Diperbarui tanggal 19/06/2022

Prosedur Newman

kategori Pendidikan Matematika / tanggal diterbitkan 18 Juni 2022

Banyak cara dalam menyelesaikan persoalan soal cerita dalam matematika, salah satunya adalah dengan menggunakan prosedur Newman. Prosedur Newman merupakan tahapan untuk memahami dan menganalisis bagaimana siswa menjawab sebuah permasalahan yang ada pada soal cerita. Analisis kesalahan Newman pertama kali diperkenalkan pada tahun 1977 oleh seorang pengajar asal Australia M. Anne Newman. Pada saat itu M. Anne Newman menerbitkan data berdasarkan sistem yang dia kembangkan untuk menganalisis kesalahan yang dibuat pada tugas-tugas tertulis. Menurut Prakitipong & Nakamura (2006: 113), Prosedur Newman sebuah metode untuk menganalisis kesalahan dalam soal uraian. Newman menyatakan bahwa ketika seorang ingin menjawab masalah matematika dalam bentuk soal cerita, maka harus melalui beberapa tahapan yang terurut.

Prakitipong dan Nakamura (2006: 113) menyatakan: “The Newman Procedure is a method that analyzes errors problems. In the process of problem solving, there are manysupport the students to arrive at a correct answer” Pernyataan Prakitipong dan Nakamura menerangkan bahwa prosedur Newman adalah sebuah metode untuk menganalisis kesalahan dalam soal uraian. Dalam proses penyelesaian masalah, ada banyak faktor yang mendukung siswa untuk mendapatkan jawaban yang benar. Metode ini menyatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah terdapat dua jenis rintangan yang menghalangi siswa untuk mencapai jawaban yang benar.

Dalam proses penyelesaian masalah, ada banyak faktor yang mendukung siswa untuk mendapatkan jawaban yang benar. Prakitipong dan Nakamura (2006:113) menyatakan: “This method supposes that in the process of problem solving there are twokinds of obstacles that hinder students from arriving at correct answers:

  1. Problems in linguistic fluency and conceptual understanding that correspond with level of simple reading and understanding meaning of problems, and
  2. Problems in mathematical processing that consists of transformation, process skills, and encoding answers”

Pernyataan Prakitipong dan Nakamura menerangkan bahwa dalam menyelesaikan masalah menggunakan prosedur Newman terdapat dua jenis rintangan yang menghalangi siswa untuk mencapai jawaban yang benar, yaitu: (1) permasalahan dalam membaca dan memahami konsep yang dinyatakan dalam tahap membaca dan memahami masalah, dan (2) permasalahan dalam proses perhitungan yang terdiri atas transformasi, keterampilan memproses, dan penulisan jawaban.

Menurut Newman (White, 2010:134) ketika siswa ingin mencoba mendapatkan solusi yang tepat dari suatu masalah matematika dalam bentuk soal cerita, maka kelima kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan memberikan pertanyaan stimulan terhadap siswa selama dalam proses pembelajaran yang meliputi:

  1. Silakan bacakan pertanyaan tersebut. Jika kamu tidak mengetahui suatu kata tinggalkan saja.
  2. Ceritakan apa yang diminta pertanyaan untuk kamu kerjakan.
  3. Ceritakan bagaimana kamu akan menemukan jawabannya.
  4. Tunjukkan pada saya apa yang akan kamu lakukan untuk mendapatkan jawabannya. “Katakan dengan keras” yang kamu lakukan, sehingga saya dapat mengerti bagaimana kamu berpikir.
  5. Sekarang tuliskan jawaban pertanyaan tersebut.

Menurut Newman (Clements & Ellerton, 1996:2), setiap siswa yang ingin menyelesaikan masalah matematika, mereka harus bekerja melalui lima tahapan berurutan yaitu (1) membaca dan mengetahui arti simbol, kata kunci, dan istilah pada soal (reading), (2) memahami isi soal (comprehension), (3) transformasi masalah (transformation), (4) keterampilan proses (process skill), dan (5) penulisan jawaban (encoding). Jha (2012:18), tahapan kesalahan menurut Newman dapat dideskripsikan sebagai berikut:

  1. Kesalahan Membaca (reading)
    Kesalahan membaca yaitu kesalahan yang dilakukan siswa pada saat membaca soal. Menurut Singh, kesalahan membaca terjadi ketika siswa tidak mampu membaca kata-kata maupun simbol yang terdapat dalam soal.
  2. Kesalahan Memahami (comprehension)
    Kesalahan memahami masalah adalah kesalahan yang dilakukan siswa setelah siswa mampu membaca permasalahan yang ada dalam soal namun tidak mengetahui permasalahan apa yang harus diselesaikan. Menurut Singh kesalahan memahami masalah terjadi ketika siswa mampu untuk membaca pertanyaan tetapi gagal untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan sehingga menyebabkan gagal dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
  3. Kesalahan Transformasi (transformation)
    Kesalahan transformasi adalah sebuah kesalahan yang dilakukan oleh siswa setelah siswa mampu memahami permasalahan yang terdapat dalam soal, namun tidak mampu memilih pendekatan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Menurut Singh, kesalahan transformasi merupakan sebuah kesalahan yang terjadi ketika siswa telah benar memahami pertanyaan dari soal yang diberikan, tetapi gagal untuk memilih operasi matematika yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
  4. Kesalahan Kemampuan Memproses (process skill)
    Kesalahan kemampuan memproses adalah suatu kesalahan yang dilakukan siswa dalam proses perhitungan. Siswa mampu memilih pendekatan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan soal, tapi tidak mampu menghitungnya. Menurut Singh, sebuah kesalahan akan disebut kesalahan kemampuan memproses apabila siswa mampu memilih operasi yang diperlukan untuk menyelesaikan persoalan namun tidak dapat menjalankan prosedur dengan benar.
  5. Kesalahan Penulisan (encoding)
    Kesalahan penulisan adalah kesalahan yang dilakukan oleh siswa karena kurang telitinya siswa dalam menulis. Pada tahap ini siswa sudah mampu menyelesaikan permasalahan yang diinginkan oleh soal, tetapi ada sedikit kekurang telitian siswa yang menyebabkan berubahnya makna jawaban yang ditulis. Menurut Singh, sebuah kesalahan masih tetap bisa terjadi meskipun siswa telah selesai memecahkan permasalahan matematika, yaitu bahwa siswa salah menuliskan apa yang dimaksudkan.

Berikut ini uraian indikator kesalahan menurut Newman berdasarkan tahapan analisis Newman sebagai berikut:

  1. Kesalahan Membaca
    1. Siswa tidak mampu membaca kata-kata penting ataupun simbol yang terdapat dalam soal
    2. Siswa tidak mampu memaknai arti setiap kata, istilah atau simbol dalam soal
  2. Kesalahan Memahami
    1. Siswa tidak memahami keseluruhan pertanyaan
    2. Siswa gagal mendapatkan apa yang ia butuhkan untuk menyelesaikan soal
    3. Siswa tidak memahami informasi apa saja yang diketahui dalam soal dengan lengkap
    4. Siswa tidak memahami apa saja yang ditanyakan dalam soal dengan lengkap
  3. Kesalahan Transformasi
    1. Siswa tidak mampu membuat model matematika dari informasi yang didapatkan
    2. Siswa tidak mengetahui rumus/metode yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal
    3. Siswa tidak menuliskan rumus/metode yang akan digunakan
    4. Siswa tidak mengetahui operasi hitung yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal
  4. Kesalahan Kemampuan Proses
    1. Siswa tidak mampu menjalankan prosedur atau langkah-langkah dengan benar
    2. Siswa salah dalam melakukan operasi perhitungan
    3. Siswa salah dalam menggunakan konsep dengan benar
    4. Siswa tidak mengetahui prosedur atau langkah-langkah yang digunakan untuk menyelesaikan soal
  5. Kesalahan Penulisan jawaban
    1. Siswa salah dalam menggunakan tanda notasi
    2. Siswa menuliskan kesimpulan yang tidak tepat
    3. Siswa tidak menuliskan satuan yang sesuai
    4. Siswa tidak menuliskan jawaban akhir sesuai dengan kesimpulan

Adapun faktor penyebab kesalahan yang disebabkan oleh faktor kognitif dan nonkognitif. Menurut Asmarani (2016:137-139) didalam penelitiannya menyatakan bahwa penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan analisis kesalahan Newman adalah sebagai berikut:

  1. Penyebab kesalahan memahami masalah
    1. Tidak teliti menemukan hal yang diketahui dalam soal
    2. Tidak memahami masalah soal
    3. Kesulitan menemukan hal yang diketahui dan hal yang ditanyakan dalam soal
    4. Bingung dengan maksud yang harus ditulis untuk hal yang diketahui dan hal yang ditanyakan dalam soal
    5. Tidak terbiasa menuliskan hal yang diketahui dan hal yang ditanyakan dalam soal
    6. Lupa menuliskan hal yang diketahui dan hal yang ditanyakan dalam soal.
  2. Penyebab kesalahan transformasi
    1. Tidak paham dengan metode penyelesaian yang digunakan
    2. Tidak terbiasa menuliskan rumus matematik yang digunakan
    3. Tidak mengetahui metode penyelesaian yang benar
    4. Tidak memiliki kemampuan untuk mengubah hal yang diketahui menjadi kalimat matematika
    5. Tidak paham defenisi materi
    6. Tidak paham dengan aturan operasi bilangan dan sifat operasi bilangan
    7. Tergesa-gesa dalam menyelesaikan soal karena waktu yang hamper habis
    8. Konsentrasi yang tidak fokus untuk menyelesaikan soal
    9. Tidak suka pelajaran matematika
    10. Kurang berlatih soal-soal cerita matematika
    11. Kemampuan kognitif yang rendah
  3. Penyebab kesalahan keterampilan proses
    1. Tidak memahami masalah
    2. Ketidaktelitian dalam melakukan proses perhitungan
    3. Tidak paham dengan perhitungan yang digunakan
    4. Kurang dapat menangkap informasi masalah pada soal
    5. Tidak memahami materi prasyarat
  4. Penyebab kesalahan penulisan jawaban akhir
    1. Tidak memahami masalah dalam soal
    2. tidak mengetahui satuan yang harus digunakan
    3. Kebiasaan menyelesaikan soal cerita tidak menuliskan kesimpulan
    4. Kurang teliti

Kesalahan siswa dalam banyak topik matematika merupakan sumber utama untuk mengetahui kesulitan siswa memahami matematika. Sehingga analisis kesalahan merupakan suatu cara untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan siswa dalam mempelajari matematika. Dengan demikian hubungan antara kesalahan dengan kesulitan adalah sangat erat dan saling mempengaruhi satu sama lain. Kesalahan dan kesulitan dalam belajar merupakan dua hal yang berbeda dan sangat erat kaitannya, bahkan sulit untuk menentukan apakah kesulitan yang menyebabkan kesalahan atau kesalahan yang menyebabkan kesulitan.

Dari penjelasan, dapat diketahui faktor penyebab kesalahan siswa dapat berasal dari dalam diri maupun luar diri siswa. Selanjutnya, faktor yang berasal dari dalam dan luar diri siswa yaitu menyangkut faktor kognitif dan faktor non kognitif siswa. Dalam penelitian ini, faktor-faktor penyebab kesalahan siswa dalam setiap letak kesalahan yang berasal dari dalam diri maupun luar diri siswa yang menyangkut faktor kognitif dan non kogitif siswa diketahui dengan wawancara.