Diperbarui tanggal 30/04/2022

Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining

kategori Model-model Pembelajaran / tanggal diterbitkan 30 April 2022

Pengertian Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining

Menurut Huda (2013), model Student Facilitator and Explaining adalah model pembelajaran dimana guru mampu menyajikan atau mendemonstrasikan materi di depan siswa lalu memberikan mereka kesempatan untuk menjelaskan kepada teman-temannya. Sedangkan menurut menurut Suprijono (2012) model pembelajaran Student Facilitator and Explaining mempunyai arti model pembelajaran yang menjadikan siswa dapat membuat peta konsep maupun bagan untuk meningkatkan kreativitas siswa dan prestasi belajar siswa. Model pembelajaran Students Facilitator and Explaining merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekan pada struktur khusus yang dirancang untuk memengaruhi pola interaksi peserta didik dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan materi dimana siswa mempresentasikan ide atau pendapat pada siswa lainnya.

Model Student Facilitator and Explaining mempunyai arti model yang menjadikan siswa dapat membuat peta konsep maupun bagan untuk meningkaatkan kreatifitas siswa dan prestasi belajar siswa. Model pembelajaran Facilitator and Explaining merupakan rangkai penyajian materi ajar yang diawali dengan penjelasan secara terbuka, memberi kesempatan siswa untuk menjelaskan kembali kepada rekan-rekannya, dan diakhiri dengan penyampaian semua materi kepada siswa. Dalam mengaplikasikan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, sebagaiman guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegitan belajar siswa sesuai dengan tujuan. Kondisi seperti ini akan mengubah kondisi kegiatan belajar mengajar yang mengarah kepada Student-centered Learning (pembelajaran berpusat pada siswa) yang sebelumnya Teacher-center Learning (pembelajaran berpusat pada guru). Di dalam model pemebelajaran Student Facilitatator and Explaining siswa/peserta dapat mempresentasikan suatu ide atau pendapat pada rekan peserta lainnya. Sehingga model ini dapat membantu siswa dalam menyampaikan ide dan gagasan.

Tahap-tahap pelaksanaan

Tahap-tahap pelaksanaan Student Facilitator and Explaining (SFE) menurut Huda (2013) adalah sebagai berikut:

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru mendemonstrasikan atau menyajikan garis-garis besar materi pembelajaran
  3. Guru memberi kesempatan kepada siswauntuk menjelaskan kepada siswa lainnya, misalnya melalui bagan atau peta konsep. Hal ini bisa dilakukan secara bergiliran atau acak.
  4. Guru menyimpulkan ide atau pendapat siswa
  5. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu.
  6. Penutup

Kelebihan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining

Menurut Hidayati dan Nur dalam (Safuddin, dkk 2015) kelebihan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining adalah sebagai berikut:

  1. Siswa diajak untuk dapat menerangkan kepada siswa lain.
  2. Siswa dapat mengeluarkan ide-ide yang ada dipikirannya sehingga lebih dapat memahami materi tersebut.
  3. Materi yang disampaikan lebih jelas dan konkrit.
  4. Dapat meningkatkan daya serap siswa karena pembelajaran dilakukan dengan demonstrasi.
  5. Melatih siswa untuk menjadi guru, karena siswa diberikan kesempatan untuk mengulangi penjelasan guru yang telah didengar.
  6. Memacu motivasi siswa untuk menjadi yang terbaik dalam menjelaskan materi ajar.
  7. Mengetahui kemampuan siswa dalam menyampaikan ide atau gagasan.

Kelemahan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining

Menurut Hidayati dan Nur dalam (Saifuddin, dkk 2015) kelebihan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining adalah sebagai berikut:

  1. Adanya pendapat yang sama sehingga hanya sebagian saja yang tampil.
  2. Banyak siswa yang kurang aktif.
  3. Siswa yang malu tidak mau mendemonstrasikan apa yang diperintahkan oleh guru kepadanya atau banyak siswa yang kurang aktif.
  4. Tidak semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk melakukannya (menjelaskan kembali kepada teman-temannya karena keterbatasan waktu pembelajaran).
  5. Tidak mudah bagi siswa untuk membuat peta konsep atau menerangkan materi secara ringkas.

Untuk mengatasi kelemahan diatas, penulis mengemukakan peranan guru dalam mengatasi kelemahan tersebut, yakni

  1. Merencanakan pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa dapat dengan leluasa aktif serta tidak malu untuk tampil dan menyampaikan ide atau pikirannya kepada siswa lain
  2. Guru berusaha untuk membuat keadaan kelas dan siswa menjadi kondusif sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan tepat waktu.
  3. Guru dapat menyajikan contoh peta atau bagan konsep untuk membimbing siswa agar dapat membuat bagan atau peta konsepnya sendiri.

Daftar Pustaka

Rohaini, R., Wildan W., Hakim, A., 2018, Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Facilitator and Explaining berbantu Metode Demonstrasi terhadap Hasil Belajar Kimia pada Materi Pokok larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Kelas X SMAN 1 Pringgarata Tahun Ajaran 2017/2018, Universitas Mataram. 

Saifuddin, A., Nasikh., Utomo, S.H., 2015, Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFE) dengan Menggunakan Peta Konsep untu Meningkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajara Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X Lintas Minat Ekonomi di SMA Negeri 02 Batu, Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan. 

Susilawati., Suharman, A., Lesmini, B., 2014, Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Kimia siswa di Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Tanjung Batu, Universitas Sriwijaya.