Diperbarui tanggal 21/06/2021

Nasionalisme dalam Pendidikan

editor Edi Elisa / kategori Wawasan Kependidikan / tanggal diterbitkan 21 Juni 2021 / dikunjungi: 233 kali

Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Nasionalisme dalam bangsa menunjukkan bahwa suatu bangsa memiliki identitas dan jati diri yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Nasionalisme melahirkan sebuah kesadaran melalui anak-anak bangsa untuk menjadi bangsa yang benar-benar merdeka. Harapan inilah yang membentuk kesadaran masyarakat melawan segala bentuk penjajahan, penindasan, eksploitasi dan dominasi.

Kebangkitan nasionalisme merupakan titik balik sejarah perjalanan bangsa dalam membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diawali dengan lahirnya Budi Oetomo 20 Mei 1908, semangat nasionalisme semakin tumbuh subur dan melekat dalam hati nurani seluruh elemen bangsa. Sekarang sudah tidak pernah terdengar lagi menyebut “Bangsa Jawa”,“Bangsa Sunda”, “Bangsa Madura”, atau “Bangsa Bali”.

Wacana nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara diera globalisasi ini memiliki daya tarik karena sekarang kobaran semangat nasionalisme generasi muda mulai luntur. Lunturnya nasionalisme bangsa dapat menjadi kecaman terhadap terkikisnya nilai-nilai patriotisme yang menjadi landasan kecintaan terhadap bumi pertiwi.

Munculnya tuntutan-tuntutan seperti untuk membangun bangsa yang demokratis, sejahtera, adil, dan makmur semakin mengemuka dikalangan masyarakat luas. Itulah sebabnya, nasionalisme menjadi kunci utama dalam merealisasikan cita-cita luhur bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang disegani dan berdaulat secara utuh. Upaya menumbuhkan semangat nasionalisme generasi muda, pemerintahmemiliki peran penting dalam memberikan pemahaman dan motivasikepada semua anak bangsa agar jiwa nasionalisme dan rasa cinta merekaterhadap bangsanya(patriotisme) semakin kuat dan tertanam dalamsanubari mereka yang paling dalam. Upaya yang dilakukan pemerintahsalah satunya melalui pendidikan.

Semangat nasionalisme diperlukan dalam perkembangan pendidikan yang berbasis pada pembentukan karakter dan mentalitas warga negara, sehingga tata nilai yang menjadi pondasi pembangunan bangsa tetap lestari dan menjadi modal sosial yang dapat menguatkan sendi-sendi peradaban bangsa ditengah berkecamuknya proses globalisasi. Sendi-sendi yang menopang perubahan bangsa adalah perubahan karakterdan mentalitas rakyatnya, hal tersebut menjadi pondasi yang kokoh dari tata nilai bangsa.

Keruntuhan suatu bangsa ditandai dengan semakin runtuhnya tatanilai dan karakter suatu bangsa, karakter dan mentalitas rakyat yang kokoh dari suatu bangsa tidak terbentuk secara alami, melainkan melalui interaksisosial yag dinamis dan serangkaian program yang diarahkan oleh pemimpin bangsa. Faktor intern yang berpengaruh besar pada pembentukan karakter bangsa adalah pembangunan di bidang pendidikan Internalisasi nilai-nilai nasionalisme merupakan sebagian kecil dari rencana pendidikan yang ada. Jadi internalisasi merupakan proses belajar kebudayaan yang ditanamkan dalam setiap individu.

Melalui internalisasi nilai-nilai budaya yang terkandung dalam pendidikan dapat membentuk karakter bangsa dan mencegah negatifnya globalisasi dan menanamkan nasionalisme bangsa. Melalui pendidikan upaya internalisasi dapat berlangsung guna membentuk sikap dan karakter siswa. Pendidikan merupakan kebutuhan untuk kehidupan yang manusiawi. Pendidikan adalah proses perubahan sikap dan perilaku seorang atau kelompok melalui upaya pengajaran dan pelatihan