Diperbarui tanggal 16/06/2022

Pembelajaran Luar Kelas

kategori Belajar dan Pembelajaran / tanggal diterbitkan 16 Juni 2022

Pengertian Pembelajaran Luar Kelas

Menurut Vera (2012:17-18) pembelajaran luar kelas merupakan upaya mengarahkan siswa untuk melakukan aktivitas yang melibatkan siswa secara langsung dengan lingkungan sekitar mereka, sesuai dengan materi yang diajarkan. Haryanti (Husamah, 2013:20) menyatakan bahwa pembelajaran luar kelas menekankan pada proses belajar induktif (berdasarkan fakta nyata) yang materinya secara langsung dialami melalui kegiatan pembelajaran. Dengan mengalami pembelajaran secara langsung diharapkan siswa dapat membangun makna atau kesan dalam memori atau ingatannya. Sejalan dengan itu menurut Direktorat Tenaga Kependidikan dalam Husamah (2013:23) proses pembelajaran diluar kelas adalah proses pembelajaran yang didesain agar siswa mempelajari langsung materi pembelajaran pada objek yang sebenarnya, dengan demikian pembelajaran akan menjadi nyata. Pembelajaran luar kelas dapat memberikan peluang bagi siswa untuk merasa asyik dan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa dapat secara bebas bergerak dan leluasa untuk mencari pengetahuan sambil menikmati udara segar, lingkungan yang indah, dan tentu saja tidak membosankan.

Dari ketiga pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran luar kelas adalah pembelajaran yang mengarahkan siswa mempelajari materi pembelajaran secara langsung dengan objek yang sebenarnya sehingga pembelajaran akan menjadi nyata dan menyenangkan. Jadi, pada penelitian ini pembelajaran luar kelas yang dimaksudkan yaitu suatu kegiatan pembelajaran pada materi teorema Pythagoras yang dirancang pada alam terbuka dengan menggunakan alam sebagai sarana tempat belajar. Aam terbuka yang dimaksudkan disini yaitu pada lingkungan sekolah. Dimana lingkungan sekolah yang digunakan dapat dijadikan tempat untuk melaksanakan proses pembelajaran untuk materi teorema Pythagoras.

Tujuan Pembelajaran Luar Kelas

Tujuan pendidikan yang ingin di capai melalui aktivitas belajar di luar kelas ialah sebagai berikut Vera (2012:21):

  1. Mengarahkan peserta untuk mengembangkan bakat dan kreativitas mereka dengan seluas-luasnya di alam terbuka.
  2. Kegiatan belajar-mengajar di luar kelas bertujuan menyediakan latar (setting) yang berarti bagi pembentukan sikap dan mental peserta didik.
  3. Meningkatkan kesadaran, apresiasi, dan pemahaman peserta didik terhadap lingkungan sekitarnya, serta cara mereka bisa membangun hubungan baik dengan alam.
  4. Memberikan konteks dalam proses pengenalan berkehidupan sosial dalam tataran praktik (kenyataan di lapangan).
  5. Menunjang keterampilan dan ketertarikan peserta didik.
  6. Mengenalkan berbagai kegiatan di luar kelas yang dapat membuat pembelajaran lebih kreatif.
  7. Memberikan kesempatan yang unik bagi peserta didik untuk perubahan perilaku melalui penataan latar pada kegiatan luar kelas.
  8. Memberikan kontribusi penting dalam rangka membantu mengembangkan hubungan guru dan murid.
  9. Memanfaatkan sumber-sumber yang berasal dari lingkungan dan komunitas sekitar untuk pendidikan.
  10. Agar peserta didik dapat memahami secara optimal seluruh mata pelajaran.


Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Luar Kelas

Kelebihan Pembelajaran Luar Kelas

Purwanti dalam (Husamah, 2013:27) kelebihan dari pembelajaran luar kelas yaitu:

  1. Dapat merangsang keinginan peserta didik untuk mengikuti materi pelajaran guna meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta didik;
  2. Dapat digunakan sebagai media alternatif bagi guru dalam mengembangkan metode mengajar.

Sedangkan menurut Widiasworo (2017:91) kelebihan pembelajaran luar kelas yaitu:

  1. Peserta didik lebih termotivasi untuk belajar;
  2. Peserta didik lebih aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran;
  3. Daya pikir peserta didik lebih berkembang;
  4. Pembelajaran lebih menginspirasi peserta didik;
  5. Pembelajaran lebih menyenangkan;
  6. Lebih mengembangkan kreativitas guru dan peserta didik;
  7. Kegiatan belajar lebih komunikatif;
  8. Lebih menyeimbangkan antara pencapaian pengetahuan, sikap dan keterampilan

Kekurangan Pembelajaran Luar Kelas

Adapun beberapa kekurangan dari pembelajaran outdoor dan cara mengatasinya menurut Vera (2012:47-51) sebagai berikut:

  1. Para siswa bisa keluyuran kemana-mana karena berada dialam bebas. Cara mengatasinya yaitu guru hanya perlu memperhatikan para siswa dan dibentuk belajar kelompok, sehingga pengawasannya mudah. Akan lebih baik apabila guru memberikan perhatian yang ekstra terhadap siswa karena mereka berada di arena bermain yang dapat memungkinkan mereka keterusan senang bermain di tempat itu.
  2. Gangguan konsentrasi. Cara mengatasinya yaitu guru harus pandai memilih objek belajar yang benar-benar menyenangkan terhadap siswa.
  3. Kurang tepat waktu (waktu akan tersita). Cara mengatasinya yaitu guru membuat jadwal paten, baik dari segi tempat, waktu, dan pelaksanaan. Para siswa yang datang terlambat diberi hukuman yang mendidik dan menghibur.
  4. Pengelolaan kelas lebih sulit. Cara mengatasinya yaitu cukup menentukan area yang boleh dikunjungi oleh para siswa dan yang tidak boleh dikunjungi. Cara lainnya, guru bisa mengajak guru pendamping (wakil), sehingga pengelolaan belajar di luar kelas lebih efektif.
  5. Lebih banyak menguasai praktik dan minim teori. Cara mengatasinya yaitu guru tidak melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara terus-menerus. Tetapi, sebuah pelajaran perlu diajarkan di dalam kelas. Caranya, satu minggu belajar di luar kelas, dan satu minggu belajar di dalam kelas untuk mempelajari teorinya.

Bentuk Pembelajaran Luar Kelas

A. Include

Pembelajaran luar kelas tidak hanya dilakukan secara insidental dan selalu meninggalkan lingkungan sekolah. Pembelajaran luar kelas dapat juga dilaksanakan di dalam kegiatan pembelajaran di sekolah atau pada jam-jam pelajaran sesuai jadwal yang telah ditentukan. Tidak harus dilaksanakan secara insidental dengan memerlukan waktu minimal sehari penuh dengan persiapan yang benar-benar matang dan biaya yang relatif banyak.

Dalam hal ini bentuk pembelajaran luar kelas yang digunakan adalah include pada kegiatan pembelajaran di sekolah. Menurut Widiasworo (2017:148) pembelajaran luar kelas bentuk Include pada kegiatan pembelajaran di sekolah maksudnya, pembelajaran luar kelas yang di lakukan dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai tempat belajar. Serta kegiatan pembelajaran berlangsung pada jam yang telah dijadwalkan sebagaimana mestinya. Kita masih dapat melaksanakan pembelajaran luar kelas meskipun hanya dengan waktu dua jam pelajaran saja. Biaya yang dibutuhkan relatif murah, bahkan mungkin tidak membutuhkan biaya sama sekali dan juga persiapan yang tidak bertele-tele. Hanya cukup dengan rencana pelaksanaan pembelajaran dan ditambah dengan Lembar Kerja.

Mengingat pembelajaran luar kelas adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar ruangan maka kita bisa memanfaatkan beberapa lokasi yang ada di sekolah sebagai tempat terjadinya aktivitas belajar. Beberapa lokasi di sekolah yang bisa digunakan untuk aktivitas luar kelas, antara lain taman sekolah, halaman sekolah, hall, kebun sekolah dan tempat-tempat lain yang memungkinkan digunakan untuk aktivitas pembelajaran.

Sebagai guru matematika harusnya memiliki banyak akal. Di mana pun, kapan pun dan dalam kondisi bagaimanapun proses pembelajaran seharusnya dapat dilakukan. Matematika adalah mata pelajaran yang terkenal sulit, namun dengan belajar pada objek secara langsung justru akan lebih mengasyikkan dan membuat peserta didik lebih mudah mempelajari materi.

Kegiatan tersebut akan memberikan efek positif bagi peserta didik. Mereka akan merasa lebih senang, penasaran, dan memiliki rasa ingin tahu yang lebih tinggi. Hal demikian merupakan modal yang bagus untuk proses pembelajaran yang mereka jalani. Berbekal rasa senang dan rasa ingin tahu yang tinggi, materi pelajaran akan lebih mudah mereka kuasai.

B. Jelajah Alam Sekitar

Menurut Ridlo dan Rudiyatmi dalam Husamah (2013:36) Jelajah Alam Sekitar merupakan pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan alam sekitas kehidupan peserta didik baik lingkungan fisik, sosial, teknologi maupun budaya sebagai objek belajar. Sedangkan Widiasworo (2017:141) JAS merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan alam sekitar sebagai sumber belajar.

Husamah (2013:37) menyatakan bahwa bentuk pembelajaran JAS menekankan pada pada kegiatan pembelajaran yang dikaitkan dengan situasi dunia nyata, sehingga selain dapat membuka wawasan berpikir yang beragam dari seluruh peserta didik, bentuk ini memungkinkan peserta didik dapat mempelajari berbagai konsep dan cara mengaitkannya dengan dunia nyata sehingga hasil belajarnya lebih berdaya guna. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa Jelajah Alam Sekitar (JAS) adalah pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan alam sekitar kehidupan peserta didik baik lingkungan fisik, sosial, teknologi maupun budaya sebagai sumber belajar agar peserta didik dapat mempelajari berbagai konsep dari dunia nyata sehingga hasil belajarnya lebih berguna.

Penerapan pembelajaran Jelajah Alam Sekitar mengajak peserta didik mengenal objek, gejala dan permasalahan, menelaahnya dan menemukan simpulan atau konsep tentang sesuatu yang dipelajarinya. Konseptualisasi pemahaman peserta didik tidak secara langsung dari guru atau buku, akan tetapi melalui kegiatan ilmiah, seperti mengamati, mengumpulkan data, membandingkan, memprediksi, membuat pertanyaan, merancang kegiatan, membuat hipotesis, merumuskan simpulan berdasarkan kata dan membuat laporan secara komprehensif. Secara langsung, peserta didik melakukan eksplorasi terhadap fenomena alam yang terjadi. Fenomena tersebut dapat ditemui di lingkungan sekeliling peserta didik atau fenomena tersebut dibawa ke dalam pembelajaran di kelas.

Pembelajaran JAS dikembangkan berdasarkan pemikiran piaget dan Vygotsky yang menekankan pada kontruktivisme kognitif dan social. Seseorang akan lebih efektif dalam proses belajar jika kognitifnya secara aktif mengalami rekonstruksi, baik ketika berbenturan dengan suatu fenomena maupun kondisi social. Dimana ada beberapa hal yang penting dilakukan yaitu guru bertindak sebagai fasilitator sekaligus motivator, pembelajaran memungkinkan peserta didik belajar dalam kelompok, guru senantiasa memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengekspresikan kemampuan dan gagasannya baik lisan maupun tulisan.

Daftar Pustaka

Husamah. 2013. Pembelajaran Luar Kelas Outdoor Study Ancangan Strategis Mengembangkan Metode Pembelajaran yang menyenangkan, inovatif & menantang. Jakarta:Prestasi Pustaka Publisher

Pambudi, DS. 2015. Dampak Pembelajaran Matematika di Luar Kelas terhadap Peningkatan Aktivitas, Kreativitas & Sikap Demokratis Siswa. Jurnal Pancaran Pendidikan PMIPA FKIP Universitas Jember

Rahmasari, N.D, Dian Samitra & Mareta Widya. 2016. Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) Terhadap Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau. Bioedukatika. 04(02):09

Santiningtiyas, dkk. 2012. Pengaruh Outdoor Learning Berbasis Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Materi Ekosistem. Santiningtiyas, dkk/ UNNES Journal of Biology Education 1(2) (2012) 195-202 ISSN 2252-6579 

Suherdiyanto, 2014. Penerapan Metode Pembelajaran di Luar Kelas (Outdoor Study) dalam Materi Permasalahan Lingkungan dan Upaya Penanulangannya pada siswa MTS AL-Ikhlas Kuala Mandor B. Sosial Horizon. 01(01):98