Diperbarui tanggal 10/06/2022

Model Pembelajaran Langsung

kategori Model-model Pembelajaran / tanggal diterbitkan 29 September 2021 / dikunjungi: 753 kali

PENGERTIAN

Pembelajaran Langsung (DL= Direct Learning) Merupakan pengetahuan yang bersifat informal dan prosedural yang menjurus pada keterampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. Menurut Arend, Model pembelajaran langsung adalah Salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah. Pengetahuan prosedural adalah pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan sesuatu. Dan pengetahuan deklaratif adalah pengetahuan tentang sesuatu dapat berupa fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi. pembelajaran langsung adalah salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik, yang diajarkan dengan pola kegiatan bertahap.

Model pembelajaran langsung dapat diakatakan merupakan model pembelajaran “pusaka” yang selalu digunakan guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Menurut Suprijono (2013:53-54), dari pendapat ahli, maka disimpulkan bahwa model pembelajaran langsung dapat diterapkan pada mata pelajaran apa pun, namun yang paling tepat untuk mata pelajaran yang berorien-tasi kinerja atau performance, seperti membaca, menulis, matematika, bahasa, kesenian, biologi, fisika, kimia, TIK (Teknologi Informatika dan Komputer) dan pendidikan jasmani.

Pendapat lain mengenai model pembelajaran langsung yaitu menurut Arends (Trianto 2007:29), model pembelajaran langsung adalah salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah.

Kardi dan Nur (Trianto, 2007:29) mengungkapkan ciri-ciri model pembelajaran langsung adalah sebagai berikut:

  1. Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pembelajaran pada siswa termasuk prosedur penilaian belajar.
  2. Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran.
  3. Sistem pengolaan dan lingkungan belajar model yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil.

Ada beberapa alasan pentingnya pengembangan model pembelajaran,yaitu:

  1. model pembelajaran yang efektif sangat membantu dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai,
  2. model pembelajaran dapat memberikan informasi yang berguna bagi peserta didik dalam proses pembelajarannya,
  3. variasi model pembelajaran dapat memberikan gairah belajar peserta didik, menghindari rasa bosan, dan akan berimplikasi pada minat serta motivasi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran,
  4. mengembangkan ragam model pembelajaran sangat urgen karena adanya perbedaan karakteristik, kepribadian, ebiasaan-kebiasaan cara belajar para peserta didik,
  5. kemampuan dosen/guru dalam menggunakan model pembelajaran pun beragam, dan mereka tidak terpaku hanya pada model tertentu, dan
  6. tuntutan bagi dosen/guru profesional memiliki motivasi dan semangat pembaharuan dalam menjalankan tugas/profesinya. (Asyafah, 2019)

 

Langkah-Langkah Pembelajaran Langsung

Sintaks atau langkah langkah dari suatu model pembelajaran adalah pola yang menggambarkan urutan alur tahap-tahap keseluruhan yang pada umumnya disertau dengan serang-kaian kegiatan pembelajaran. Untuk lebih jelasnya mengenai sintaks model pembelajaran langsung, dapat dilihat langkah-langkah/sintak model pembelajaran tersebut.

Menurut Trianto (2007:30) pada model pembelajaran langsung terdapat lima fase yang sangat penting. Sintak model pembelajaran langsung tersebut disajikan dalam lima tahap, seperti ditunjukkan tabel berikut:

FaseTahapanPeran Guru
Fase 1Menyampaikan tujuan dan Menyiapkan siswa.Guru menjelaskan TPK, informasi latar belakang pelajaran,  pentingnya  pelajaran,  mempersiapkan  siswa untuk belajar.
Fase 2Mendemontrasikan pengetahuan dan keterampilanGuru mendemotrasikan keterampilan dengan benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap.
Fase 3Membimbing pelatihanGuru merencanakan dan memberi bimbingan pe-latihan awal.
Fase 4Mengecek pemahaman dan memberi-kan umpan balikMengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik, member umpan balik.
Fase 5Memberikan kesempatan untuk pelati-han lanjutan dan penerapan.Guru mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dan kehidupan sehari-hari.

 

Dari sintak model pembelajaran langsung tersebut dapat dilihat yang berperan aktif adalah guru, sementara siswa sedikit sekali diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mereka. Selain itu, menurut Suprijono (2013:50) pembelajaran langsung dimaksudkan untuk menuntaskan dua hasil belajar yaitu penguasaan pengetahuan yang distrukturkan dengan baik dan penugasan keterampilan.

Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran lang-sung adalah model pembelajaran yang berpusat pada guru, dimana dalam pemrosesan informasi guru berperan aktif dalam proses pembelajaran sedangkan siswa menjadi pasif. Model pembelajaran langsung dapat dilaksanakan pada mata pelajaran yang berorientasi kinerja atau performance yang dimaksudkan untuk menuntaskan penguasaan yang distrukturkan dengan baik dan penugasan keterampilan.