Diperbarui tanggal 5/06/2022

Metode Pembelajaran Show And Tell

kategori Metode Pembelajaran / tanggal diterbitkan 5 Juni 2022 / dikunjungi: 149 kali

Pengertian Metode Show And Tell

Show and tell adalah salah satu metode yang sangat cocok untuk anak usia dini, karena metode show and tell merupakan metode yang menarik dan bisa diterapkan dalam pembelajaran karena dengan menggunakan metode ini, akan tercipta suasana belajar yang menyenangkan dan menarik bagi anak. Metode show and tell merupakan metode yang dilakukan dengan cara menunjukkan benda-benda yang dikenal anak dan diceritakan oleh anak didepan kelas secara bergantian. Show anda tell ditujukan untuk mengembangkan kemampuan sosial emosional anak yang dapat mendukung tumbuhnya percaya diri anak, rasa empati, kemadirian, tanggung jawab dan lainnya.

Menurut Musfiroh (2011: 131) show and tell adalah metode yang dilakukan dengan cara menunjukkan sesuatu kepada audiens dan menjelaskan atau mendekripsikan sikap sesuatu itu. Musfiroh (2011: 130) juga mengatakan bahwa metode show and tell mengacu pada tiga bidang utama, yaitu edukasi, musik dan teater. Diantara tiga tersebut, metode show and tell edukatif yang paling diandalkan dinegara barat. Tiga ranah tersebut adalah show and tell educative for speaking (Metode show and tell untuk mengajarkan berbicara), show and tell educative for record playing toys (metode show and tell untuk bermain mainan), dan show and tell for children’s book (Metode show and tell untuk mengajarkan pengetahuan).

Menurut Pengestuti (2016: 953) Penjelasannya metode show and tell ini adalah suatu metode pembelajaran dengan kegiatan anak menunjukkan benda dan menyatakan pendapat, mengungkapkan perasaan, keinginan, maupun pengalaman terkait dengan benda tersebut. Dengan metode show and tell ini diharapkan kemampuan bicara anak akan terstimulasi dan perkembangan kosakata anak dapat meningkat. Metode show and tellini sendiri menjelaskan bahwa show and tell mensyaratkan guru atau pendidik berperan sebagai fasilitator, advisor, dan komunikator. Pendidik memfasilitasi anak agar memilih benda-benda yang akan digunakan dalam kegiatan show and tell, memberikan saran pada anak tentang materi dan isi show and tell, serta membantu anak mengkomunikasikan apa yang dipikirkan dan dirasakannya. Anak berperan sebagai penyampai pesan, pemilik pesan dan penyimak sebaya. Di dalam kegiatan show and tell, anak sebagai pelaku penyampai pesan (menunjukkan dan menceritakan suatu benda sesuai keperluan), anak pulalah yang memiliki pesan sehingga baginya bebas menunjukkan jati diri dan keinginannya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa show and tell adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan anak dengan menunjukkan sesuatu berupa benda yang dikenal anak lalu anak menceritakan serta mengungkapkan perasaan, keinginan, maupun pengalaman anak yang berhubungan dengan benda tersebut. Kemudian teman yang lain dapat memberi pertanyaan kepada anak yang melakukan show and tell mengenai sesuatu benda yang dibawa anak tersebut.

Penerapan Metode Show And Tell

Metode show and tell mengajarkan kepada anak bagaimana cara memperhatikan dan memberikan tanggapan. Metode ini juga dapat memberi kesempatan kepada anak untuk tidak ragu melakukan hands-on dalam kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai benda yang ada didalam kelas. Menurut Musfiroh (2011: 135 ) terdapat beberapa jenis show and tell yang dapat
diterapkan yaitu:

  1. Show and tell dengan benda pribadi
    Anak dapat membawa benda-benda pribadi untuk digunakan saat melakukan show and tell.
  2. Show and tell dengan makanan
    Makanan adalah benda yang dibutuhkan anak dan memiliki jangkauan yang kuat untuk mengembangkan tanggung jawab dan kemandirian. Ketika anak sedang melakukan kegiatan show and tell anak dapat bercerita mengenai rasa, bahan utama untuk membuat makanan tersebut, warna dan sebagainya.
  3. Show and tell dengan gambar dan foto
    Gambar dan foto relative efektif untuk menstimulus kemampuan bertata karma, tanggung jawab dan kemandirian bagi anak. Bagi anak, kemampuan tersebut dapat diterima dengan baik melalui cerita yang dibantu dengan media gambar atau foto.

Menurut Musfiroh (2011:132) show and tell memungkinkan seorang individu menunjukkan jati diri dengan bahasa yang baik. Jati diri yang dimaksud terkait dengan benda, gambar, bahkan simbol keyakinan yang dimiliki. Seorang anak muslim misalnya, ber-show and tell tentang konsep halal-haram dengan menunjukkan gambar binatang, buah dan sayuran. Jadi dalam show and tell dapat
digunakan berbagai benda yang ada disekitaran anak dimana benda tersebut menarik bagi anak sehingga anak bersemangat untuk melakukan show and tell.

Berdasarkan pada uraian diatas mengenai penerapan metode show and tell untuk perkembangan sosial emosional. Maka dapat dijadikan dasar dalam pelaksaan pembelajaran motode show and tell. Dalam penelitian ini jenis benda yang akan di gunakan yaitu benda favotite anak, hasil karya anak dan gambar atau foto. Anak melakukan show and tell dengan menggunakan benda yang telah di tentukan sebelum hari akan melakukan show and tell.

Manfaat Metode Show And Tell

Musfiroh (2011: 130) memaparkan manfaat show and tell untuk mengembangkan beberapa aspek. Berbagai manfaat tersebut yaitu anak belajar berbicara dan menyimak, menjadi pendengar dan memperkenalkan diri, membuat penyelidikan berdasarkan pertanyaa-pertanyaan, membuat hubungan antara respon anak dengan yang lain, antisipasi dan observasi, praktik keterampilan berbincang sulit dan meningkatkan rasa percaya diri. Menurut Taher (Musfiroh 2011:132) Show and tell memiliki beberapa manfaat:

  1. Metode ini memungkinkan anak memahami masalah-masalah sosial secara lebih baik, dimana hal ini membantu pemahaman teoritis anak.
  2. Terdorong sikap demokratis oelh pendidik melalui pendekatan partisipatoris dalam proses pembelajaran.
  3. Guru dan anak memiliki kesempatan untuk melakukan refleksi implikasi pedagogic terhadap problematika sosial.
  4. Guru dapat meningkatkan proses pembelajaran yang membantu anak untuk memperoleh keberanian dan hasrat untuk terlibat dalam permasalahan sosial.

Selain manfaat diatas, pemanfaatan metode show and tell juga memiki manfaat dalam mengembagkan kecakapan sosialnya menurut Musfiroh (2011: 131) yaitu sebagai berikut:

  1. Anak-anak akan terbiasa observatif terhadap benda-benda disekitarnya.
    Bentuk, sifat, sejarah keberadaan, warna, bau dan fungsi benda akan selalu menjadi titik focus anak setiap waktu. Sikap observatif ini memicu sikap posisif lain, yakni teliti, atnesif (menaruh perhatian besar pada sesuatu), dan obsorbtif-reseptif (menerima informasi secara cepat).
  2. Anak-anak akan terbiasa menyatakan hasil pengamatannya melalui katakata yang tertata baik secara gramatik, komunikatif, dan berazaskan fungsi-fungsi bahasa yang semakin lama semakin sempurna, baik secara pragmatic maupun secara sosiolinguistik.
  3. Anak-anak akan terasah dalam hal public speaking. Mereka belajar berbicara efektif dua rah, menjalin kerja sama, menghindari konflik, berbicara sopan, dan mempertanggung jawabkan setiap informasi yang diberikan.

Berdasarkan hal diatas sudah dapat kita lihat manfaat show and tell yang dimana pada motede ini anak dapat mengembangkan perkembangan sosial emosional anak dengan baik. Dengan mengacu pada indikator yang ada dapat dijadikan sebagai panduan dalam pembelajaran ini.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Show and Tell

Kelebihan Metode Show and Tell

Terdapat beberapa kelebihan dari metode show and tell . Beberapa kelebihan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan benda ya bersifat konkret, sehingga memudahkan anak untuk bercerita.
  2. Memberikan kesempatan pada semua anak untuk terlibat aktif karena menekankan pada pendekatan partisipatoris dalam proses pembelajara.
  3. Efektif untuk mengembangkan kemampuan berbicara didepan umum (public speaking)
  4. Melatih anak melakukan pemecahan masalah (problem solving), yakni saat bercerita anak belajar untuk menyusun informasi terkait dengan benda yang ditujukan.

Kekurangan Metode Show And Tell

Meskipun terdapat kelebihan dari metode show and tell sepertiyang di paparkan diatas, metode ini juga terdapat kekurangan. Adapun bebrapa kekurangan dari show and tell adalah sebagai berikut:

  1. Metode ini tidak dapat dilakukan secara mendadak, hal tersebut dikarenakan perlu ada persiapan berupa benda yang akan digunakan pada saat show and tell.
  2. Menggunakan waktu yang cukup lama karena tidak semua anak dapat tampil secara bersamaan.

Langkah-Langkah Metode Show And Tell

Dalam kegiatan ini pembelajaran yang akan dilakukan yaitu metode show and tell yang dimana metode ini berpengaruh terhadap perkembangan sosial emosional anak. Menurut Lucy Peet (2013: 20) metode show and tell mengedepankan kemampuan anak untuk bercerita dan melakukan obseravasi.

Dengan begitu anak akan melatih kemampuannya untuk lebih percaya diri, mandiri serta dapat menjalin interaksi baik dengan teman maupun dengan guru. Untuk menerapkan metode ini, guru menunjuk anak secara bergiliran untuk membawa benda yang mereka mau dan menceritakan benda tersebut. Terdapat langkah-langkah dalam melakukan metode show and tell, yaitu menurut
Reverman dan Ningsih.

Reverman (Yanti dan Suyatno,2018 : 197) menjelaskan langkah-langkah dalam melakukan show and tell, yakni sebagai berikut:

  1. Suatu hari tertentu, anak-anak diberi tahu agar membawa benda favorit untuk menunjukkan dan meceritakan benda yang dibawa dari rumah.
  2. Guru memberikan kesepatan kepada anak untuk tampil dan menunjukkan serta menceritakan benda yang dibawa dari rumah.
  3. Anak-anak lain mengajukan pertanyaan kepada anak yang sedang tampil. Pertanyaan yang diajukan jumlahnya harus ditetapkan sebelumnya.

Selain langkah diatas Ningsih (2014:37) juga menjelaskan langkahlangkah dari metode show and tell, yakni sebagai berikut:

  1. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan oleh anak.
  2. Guru memberi contoh cara melakukan show and tell secara klasikal.
  3. Anak diberi kesempatan untuk mengajukan diri tanpa di tunjuk, jika tidak ada satu anak pun yang bersedia, maka dengan cara dipanggil oleh guru.
  4. Anak melakukan show and tell.
  5. Setelah melakukan show and tell, masing-masing anak diberi pertanyaan oleh guru yang berbeda.
  6. Sebagai bentuk penghargaan anak diberi reword.

Berdasarkan pada uraian dan teori yang telah dijelaskan diatas mengenai pengaruh metode show and tell untuk perkemabangan sosial emosional. Maka dapat dijadikan dasar dalam pelaksaan pembelajaran motode show and tell dalam penelitian ini. Langkah-langkah pembelajaran show and tell akan dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Guru memberi kesempatan anak untuk maju tanpa ditunjuk, jika tidak ada yang ingin maju secara sukarela maka guru menujuk anak yang akan maju.
  2. Setiap pembelajaran 3 orang anak yang maju.
  3. Anak melakukan show and tell dengan menceritakan perasaan dan pengalaman anak terhadap benda tersebut.
  4. Anak distimulus dengan diberi pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang benda yang dibawa.
  5. Selanjutnya, anak lain diberi kesempatan untuk bertanya, jika tidak ada yang bertanya maka guru yang bertanya kepada anak.
  6. Anak yang telah telah melakukan show and tell dan yang telah ikut berpartisipasi bertanya diberi penghargaan oleh guru.

Adapun bagan dalam melakukan show and tell disini adalah sebagai berikut:

  1. Anak melakukan show and tell dengan benda yang dibawa atau diminati anak.
  2. Anak yang lain diberi kesempatan untuk bertanya kepada anak yang melakukan show and tell.
  3. Guru menanyakan perasaan anak serta memberikan reword kepada anak

Dalam melakukan metode ini, guru harus mencontohkan kepada anak cara melakukan show and tell. Hal ini bertujuan sebagai penarik minat anak serta penstimulus agar anak dapat mengungkapkan ide yang dimiliki, gagasan, perasaan maupun pengalaman anak terhadap tentang benda yang ditujukan.

Daftar Pustaka

Agusniatih, A. dan Monepa, J.M. 2019. Keterampilan Sosial Anak Usia Dini. Tasimalaya: Edu Publisher

Morrison. George.S. 2012. Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jakarta: PT Indeks

Mubayidh, Makmun. 2006. Kecerdasan & Kesehatan Emosional Anak.Jakarta: Pustaka Al-Kautsar

Mulyasa.H.E. 2014. Manajemen PAUD. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Musfiroh, Takdiron. 2011. Show And Tell Edukatif Untuk Pengembangan Empati, Afliasi-Resolusi Konflik, Dan Kebiasaan Psotof Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan, Volume 41, Nomor 2, Halaman 129-143

Ndari, S.S dan Chandrawaty. 2015. Telaah Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Edu Publisher

Ningsih, Okki Ristya Mutasi. 2014. Meningkatkan Percaya Diri Melalui Metode Show and Tell Pada Kelompok A TK Marsudi Putra, Dagaran, Palbapanng,Bantul,Yogyakarta. (Skripsi). P

Pangestuti,Laras. 2016. Peran Media Cerita Dalam Mengembangkan Kemampuan Berbicara Pada Anak Melalui Kegiatan Show And Tell. Jurnal Pendidikan Anak. Volume 05.Nomor 01. Halaman 704-709

Peet, Lucy. 2013. 100 Ide Untuk Guru Paud Aktivitas Menarik. Jakarta: Erlangga Romadhini, Nur Endah. 2016. Pengaruh Penerapan Metode Show And Tell Diiringi Musik Terhadap Kepercayaan Diri Anak Kelompok A. Jurnal PAUD Teratai. Volume 05. Nomor 02. Halaman 39-43

Sugiyono. 2017. Merode Penelitian Pendidikan: Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta

Sujiyono, Y.N. 2013. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT Indeks

Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini: Pengantar Dalam Berbagai Aspeknya. Jakarta: Kencana

Tirtyani, L.A, Maylani,A, I N.W. 2014. Perkembangan Sosial Emosional Pada Anak Usia Dini. Yogyakarta: Graha Ilmu

Wiyani, Novan Ardy. 2014. Mengelola dan Mengembangkan Kecedasan Sosial & Emosi Anak Usia Dini. Yogyakarta: Arruz-Media

Yanti,G dan Suyatno. 2018. Penerapan Program Pembelajaran Show and Tell Dalam Gerakan Literasi Sekolah di SD Muammadiyah Condongcatur. Fundamental Pendidikan Dasar. Volume 03. Nomor 3. Halaman 191-200