Diperbarui tanggal 11/Des/2021

Pengertian Produk

kategori Ekonomi dan Keuangan / tanggal diterbitkan 11 Desember 2021 / dikunjungi: 229 kali

Dalam mengembangkan sebuah program untuk mencapai pasar yang diingikan, sebuah perusahaan mulai dengan produk atau jasa yang dirancang untuk memuaskan keinginan pasar. Para eksekutif harus merencanakan, mengembangkan dan mengelola produk perusahaan baik secara gabungan maupun secara tersendiri. Tugas ini bukannya tugas yang ringan, terbukti dengan banyaknya produk yang gagal dalam dunia perdagangan. Menurut Stanton (1984:222) dalam makna yang sempit, produk adalah sekumpulan atribut fisik nyata yang terkait dalam sebuah bentuk yang dapat diidentifikasikan. Setiap produk menyandang nama deskriptif (atau generik) yang dikenal secara umum, seperti buah mangga, baja, atau tas sekolah. Dalam artian luasnya produk dalam sekumpulan atribut yang nyata dan tidak nyata didalamnya sudah tercangkup warna, harga, kemasan, nama baik pabrik, nama baik toko yang menjual (pengencer), dan pelayanan pabrik serta pelayanan pengencer, yang diterima oleh pembeli guna memuaskan keinginannya.

Menurut Kotler dan Keller (2013:4) produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, pengalaman, acara, orang, tempat properti, organisai, informasi dan ide.Sedangkan menurut Griffin dan Ronald (2007:280) Produk dapat diartikan juga barang, jasa, atau gagasan yang dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Menurut Alma (2013:139) produk itu bukan hanya berbentuk sesuatu yang berwujud saja, seperti makanan, pakaian, dan sebagainya, akan tetapi sesuatu yang tidak berwujud seperti pelayanan jasa. Semua diperuntukkan bagi pemuasan kebutuhan dan keinginan dari konsumen, Konsumen tidak hanya membeli produk sekedar memuaskan kebutuhan, akan tetapi juga memuaskan bertujuan memuaskan keinginan. Minsalnya membeli bentuk sepatu, gaya, warna, merek, dan harga yang menimbulkan / mengangkat prestise. Oleh karena itu produsen harus memperhatikan secara hati-hati kebijakan produknya.

Menurut Tjiptono (1997:95) produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. Sedangkan secara konseptual, produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atau sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar. Selain itu, produk dapat pula didefenisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya. Secara lebih rinci, konsep produk total meliputi barang, kemasan, merek, label, pelayanan, dan jaminan.

Menurut Gitosudarmo ( dalam Sunyoto, 2014:69) produk adalah segala sesuatu yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan manusia ataupun organisasi. Suatu perusahaan sering kali menjual atau memasarkan tidak hanya satu produk saja tetapi bermacam produk yang dipasarkannya. Karena dengan memasarkan banyak macam produk perusahaan akan memperoleh stabilitas hasil yang lebih tinggi. Sedangkan perusahaan yang hanya menjual satu macam jika produk itu mengalami kegagalan atau tidak disenangi lagi konsumen, maka perusahaan akan mengalami kesulitan. Menurut Abdullah dan Tantri (2014:153) produk sebagai segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan, atau dikonsumsi dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Produk mencangkup lebih dari sekedar barang berwujud (dapat dideteksi pancaindra). Kalau didefenisikan secara luas, produk merupakan objek secara fisik, pelayanan, orang, tempat, organisasi, gagasan, atau bauran dari semua produk diatas.

Dengan demikian, menyusun dan mengembangkan produk-produk baru itu merupakan tantangan bagi para tenaga pemasaran, yang harus mempertimbangkan faktor perubahan-perubahan teknologi, perubahan keinginan dan kebutuhan konsumen, serta perubahan kondisi ekonomi. Memenuhi kebutuhan konsumen sering kali berarti merubah yang baru muncul.

Tingkatan Produk

Menurut Kotler dan Keller (2013:4). Dalam merencanakan penawaran pasarnya, pemasar harus melihat lima tingkat produk, seperti berikut:

  1. Produk inti adalah layanan atau manfaat yang benar-benar atau dibeli pelanggan. Dalam bisnis songket manfaat utama yang dibeli konsumen adalah kenyamanan.
  2. Produk dasar adalah pemasar harus mengubah manfaat inti menjadi produk dasar. Produk songket yang sudah terkenal biasanya mempunyai merek tertentu, sehingga merek tersebut akan selalu mudah diingat.
  3. Produk tambahan adalah pemasar menyiapkan produk yang melebihi harapan pelanggan. Di Negara-negara maju, positioning merek dan persaingan terjadi pada tingkat ini, Maju.
  4. Produk pontesial adalah yang mencangkup semua kemungkinan tambahan dan transformasi yang mungkin dialami sebuah produk atau penawaran dimasa depan.

Menurut Tjiptono (1997:96) dalam melakukan penawaran atau produk, pemasar perlu memahami tingkatan produk. Yaitu:

  1. produk utama / inti, yaitu manfaat yang sebenarnya dibutuhkan dan akan dikonsumsi oleh pelanggan dari setiap produk.
  2. Produk generic, yaitu produk dasar yang mampu memenuhi fungsi produk yang paling dasar (rancangan produk minimal agar dapat berfungsi).
  3. Produk harapan, yaitu produk formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan konsininya secara normal (layak) diharapkan dan disepakati untuk dibeli.
  4. Produk pelengkap, yakni berbagai bentuk atribut produk yang dilengkapi atau ditambah berbagai manfaat dan layanan, sehingga dapat memberikan tambahan kepuasan dan bisa dibedakan dengan produk persaing.
  5. Produk potensial, yaitu segala macam tambahan dan perubahan dan mungkin dikembangkan untuk suatu produk dimasa mendatang.

Menurut Levitt dalam (Sunyoto, 2014:70) tingkatan produk terdiri atas 4 unsur yaitu:

  1. Produk inti atau generik
  2. Produk yang diharapkan, terdiri atas produk inti berikut pertimbangan keputusan pembelian minimal yang harus dipenuhi
  3. Produk tambahan
  4. Produk pontesial, dimana tampilan dan tambahan yang berguna bagi konsumen atau mungkin menambah kepuasan konsumen.