidir. Menurut sukmantoro dkk, di indonesia terdapat dua jenis, yaitu burung kedidir belang ( Hematopus longirostris ) dan (Haematopus fuliginosus)
  4. Family charadriidae
    Family ini terdapat ciri-ciri khas yaitu memiliki paruh yang tebal diujungnya, serta tidak ada jari belakang. Hidupnya di pinggir air dan daerah terbuka (Mackinnon, dkk, 2010) terdapat 16 jenis di indonesia (Sukamantoro, dkk, 2007)
  5. Family scolopacidae
    Ciri-ciri family ini yaitu kaki panjang, sayap yang meruncing panjang, dan paruh rumping panjang (Mackinnon, dkk, 2010)
  6. Family Recurvirostridae
    Di indonesia hanya terdapat satu jenis, yakni Gagang-gagang belang, (Himantopus leuvocephalus) (Mackinnon, dkk, 2010)
  7. Family phalropodidae
    Ciri-ciri family ini tubuh ramping, memiliki paruh yang sempit dan tajam, mempunyai bulu lebat dan?halus seperti itik. Jari pada kaki bercuping, kaki tidak berselaput , hidupnya banyak menghabiskan di air laut,kecuali pada saat berkembang biak. (Mackinnon, dkk, 2010)
  8. Family Burhinidae
    Memiliki paruh lurus, dan agak pendek tetapi kuat, lutut membesar, tidak memiliki kaki belakang, kaki panjang dan kuat. (Mackinnon, dkk, 2010)
  9. Family stercoraiidae
    Hampir mirip dengan burung camar. Namun perbedaannya burung ini bersifat agresif ketika menyerang burung lain untuk memuntahkan makananannya dengan cara memaksa (Mackinnon, dkk, 2010)
  10. Family Glareolidae
    Pemakan serangga dan memiliki paruh yang kuat, membengkok dan runcing. (Mackinnon, dkk, 2010)
  11. Family Lariidae
    Memiliki warna putih dan ujung pada sayap hitam terdapat perbedaan tingkat/warnanya pada kepala dan atas tubuh. Pada burung ini membutuhkan waktu beberapa tahun untuk memiliki bulu-bulu.dewasa. (Mackinnon, dkk, 2010) contohnya : irediparra gallinacea”Sepatu jengger”, Charadrius veredus”cerek asia”,Larus ridibundus”Camar kepala hitam”, Sterna hirundo"Dara laut".

11. Ordo Ciconiiformes

Anggota ordo ini memiliki ciri-ciri sayap berkembang baik; tidak memiliki gigi pada rahang; memiliki pygtylus; tulang sternum,memiliki carina sterni; leher dan tungkai panjang; jar-jari tidak berselaput ; paruh lurus atau bengkok; suka hidup di air penyebaran bulu di sebagian betis tidak terdapat bulu.

  1. Family Ardeidae
    Burung berkaki, berleher, dan paruh yang panjang pada saat berbiak memperlihatkan, bulu-bulu halus dan panjang yang dapat ditegakkan, dan bersarang pada tumpukkan ranting diatas pohon (Mackinnon,dkk 2010)
  2. Family Cicoiidae
    Ukuran tubuhnya sangat besar dan memiliki paruh besar,panjang dan kuat. berkaki panjang, sayap yang lebar, dan ekor yang pendek. Burung ini merupakan burung yang kuat dalam terbang karena mereka sering menggunakan aliran udara panas yang sedang naik hal ini digunakan untuk menghemat energi pada/saat terbang (Mackinnon, dkk, 2010)
  3. Family Threskionithidae
    Hampir memiliki persamaan dengan bangau , namun perbedaannya pada ukuran family ini lebih kecil dan paruh digunakan untuk menusuk makanan dalam/air dan lumpur. Pendekteksian mangsa digunakan?dengan sentuhan selain itu kaki pada family ini berselaput. (Mackinnon, dkk, 2010) contohnya : Ardeola spesiosa”Blekok sawah”, Phoenicopterus sp”Famingo”, Aedea cinerea”Cangak Abu”, Leoptoptilus javanicus”Bangau Tongtong”

12. Ordo Collifornes

Anggota kelompok burung ini memiliki ciri-ciri kaki dengan tipe paserin( yaitu tiga kearah depan, satu ke arah belakang,) pada jari ke 1 dan ke 4 bersifat reveiberl; terdapat ekor yang panjang; pemakan serangga(insektivora) dan pemakan buah (frugivora) . Contohnya Colius macrourus.

13. Ordo Columbiformes

Anggota kelompok ini memiliki ciri-ciri sayap berkembang baik; tidak memiliki gigi pada rahang, terdapat pygostylus; pada tulang sterum memiliki carina sterni , memiliki paruh pendek dan langsing; dan pada tarsus lebih pendek daripada jarijari; kulit tebal dan halus; dan pada anggota burung ini mampu menghasilkan crop milk atau cairan yang dimuntahkan oleh tembolok untuk dijadikan makanan anaknya. (Kurniawan & Arifianto, 2017).

  1. Family Colombidae
    Family ini terdapat tubuh yang padat dan gemuk,berparuh pendek dan kuat, memiliki suara kicauan yang berirama, kepakan khas saat terbang (Mackinnon dkk, 2010). Contohnya: Colomba livia “Merpati batu”, stretopelia chinesis ”Tekukur”, treton capelli “Walik putih”, ptilinopus cinctus “punai besar”, Geopelia striata “perkutut jawa” .

14. Ordo Coraciiformes

Kelompok burung ini memiliki ciri-ciri paruh kuat; pada jari ke 3 dan jari ke 4 menyatu di bagian pangkal , pada leher dan kaki pendek. Burung ini umumnya tipe kakinya mengadah kedepan atau tiga jari syndactyl, pada bulu berwarna cerah, bersarang di ranting pohon atau di tepi sungai yang digali sendiri (Kurniawan & Afrianto, 2007)

  1. Family Alcedinidae
    Memilliki bulu terang, paruhnya panjang dan kuat, pemakan serangga atau vertebrata kecil dan beberapa jenisnya memangsa ikan (Mackinnon, dkk, 2010)
  2. Family Coracidae
    Burung yang termasuk pada family ini yaitu burung Tiong, dimana burung ini berwarna terang dan sayap panjang. Pada paruhnya panjang dan kuat, pemakan serangga besar dan bersarang untuk telurnya dilubang tanah atau di atas pohon (Mackinnon, dkk, 2010)
  3. Family Bucerotidae
    Family ini contohnya pada burung rangkong yang besar, memiliki sifat arboreal, memiliki paruh panjang dan besar, terdapat tanduk di beberapa jenis yang menonjol diatas paruh, perilaku pada burung ini memiliki ciri khas bersarang karena pejantan akan mengurug betina yang sedang mengerami telur di lubang pohon yang ditutupi oleh lumpur dengan diberikan sedikit celah untuk penjantan memberikan makan pada betina. Contohnya Alcedo atthis “Raja Udang” , Lacedo pulchella “Cekakak Batu”.

15. Ordo Cuculiformes

Pada ordo ini memiliki ciri-ciri pada dua buah jari kaki depan dan dua buah jari kaki yang lain ke belakang; jari bagian luar dapat dibalikan kearah depan ; kaki tidak cocok untuk mencegkram; ekornya panjang; paruh berukuran sedang; sebagian kelompok bersifat pada betina menitipkan telur telurnya di sarang burung yang lain.

  1. Family Cuculidae
    Family parasit dikarenakan sarang induknya terkenal suka menyimpan telur di sarang burung yang lain, (Lovette & Fitzpatrick) contohnya : Cuculus crassirostis “Kangkok sulawesi”, cacomantis sonneraatii “Wiwik lurik”, Chrysococcyx xanthorhynchus “Kedasi Ungu”, Centropus rectunguis “Bubut Hitam”

16. Ordo Falconiformes

Ordo falconiformes adalah ordo dari Aves dengan ciri-ciri sayap berkembang baik; tidak memiliki gigi pada rahang; memiliki pygostylus; tulang sternum memiliki carina sterni; paruh pendek, melengkung, dan tepinya tajam; kaki memiliki cakar yang tajam dan runcing untuk memangsa. Mampu terbang dengan cepat serta dapat melakukan manuver. Ordo ini merupakan burung pemangsa yang aktif di siang hari, dan memiliki dua family yakni:

  1. Family Accipitridae,
    memiliki paruh yang berkit dengan cakar kuat, bersayap lebih bulat dan tumpul serta mata lebih pucat (kuning atau merah) bersarang batu kayu atau menempel di batu karang. (Mackinnon, dkk, 2010)
  2. Family Faclconidae,
    sayap panjang dan memiliki dua gigi kait yang kecil pada lateral paruh bagian atas. Contohnya spesies ordo Falconiformes: Microhierax fringillarius “Alap-alap Capung”, Falco cenchroides “Alap-alap Layang”, Falco severus “Alap-alap Macan” Ordo ini memiliki ciri ciri sayap berkembang biak; tidak memiliki gigi pada rahang pygostylus; tulang sternum memiliki carina sterni; berparuh pendek, melengkung, dan tepinya tajam; pada kaki memiliki cakar yang tajam dan runcing untuk memangsa. Dapat terbang dengan cepat serta melakukan manuver. Burung ini aktif disiang hari.

17. Ordo Galliformes

Anggota kelompok ordo ini memiliki ciri ciri sayap berkembang baik, tidak memiliki gigi pada rahang, memiliki pygostylus, pada tulang sternum memiliki cairina sterni, berparuh pendek, bulu yang bercabang, mempunyai kaki perjal untuk mengais makanan, terestrial, terbang yang pendek , pamakan biji atau rumput.

  1. Family Megapodidae
    Memiliki kaki kuat untuk mengais makanan, menggali lubang untuk meletakkan telur, (Mackinnon, dkk, 2010)
  2. Family Phasianidae
    Memiliki sayap pendek berbentuk bulat dan ekor yang panjang. Anggota kelompok hewan ini memiliki sarang di tanah, namun tidur di pohon, pada hewan jantan memiliki bulu yang indah sedangkan betina memiliki bulu pudar untuk menyamar (Mackinnon, dkk, 2010) hewan jantan perhatian dengan menggunakan bulunya untuk menarik betina dengan melakukan tarian dan suara burung untuk memanggil (Lovette& Fitzpatrick). Contohnya Melanoperdix nigra “puyuh hitam”, Gallus gallus”ayam”, Talegalla fuscirostris”Maleo Paruh Hitam”

18. Ordo Gaviiformes

Kelompok ordo ini memiliki ciri-ciri tungkai pendek pada ujung posterior badan, bulunya kaku, pada jari kaki berselaput renang, sayap berkembang baik, dapat terbang, memiliki pygostylus sebagian ordo bersuara keras dan mudah dikenal Memiliki morfologi menyerupai puyuh, jari belakang tidak ada, pada betina memiliki warna yang terang dan lebih agresif dalam pertahanan wilayah sedangkan jantan tidak, pada betina sering kawin dengan banyak jantan, kemudian meninggalkan untuk mengerami telur dan merawat anaknya (Mackinnon, dkk, 2010).

  1. Family Gruidae
    Burung ini dapat menarik pasangannya pada musim kawin, membuat kawanan saat musim dingin dan berimigrasi (Lovette& Fitzpatrick, 2016)
  2. Family Railidae
    Family burung ini ada yang bisa berjalan dan ada yang bisa berenang, memiliki ukuran tubuh sedang, tinggal dirawa, dan pemakan biji-bijian , pucuk tanaman dan invertebrata (Mackinnon, dkk, 2010)
  3. Family Heliornithidae
    Memiliki kaki yang lebar berbentuk dayung tanpa selaput, dijarinya (Mackinnon, dkk 2010)
  4. Family Otididae
    Seperti burung kalkun padang , burung terestrial berukuran sedang, hingga besar hidup dipadang dan savana (Lovette &Fitzpactrick)

19. Ordo Gruiformes

Ordo ini memiliki ciri –ciri sayap berkembang baik, tidak memiliki gigi di rahang, memiliki pygostylus, pada tulang sternum memiliki carina sternni, berparuh besar, tidak bisa terbang, memiliki tungkai panjang. Contohnya Turnix maculosa “Gemak tolol”, Turnix suscitator “Puyuh”.

20. Ordo Passeriformes

Anggota ordo ini memiliki karakter empat kaki yang tiga jari kaki kearah depan, satu kearah belakang, kegunaaan paruh untuk memotong. Contohnya: pycononotus zeylanicus”cucak rawa”, Pycnonotus aurigaster” cucak kutilang”

21. Ordo Pelecaniformes

Anggota ordo ini memiliki ciri ciri sayap berkembang baik, tidak memiliki gigi rahang, memiliki pygostylus, pada tulang sterni memiliki carina sterni, ukuran lubang hidungnya kecil, memiliki kantung pada daerah leher, kaki berselaput renang, memiliki paruh panjang, dan menyukai air.

  1. Family Phaetontidae
    Memiliki ciri bulu ekor tengah memanjang, ekor berbentuk baji, dapat terbang ke tengah laut, pemakan cumi-cumian, lebih banyak aktif di malam hari (Mackinnon, dkk, 2010)
  2. Family freganitidae
    Memiliki ciri khas terbang?melayang membentuk busur siluet dengan sayap yang meruncing, panjang dan berbentuk busur, ekor yang panjang dan menggarpu, suka menyerang burung dilaut yang lain untuk merampas makanan/yang dimuntahkan (Mackinonn, dkk, 2010)
  3. Family Phalacrocoradidae
    Burung pada family ini dapat menyelam dan terbang dibawah sinar matahari dengan lama, dikarenakan burung ini memiliki bulu yang mengandung minyak tahan air , selain itu memiliki paruh yang tajam. (Mackinnon, dkk, 2010)
  4. Family sulidae
    Bentuk tubuhnya seperti cerutu dengan paruh tajam dan kuat. Ciri khas ukuran tubuh/besar serta sayap yang runcing, sempit dan panjang. Dapat terjun secara vertikal lalu menyelam dan memangsa ikan (Mackinnon, dkk, 2010)
  5. Family pelecinadae
    Contohnya burung undan atau pelik yang berukuran besar. Burung ini memiliki ciri khas yang sangat besar dan kantung makan yang dapat mengembung di sepanjang paruh (Mackinnon, dkk, 2010) contohnya : Pelecanus onoratalus “Burung/pelikan/undan putih”, phalacrocorax niger”Pecuk’Padi kecil”, Fregata Minor “Cikalang besar”, Phaeton rubricauda “Buntut- sate/merah”

22. Ordo Piciformes

Anggota ordo ini memiliki ciri ciri paruh yang kuat, pada bulu bagian ekor kaku, dan ujungnya runcing, sebagian ujung lidah kasar serta dapat dijulurkan, ordo burung ini memiliki paruh yang sangat kuat, dan besar, pada sayap pendek dan membulat, serta memiliki pola gerakan naik turun ketika terbang, burung ini memiliki tipe kaki zygodactyl yang teradaptasi untuk hidup arboral, anggota burung ordo ini pemakan serangga namun beberapa jenis dari burung ordo ini ada yang pemakan buah yaitu pada burung toucan dan takur . (Kurniawan & Ardianto, 2017).

  1. Family captinodae
    Memiliki paruh yang besar dan kuat, bulu yang berwarna warni, memiliki kekerabatan dan kebiasaan yang sama dengan burung pelatuk, dan dibedakannya dari makanannya karena burung ini pemakan buah buahan, biji dan?bunga (Mackinnon, dkk, 2010).
  2. Family Indicatoridae
    Terdapat dua jari yang mengahadap belakang seperti burung takur, namun lebih mirip dengan burung pipit, dan warna ukurannya, paruh burung ini pendek dan kuat, tanpa bulu kumis, meliputi pemandu lebah (Mackinnon, dkk, 2010)
  3. Family picidae
    Kelompok burung pelatuk yang memiliki tubuh sedang, paruh yang panjang,dan kuat, cara makan burung ini dengan mengebor atau mencolok kulit batang kemudian diambil oleh lidahnya yang panjang dan lengket, kaki pada burung ini beradaptasi dengan menempel di batang pohon secara vertikal dan posisi satu jari mengahadap depan dan dua jari menghadap belakang, serta menggunakan bulu ekor yang kaku untuk menopang keseimbangan (Mackinnon, dkk, 2010)
  4. Family capitonidae
    Anggota burung ini mempunyai paruh yang besar dan kuat, warna pada bulu berwarna–warni. Burung ini berkerabat dengan pelatuk,kebiasaan yang sama dalam hal pembuatan lubang di pohon yang akan dijadikan sarang. Burung takur termasuk pemakan buahbuahan, biji, dan bunga (Mackinnon, dkk, 2010)
  5. Family indicatoridae
    Anggota burung ini sedikit, karena sebagian besar tersebar di afrika, dua jari pada burung ini menghadap belakang seperti burung takur, memiliki paruh yang pendek dan kuat yang digunakan untuk memakan serangga lebah dan tawon, (Mackinnon, dkk, 2010)
  6. Family picidae
    Anggota family ini berukuran sedang dengan bentuk paruh yang panjang dan kuat untuk melubangi kayu. Burung ini mengebor atau mencolok kulit batang pada pohon untuk/mencari serangga dan diambil menggunakan lidah yang panjang da lengket . (Mackinnon, dkk, 2010)

23. Ordo podicipediformes

Anggota kelompok pada burung ini berciri-ciri tungkai yang terletak jauh di belakang tubuh, kaki yang berlebus, ekor yang pendek, bentuk tarsus yang pipih, tempurung lutut besar, hidupnya di air tawar, dan pandai menyelam. Memiliki bulu yang tergolong rapat dan kedap air, sehingga burung mudah menyelam, sarang burung ini terapung dan terbuat dari tanaman, tersembunyi dari alang alang permukaan air dan berenang dari sejak lahir . ( Kurniawan & Arifianto, 2017). Contohnya Tachybaptus ruficollis “grebe kecil “.

24. Ordo Procellariiformes

Anggota ordo ini memiliki ciri-ciri sayap berkembang baik, memiliki anggota yang beragam dari yang ukuran kecil hingga bentangan sayap yang besar, tidak memiliki gigi pada rahang, memiliki pygostylus, pada nares berbentuk tubuler, memiliki sayap yang panjang, dan sangat tahan terbang saat melayang tanpa mengepakkan sayap. Makanan mereka berupa plankton, sampai ikan, serta indra penciuman mereka kuat untuk mencari makan dan sarang ketika berada di lautan . (Lovette & Fitzpaztrick, 2016).

  1. Family procellaridae
    Pada paruh membentuk seperti hidung pipa yang ujungnya seperti kait, hidung terbuka seperti pipa ganda, sarang burung berada di posisi lereng karang atau lubang karang, burung pada ordo ini dapat menyelam untuk mencari makanan, dan hidup di daerah beriklim sedang . (Mackinnon, dkk, 2010)
  2. Family Hydrobatidae
    Hampir mirip dengan family procellaridae, hanya bedanya tubuh yang lebih kecil,ciri khas nya terbang diam sambil mengepakkan sayap diatas air, lalu menyentuh sayap di kaki, burung memakan krustea kecil, atau sampah organic yang terapung apung. (Mackinnon, dkk, 2010) Contohnya : Puinus pacifirus “Penggunting, laut pasifik”, Daption capense”Petrel Tanjung”.

25. Ordo Psittaciformes

Anggota ordo ini memiliki pygostylus, berparuh pendek, paruh bagian atas terdapat sendi dengan tengkorak sehingga dapat bergerak, mempunyai bulu berwana hijau, kuning, atau biru, kaki bertipe zygodactylus dua jari kearah depan, dan dua jari kearah belakang, jari bagian luar bersifat irreversible( tidak dapat dibalikkan kedepan).

  1. Family Psittacidae
    Terdapat bulu yang berwarna warni, memiliki ukuran kepala besar, berparuh bengkok yang kuat, kaki yang tersusun atas dua jari, dan menghadap kebelakang, burung yang memakan biji bijian memiliki suara kicauan khas dan tajam (Mackinnon, dkk, 2010) contohnya : Chalcopsitta sintillata”Nuri Ayu”, Cacatua sulphurea”Kakatua jambul kuning” Lorius lory “kasturi kepala hitam “, Tanygnathus sumatreanus”Betet-kelapa punggung- biru”, Loriculus pusillus”serindit jawa”.

26. Ordo Rheiformes

Anggota kelompok ordo ini berciri-ciri dengan tidak bisa terbang, tidak ada gigi pada rahangnya, terestrial, pada bagian kepala, leher dan paha berbulu, bulunya tidak memiliki aftershaft tungkai ini memiliki tiga jari , tulang sternum tidak memiliki carina sterni, Contohnya : Rhea americana “Burung nandus”.

27. Ordo Sphenisciformes

Ordo Sphenisciformes adalah salah satu ordo dari kelas Aves dengan ciri-ciri carina sterni berkembang dengan baik; burung air; tidak dapat terbang namun dapat berenang; memiliki bulu kecil seperti sisik; sayap seperti dayung untuk berenang; tugkai memiliki selaput pada jari-jarinya; tugkai memiliki empat buah jari kaki yang meghadap ke depan. Contohnya spesies ordo Sphenisciformes: Spheniscus demersus (pinguin)

28. Ordo Strigiformes

Anggota ordo ini memiliki ciri-ciri ukuran kepala besar dan bulu, mata besar dan menghadap kedepan, tubuhnya dikelilingi oleh bulu-bulu yag tersusun secara radial(menjari), pada lubang telinga lebar namun tertupi oleh kulit, paruh berukuran pendek, jari kaki tajam untuk mencangkram, burung yang aktif ketika malam hari atau disebut noctural dan besifat predator.

  1. Family Tytonidae
    Burung ini wajahnya membentuk hati serta mata yang gelap, pipirangan wajah lebar berguna sebagai membesarkan suara ke telinga. Saat terbang kepakkannya tidak terdengar (Mackinnon, dkk, 2010)
  2. Family Strigidae
    Piringan muka lebih kecil dibandingkan burung serak, kakinya lebih pendek, pada teliga berkasnya tegak, bulu yang berwarna abu-abu, coklat, putih dan hitam digunakan untuk menyamarkan diri pada siang hari (Mackinnon, dkk, 2010) Contohnya : Tyto alba “Burung hantu/sera”, Otus sagittaus”Celepuk Besar”, Ninox rufa“Pungguk Merah”

29. Ordo Struthioniformes

Anggota ordo ini termasuk dalam burung yang tidak bisa terbang ,ukuran bentuk tubuhnya besar, terestrial, pada bagian kepala, leher, dan tungkai memiliki bulu yang tipis, pada kepala bentuknya kecil, berparuh pendek dan lebar, memiliki leher yang panjang, dan fleksibel, bulu tidak memiliki aftershaft pada tungkai berjari dua buah dan dapat lari dengan cepat, tulang sternum tidak memiliki carina sterni, anggota ordo termasuk dalam ketegori ordo paling tua dan beragam kelompok burung yang ditemukan hidup terestrial pada sebagian besar ditemukan di belahan bumi dari madagaskar, moa dari selandia baru (Lovette & Fitzpatrik. 2016).

  1. Family Casuariidae
    Family ini merupakan burung yang berukuran besar dan tidak dapat terbang, namun larinya cepat, di indonesia bagian timur ditemukan satu jenis yaitu kasuari gelambir ganda , dan selain itu ordo ini terdapat di benua australia dan afrika (Kanisius, 1991) contohnya ordo Struthio camelus “burung onta”.

30. Ordo Tinamiformes

Anggota kelompok ordo ini ciri-ciri pada sayapnya berukuran kecil dan bulat pada tulang dada lempengan datar yang lebar, bulu ekor dan pygostylus menyusut, telur mengkilat, dan pemakan tumbuhan contohnya pada Tinamusosgodi.

31. Ordo Trogoniformes

Anggota pada ordo ini, memiliki paruh yang pendek, bahunya terdapat rambut-rambut dipangkalnya , ukuran pada kaki kecil dan lunak, memiliki bulu dengan warna cerah dan seringkali dengan warna hijau, family pada ordo ini berukuran sedang dan warna yang mencolok , memiliki ekor yang panjang, dan lebar, burung ini juga bersarang didalam lubang pohon, (Mackinnon, dkk 20100 Contohnya Apalharpacters reinwardtii “Luntur jawa”, Apalharpactes mackloti “Luntur sumatera”.