Diperbarui tanggal 17/07/2021

Keterampilan Dasar Mengajar Menjelaskan

editor Edi Elisa / kategori Pembelajaran Mikro / tanggal diterbitkan 17 Juli 2021 / dikunjungi: 212 kali
Keterampilan Dasar Mengajar Menjelaskan

Keterampilan menjelaskan dalam pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu penyajian informasi yang disampaikan secara lisan dan diorganisir dengan sistematis untuk menunjukkan adanya suatu rangkaian antara satu pesan dengan pesan yang lainnya, sehingga tercapailah suatu pemahaman yang diinginkan. Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan secara berurutan serta sesuai dengan tujuan yang diinginkan dari pembelajaran merupakan ciri utama kegiatan menjelaskan.

Keterampilan menjelaskan merupakan aspek yang sangat penting bagi seorang guru dan tenaga pengajar lainnya, karena sebagian besar percakapan dalam pembelajaran yang mempunyai pengaruh besar terhadap pemahaman siswa terhadap materi pelajaran adalah penjelasan dari seorang guru. Sehingga penguasaan keterampilan menjelaskan yang baik yang dimiliki oleh guru akan menjadikan siswa memiliki pemahaman yang baik terhadap materi pelajaran yang sedang diikuti.

Untuk Lebih jelasnya dapat juga melihat penjelasan melalui vide berikut:

Melalui penjelasan, siswa dapat memahami hubungan sebab akibat, memahami prosedur, memahami prinsip, serta memahami analogi. Untuk itu seorang guru harus mampu menjelaskan berbagai hal kepada peserta didiknya sesuai dengan karakteristik dan tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh peserta didik tersebut.

Tujuan penggunaan keterampilan menjelaskan dalam pembelajaran yaitu:

  1. Untuk membimbing peserta didik dalam memahami konsep, prinsip, dalil, atau hukum-hukum yang menjadi bahan pelajaran.
  2. Untuk memperkuat struktur kognitif atau pengetahuan peserta didik yang berhubungan dengan bahan pelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
  3. Membantu peserta didik dalam menghayati dan menggunakan penalaran untuk memecahkan berbagai permasalah. disini guru harus mampu untuk memberikan penjelasan dalam rangka membimbing siswa menemukan ide dan gagasan dalam memecahkan suatu permasalahan dalam pembelajaran.
  4. Membantu memudahkan peserta didik dalam memahami konsep pengetahuan.
  5. Mengomunikasikan ide dan gagasan yang dimiliki oleh guru kepada peserta didik.

Dalam suatu kegiatan pembelajaran keterampilan menjela skan merupakan hal yang sangat penting guna tercapainya tujuan dari pembelajaran. Untuk itu dalam memberikan penjelasan terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan guru agar pembelajaran menjadi efektif yaitu:

  1. Penjelasan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Apapun yang dilakukan oleh guru dalam menjelaskan materi pelajaran hendaknya dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
  2. Relevan antara penjelasan dengan materi pelajaran dan karakteristik siswa, Dalam memberikan penjelasan hindari improvisasi yang berlebihan dan terkesan bertele-tele guna menjaga agar tidak keluar konteks dari materi pelajaran. dan Materi yang dijelaskan oleh seorang guru harus sesuai dengan karakteristik peserta didik, baik itu usia, tugas perkembangan, tingkat kesukaran dan sebagainya. ?
  3. Bermakna, Apapun yang dijelaskan oleh seorang guru harus bermakna atau bermanfaat bagi siswa baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang.
  4. Dinamis dimana guru harus dapat melakukan variasi dalam menjelaskan, guru dapat memadukannya dengan tanya jawab atau menggunakan media agar pembelajaran lebih menarik dan sistematis, penjelasan harus mudah untuk dipahami oleh siswa.
  5. Penjelasan dalam pembelajaran dilakukan dalam kegiatan Pendahuluan, Inti dan Penutup.

Komponen-komponen dalam memberikan penjelasan.

Secara umum komponen dalam memberikan penjelasan dapat dibagi menjadi dua yaitu Perencanaan dan Penyampaian.

  1. Perencanaan
    Ketika guru akan mengajar hendaknya sudah direncanakan terlebih dahulu dengan matang dan tertuang dalam Rencana pelaksanaan pembelajaran. termasuk didalamnya apa yang hendak disampaikan kepada siswa sudah direncanakan dengan baik, terutama yang berkenaan dengan isi pesan dan siapa yang menerima pesan. Ketika hendak mengajar guru harus sudah memiliki materi apa yang hendak disampaikan ke siswa, apa aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, adakah keterkaitan dengan materi-materi selanjutnya, termasuk menganalisa apakah materi yang akan disampaikan sudah mendukung ketercapaian dari tujuan pembelajaran. Sedangkan yang berhubungan dengan siapa yang menerima pesan (siswa) guru harus memperhatikan karakteristik siswa seperti usia, latar belakang, kemampuan, sosial, minat dan bakat anak, serta lingkungan belajar siswa.
  2. Penyampaian suatu penjelasan.
    Dalam menyampaikan suatu penjelasan guru harus menggunakan bahasa yang mudah untuk dimengerti dan sedapat mungkin menghindari kata-kata seperti ‘’eeee”, “mmmm”, “mungkin”, “kira-kira” dan kata-kata lainya yang tidak dimengerti oleh siswa atau menimbulkan keraguan dalam diri siswa. Dalam melakukan penjelasan juga dapat dilakukan dengan memberikan contoh dan ilustrasi, dimana dalam memberikan contoh sebaiknya dengan sesuatu hal yang dapat dimengerti atau ditemui oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya yaitu memberikan tekanan kepada masalah-masalah pokok dan mengurangi informasi yang tidak begitu penting. dalam hal ini guru dapat menggunakan intonasi yg dipertegas atau menggunakan kata-kata seperti “Yang terpenting yang harus kalian ingat adalah” atau “Coba perhatikan baik-baik bagian ini”.

    Dalam menjelaskan guru juga hendaknya menggunakan balikan yaitu dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukankan pendapatnya, bertanya, dan menjawab. Dalam menyampaikan penjelasan guru dapat melakukannya dengan berbagai teknik seperti melakukan pertanyaan terlebih dahulu kemudian baru menjelaskan, atau dengan memberikan suatu permasalahan yang harus dipecahkan siswa terlebih dahulu suatu diskusi kemudian baru memberikan penjelasan, atau juga dapat mengkombinasikan dengan keterampilan mengajar lainnya.

Penguasaan dan penggunaan keterampilan menjelaskan dalam pembelajaran merupakan faktor yang peting untuk membangun pemahaman siswa namun demikian dalam penggunaanya hendaknya tidak dilakukan secara berlebihan karena jika penjelasan dilakukan terlalu lama maka siswa akan cenderung menjadi karakteristik auditif atau hanya mendengarkan penjelasan dari guru sehingga pembelajaran menjadi pasif dan tidak berpusat ke siswa.