Diperbarui tanggal 28/03/2022

Technology Acceptance Model

kategori E-Learning / tanggal diterbitkan 27 Maret 2022 / dikunjungi: 164 kali

Pengertian Technology Acceptance Model

Technology Acceptance Model (TAM), diperkenalkan oleh Davis (1986), adalah adaptasi dari TRA yang dirancang khusus untuk memodelkan penerimaan pengguna terhadap sistem informasi. Tujuan dari TAM adalah untuk memberikan penjelasan tentang faktorfaktor penentu penerimaan komputer yang bersifat umum, yang mampu menjelaskan perilaku pengguna di berbagai teknologi komputasi pengguna akhir dan populasi pengguna, sementara pada saat yang sama keduanya sangat hemat dan secara teori dapat dibenarkan. Sebelum model TAM muncul, ada teori yang dikenal dengan nama Theory of Reasoned Action (TRA) yang dikembangkan oleh Martin Fishbein dan Icek Ajzen (1975, 1980). Berasal dari penelitian sebelumnya yang dimulai dari teori sikap dan perilaku, maka penekanan TRA waktu itu ada pada sikap yang ditinjau dari sudut pandang psikologi. Prinsipnya yaitu: menentukan bagaimana mengukur komponen sikap perilaku yang relevan, membedakan antara keyakinan ataupun sikap, dan menentukan rangsangan eksternal. Sehingga dengan model TRA menyebabkan reaksi dan persepsi pengguna terhadap sistem informasi akan menentukan sikap dan perilaku pengguna tersebut.

Model TamModel Original yang diusulkan oleh Fred Davis tahun 1989

 

TAM merupakan salah satu jenis teori yang menggunakan pendekatan teori perilaku (behavioral theory) yang banyak digunakan untuk mengkaji proses adopsi teknologi informasi. Bagaimanapun yang namanya model yang bagus itu tidak hanya memprediksi, namun idealnya juga harus bisa menjelaskan. Rupanya dengan model TAM dan indikatornya memang sudah teruji dapat mengukur penerimaan teknologi. Dengan demikian menggunakan TAM maka akan mampu menjelaskan mengapa sistem informasi yang digunakan diterima atau tidak oleh pengguna. TAM memberikan dasar untuk mengetahui pengaruh faktor eksternal terhadap kepercayaan, sikap, dan tujuan dari penggunanya.

Di samping dibangun oleh dasar teori yang kuat, salah satu kelebihan dari model TAM lainnya adalah dapat menjawab pertanyaan dari banyaknya sistem teknologi. Hal ini disebabkan oleh penggunanya yang tidak mempunyai niat (intention) untuk menggunakannya. Sesuai dengan istilah TAM, bahwa “A” singkatan dari “Acceptance” artinya penerimaan. Sehingga bisa dikatakan bahwa TAM merupakan suatu model analisis untuk mengetahui perilaku pengguna akan penerimaan teknologi. Jika melihat pengertian TAM dari Wikipedia, “TAM is an information systems theory that models how users come to accept and use a technology”. Maksudnya yaitu TAM merupakan suatu teori sistem informasi yang modelnya bagaimana pengguna datang untuk menerima dan menggunakan teknologi.

Ada 3 faktor yang mempengaruhi penggunaan sebuah sistem sesuai yang diusulkan oleh Fred Davis :

  1. Perceived Usefulness
    Suatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tersebut dapat meningkatkan kinerjanya dalam bekerja.
  2. Perceived Ease of Use
    Suatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tersebut tak perlu bersusah payah
  3. Intention To Use
    Kecenderungan perilaku untuk menggunakan suatu teknologi.

 Ketiga faktor di atas dapat digunakan sebagai varibel dalam penelitian untuk menentukan bagaimana penerimaan dari user terhadap suatu sistem / sistem informasi yang ingin dibangun atau sudah berjalan.

Contoh:

contoh model TAM

Persepsi Kegunaan (perceived usefulness)

Persepsi mengenai kegunaan (perceived usefulness), didefinisikan sebagai capable of being used advantageously, atau dapat digunakan untuk tujuan yang menguntungkan. Prinsip terhadap usefulness adalah manfaat yang diyakini individu dapat diperoleh apabila menggunakan IT. Selain itu prinsip terhadap usefulness juga dapat diartikan sebagai suatu tingkat di mana seseorang percaya apabila dia menggunakan suatu sistem tertentu maka sistem tersebut akan meningkatkan kinerjanya. Sejumlah penelitian memperlihatkan bahwa perceived usefulness merupakan faktor yang kuat dari prilaku penerimaan pengguna Davis (1989, hal. 320). Pada TAM, perceived usefulness adalah faktor utama yang mempengaruhi pengguna. Ketika seorang pengguna yakin bahwa sebuah teknologi berguna bagi pekerjaan dan dapat meningkatkan kinerjanya, maka pengguna akan menerima teknologi tersebut. Perceived Usefulness merupakan penentu utama yang secara positif berimbas pada kepercayaan pengguna dan niat ke arah teknologi.

Persepsi kemudahan (Perceived Ease of Use)

Dalam Davis (1989, hal. 320) disebutkan bahwa “the degree to which a person believes that using a particular system would enhance his or her job performance.” Hal ini dimaksudkan bahwa pengguna percaya bahwa dengan menggunakan sistem informasi komunikasi tersebut akan meningkatkan kinerjanya. Hal ini menggambarkan manfaat sistem dari penggunanya yang berkaitan dengan berbagai aspek. Jadi dalam persepsi kebermanfaatan ini membentuk suatu kepercayaan untuk pengambilan keputusan apakah jadi menggunakan sistem atau tidak. Asumsinya jika pengguna mempercayai kalau sistem tersebut berguna maka tentu akan menggunakannya, tetapi sebaliknya jika tidak percaya kalau berguna maka jawabannya pasti tidak akan menggunakannya
Persepsi kemudahan dalam penggunaan adalah tingkat di mana seseorang percaya apabila ia menggunakan suatu sistem tertentu maka pengguna tersebut akan terbebas dari upaya atau usaha yang melelahkan. Menurut Davis (1989 hal. 320), kemudahan bermakna tanpa kesulitan atau terbebaskan dari kesulitan atau tidak perlu berusaha dengan keras.


Hubungan Antar Variabel Persepsi Kebermanfatan, Persepsi Kemudahaan Penggunaan dan Penerimaan E-Learning.

Davis (1989 hal. 320-321) menyatakan bahwa di antara banyak variabel yang dapat mempengaruhi penggunaan sistem, penelitian sebelumnya menyarankan dua determinan yang sangat penting. Pertama, orang cenderung menggunakan atau tidak menggunakan aplikasi sejauh yang mereka yakini akan membantu mereka melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Kami menyebut variabel pertama ini sebagai kegunaan yang dirasakan. Kedua, bahkan jika pengguna potensial percaya bahwa aplikasi tertentu berguna, mereka mungkin, pada saat yang sama, yakin bahwa sistem ini terlalu sulit untuk digunakan dan bahwa manfaat kinerja penggunaan melebihi upaya penggunaan aplikasi. Artinya, selain kegunaan, penggunaan diteorikan akan dipengaruhi oleh persepsi kemudahan penggunaan. Sebuah sistem yang memiliki persepsi kegunaan yang tinggi, pada gilirannya, adalah sistem di mana pengguna percaya pada keberadaan hubungan penggunaan-kinerja yang positif.

Davis (1989), mendefinisikan penerimaan teknologi, yang dipakai dalam Technology Acceptance Model (TAM) sebagai suatu tingkat penilaian terhadap dampak yang dialami oleh seseorang bila menggunakan suatu sistem tertentu dalam pekerjaannya. Kegunaan dan kemudahan yang dipersepsikan terhadap teknologi oleh auditor akan membentuk sikap pengguna untuk menerima atau menolak sebuah teknologi tersebut, yang selanjutnya akan mempengaruhi niat pengguna untuk menggunakan teknologi dan pada akhirnya berpengaruh pada penerimaan terhadap sebuah teknologi.

Davis (1989) melakukan banyak percobaan untuk memvalidasi Technologi Acceptance Model (TAM) dengan menggunakan persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) dan persepsi kebermanfaatan (perceived usefulness) sebagai dua variabel bebas dan penggunaan sistem sebagainvariabel tak bebas. Dia menemukan bahwa dan persepsi kebermanfaatan berkorelasi secara signifikan dengan arus yang dilaporkan sendiri penggunaan dan prediksi penggunaan masa depan sendiri. persepsi kemudahan penggunaan juga berkorelasi secara signifikan dengan penggunaan saat ini dan penggunaan masa depan.

Kemudahan penggunaan yang dirasakan diajukan untuk memiliki dampak langsung pada kegunaan yang dirasakan. Ini Berpikir bahwa semakin mudah menggunakan teknologi, semakin besar manfaat yang diharapkan dari teknologi berkenaan dengan peningkatan kinerja. Sementara persepsi kebermanfaatan telah muncul sebagai formasi sikap yang konsisten penting. Literatur menunjukkan bahwa penjelasan yang masuk akal dapat menjadi pemaparan pengguna yang terus berkepanjangan terhadap teknologi yang mengarah ke keakraban mereka, dan maka kemudahan dalam menggunakan sistem Davis (1989). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerimaan akan sebuah teknologi akan memiliki hubungan pengaruh dari dua faktor sejalan dengan pendapat Davis (1989) dua faktor yang meiliki hubungan pangaruh dalam penerimaan teknologi diantaranya adalah persepsi kemudahaan dan persepsi kemudahaan penggunaan.