Diperbarui tanggal 15/06/2022

Model Pembelajaran Flipped Classroom

kategori Model-model Pembelajaran / tanggal diterbitkan 15 Juni 2022

Pengertian Model Pembelajaran Flipped Classroom

Model flipped classroom biasanya digambarkan sebagai peristiwa yang secara tradisional telah terjadi didalam kelas dan sekarang berlangsung diluar kelas dan sebaliknya (Unal & Unal, 2017). Praktik dari flipped classroom ini bukanlah hal yang baru para guru telah berlatih dengan berbagai tingkatan flipped classroom sebagai salah satu strategi pengajaran mereka dalam waktu yang lama, misalnya meminta siswa untuk membaca artikel yang relevan di internet atau riset untuk informasi dirumah dan persiapan untuk kegiatan dalam pelajaran berikutnya (Ng, 2014). Model pembelajaran berbasis flipped classroom adalah salah satu model pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Dahulu para pendidik pada umumnya menggunakan model pembelajaran ceramah, dimana model pembelajaran ceramah mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada guru. Pembelajaran kemudian beralih pada model alternative yang disebut flipped classroom.

Menurut Johnson (2013) flipped classroom merupakan model pembelajaran dengan cara meminimalkan jumlah instruksi langsung tapi memaksimalkan interaksi satu-satu. Strategi ini memanfaatkan teknologi yang mendukung materi pembelajaran tambahan bagi siswa yang dapat diakses secara online maupun offline kapanpun dan dimanapun. Sedangkan waktu pembelajaran di kelas digunakan siswa untuk berkolaborasi dengan rekan-rekan proyek, keterampilan praktek, dan menerima umpan balik tentang kemajuan mereka. Model flipped classroom memberikan apa yang umumnya di lakukan di kelas dan apa yang umumnya dilakukan sebagai pekerjaan rumah kemudian dibalik atau ditukar. Sebelumnya siswa datang ke kelas untuk mendengarkan penjelasan guru selanjutnya mereka pulang untuk mengerjakan latihan soal. Sekarang yang terjadi adalah siswa membaca materi, melihat video pembelajaran sebelum mereka dating ke kelas dan mereka mulai berdiskusi, bertukar pengetahuan, menyelesaikan masalah, dengan bantuan siswa lain maupun guru, melatih siswa mengembangkan kepasihan prosedural jika diperlukan, inspirasi dan membantu mereka dengan proyek-proyek yang menantang dengan memberikan kontrol belajar yang lebih besar (Damayanti & Sutama, 2016).

Flipped classroom adalah salah satu model pembelajaran yang mampu meningkatkan prestasi belajar dan kemandirian belajar yang sudah diterapkan di Negara-negara Amerika, model ini bukan hanya sekedar belajar menggunakan video pembelajaran, namun lebih menekankan tentang memanfaatkan waktu di kelas agar pembelajaran lebih bermutu dan bisa meningkatkan pengetahuan siswa (Yulietri & Mulyoto, 2015).

Karakteristik model flipped classroom

Menurut Abeysekera and Dawson (2015), karakteristik model pembelajaran flipped classroom yang membedakannya dengan model pembelajaran biasa adalah

  1. Perubahan penggunaan waktu kelas
  2. Perubahan penggunaan waktu di luar kelas
  3. Melakukan kegiatan yang secara tradisional dianggap pekerjaan rumah di kelas
  4. Melakukan kegiatan yang secara tradisional dianggap di dalam kelas, di luar kelas.
  5. Kegiatan di dalam kelas menekankan pembelajaran aktif, peer learning dan pemecahan masalah.
  6. Aktivitas pra dan pasca kelas.
  7. Penggunaan teknologi, terutama video.

Tujuan dan manfaat model flipped classroom

Adapun tujuan dan manfaat penggunaan dari model flipped classroom menurut Berrett (2012) sebagai berikut:

  1. Siswa memiliki wakatu untuk mempelajari materi pelajaran dirumah sebelum guru menyampaikannya di dalam kelas sehingga siswa lebih mandiri
  2. Siswa dapat mempelajari materi pelajaran dalam kondisi dan suasana yang nyaman dengan kemampuannya menerima materi
  3. Siswa mendapatkan perhatian penuh dari guru ketika mengalami kesulitan dalam memahami tugas atau latihan
  4. Siswa dapat belajar dari berbagai jenis konten pembelajaran baik melalui video, buku dan website.

Sintak model pembelajaran flipped classroom

Langkah-langkah pembelajaran model ini terdiri dari tiga sintak dimana sebelum pembelajaran dimulai guru sudah memberikan materi atau bahan ajar dihari sebelumnya untuk dipelajari oleh siswa, pada saat proses pembelajaran berlangsung siswa hanya akan membahas hal-hal yang tidak mereka mengerti pada saat pembelajaran dirumah.

NoSintak Flipped ClassroomAktivitas GuruAktivitas Siswa
1Sebelum kelas dimulaiGuru menyiapkan materi pembelajaran dan diuanggah ke grup whatsapp yang telah disiapkan atau melalui ketua kelas.Siswa mempelajari materi pelajaran baik video maupun berbagai materi yang telah diberikan dan mengumpulkan beberapa pertanyaan yang ditemukan
2Saat kelas berlangsung
  1. Guru menyiapkan segala pertanyaan yang memungkinkan diajukan oleh siswa dan mempersiapkan ruang diskusi untuk menyelesaikan pertanyaan yang mungkin muncul
  2. guru membimbing siswa selama proses pembelajaran dengan memberikan klarifikasi materi pembelajaran dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari siswa
  1. Siswa telah menyiapkan pertanyaan-pertanyaan tertentu setelah mempelajari materi yang diberikan.
  2. Siswa berdiskusi di kelas bersama teman dan guru serta berlatih untuk meningkatkan kemampuan mereka sesuai dengan kemampuan yang diharapkan
3Setelah kelas berlangsung
  1. Guru memfosting materi pembelajaran tambahan di web yang sudah disiapkan untuk meningkatkan pengetahuan siswa
  2. Guru selalu membimbing siswa untuk mempelajari dan mencari tau materi selanjutnya yang akan dipelajari.
  1. Siswa melanjutkan menerapkan keterampilan pengetahuan mereka setelah klarifikasi dan umpan balik dari guru
  2. siswa didorong untuk selalu mencari tahu hal-hal apa saja yang belum mereka pahami
 

Kelebihan dan kekurangan model flipped classroom

Menurut Adhitiya, Prabowo, and Arifudin (2015) model pembelajaran flipped classroom memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu:

Kelebihan model flipped classroom

  1. Siswa dapat mengulang-ulang video tersebut sehingga siswa benar-benar memahami materi
  2. Siswa dapat mengakses video tersebut dari manapun asalkan memiliki sarana yang cukup bahkan bisa disalin melalui flashdisk dan di download
  3. Efisien, karena siswa diminta untuk mempelajari materi dirumah dan pada saat di kelas, siswa dapat lebih memfokuskan kepada kesulitannya dalam memahami materi ataupun kemampuannya dalam menyelesaikan soal-soal berhubungan dengan materi tersebut
  4. Siswa dituntut untuk belajar secara mandiri dengan memanfaatkan video pembelajaran yang diberikan sehingga mendukung semangat belajar.

Kekurangan model flipped classroom

  1. Untuk menonton video, setidaknya diperlukan sarana yang memadai, baik computer, laptop maupun handphone, hal ini akan menyulitkan siswa yang tidak memiliki sarana tersebut.
  2. Diperlukan koneksi internet yang lumayan bagus untuk mengakses video terutama apabila filenya berukuran besar, maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama membuka atau mengunduhnya,
  3. Siswa mungkin perlu banyak penopang untuk memastikan mereka memahami materi yang disampaikan dalam video dan siswa tidak mampu mengajukan pertanyaan ke instruktur atau rekan-rekan mereka jika menonton video.

Daftar Pustaka

Adhitiya, E. N., Prabowo, A., & Arifudin, R. (2015). Studi komparasi model pembelajaran traditional flipped dengan peer instruction flipped terhadap kemampuan pemecahan masalah. Unnes Journal of Mathematics Education, 4(2).