Diperbarui tanggal 9/07/2021

Keterampilan Dasar Mengajar Membuka dan Menutup Pelajaran

editor Edi Elisa / kategori Pembelajaran Mikro / tanggal diterbitkan 7 Juli 2021 / dikunjungi: 254 kali

Keterampilan dasar mengajar membuka dan menutup pelajaran merupakan salah satu dari delapan keterampilan dasar mengajar yang harus dikuasai oleh guru atau seorang calon guru.  Secara gari besar keterampilan ini dapat dibedakan menjadi dua kegiatan yaitu: keterampilan membuka pelajaran dan keterampilan menutup pelajaran.

Membuka Pelajaran

Keterampilan membuka pelajaran merupakan kemampuan seorang guru untuk menciptakan suasana agar peserta didik siap secara mental dan terpusat pada hal-hal yang hendak dipelajari. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti mengemukakan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, memberikan motivasi terhadap siswa yang berkaitan dengan materi pelajaran, menarik perhatian siswa, ataupun memberikan gambaran mengenai manfaat materi pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Seringkali terjadi kesalahan pemahaman mengenai kegiatan membuka pelajaran. Misalnya sebelum memulai pembelajaran guru melakukan kegiatan-kegiatan rutin seperti menertibkan siswa, mengisi daftar hadir, menyampaikan pengumuman ataupun menyuruh siswa untuk mempersiapkan buku pelajaran. Kegiatan-kegiatan tersebut sering dianggap sebagai kegiatan membuka pelajaran. Padahal kegiatan-kegiatan rutin tersebut bukan termasuk kedalam kegiatan membuka pelajaran. Karena tidak ada hubungannya dengan penyampaian materi pelajaran. Kegiatan atau komponen termasuk kedalam membuka pelajaran yaitu:

  1. Menarik perhatian siswa. Kegiatan menarik perhatian merupakan salah satu komponen yang penting pada saat membuka pelajaran. Karna, ketika siswa telah tertarik pada sesuatu hal maka mereka akan cenderung untuk lebih termotivasi dalam belajar. siswa akan terhindar dari kebosanan dan cenderung bersikap aktif. Terdapat banyak cara untuk menarik perhatian siswa. guru dapat mevariasikan gaya mengajar, menggunakan media, menggunakan alat peraga atau alat bantu mengajar lainnya.
  2. Menimbulkan motivasi. Menimbulkan motivasi siswa diawal pelajaran merupakan hal yang harus dilakukan oleh guru. Karena jika siswa telah termotivasi terhadap materi pelajaran maka pembelajaran akan menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Siswa akan lebih antusias terhadap pelajaran sehingga pembelajaran akan berpusat kepada siswa. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru dalam membangkitkan motivasi siswa. Seperti:
    • Bersikap hangat dan antusias ketika mulai berbicara atau pada saat masuk kedalam kelas. Misalnya melalui sikap bersahabat, tersenyum, hangat dan antusias namun tetap harus tegas terhadap hal-hal yang berpotensi menggangu jalannya pembelajaran. Dengan sikap yang seperti itu diharapkan dapat menimbulkan tingkah laku dan perasaan senang dari dalam diri siswa sehingga siswa dengan sendirinya akan termotivasi terhadap pelajaran. Hindari sikap yang menimbulkan kesan sangar, jutek ataupun sikap tidak bersahabat. Karena sikap-sikap seperti itu dapat menyebabkan siswa merasa tertekan serta ketakutan dan menjadikan belajar seolah-olah sebagai suatu paksaan dan tidak menyenangkan.
    • Menimbulkan rasa ingin tahu dalam diri siswa. Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang guru untuk menimbulkan rasa ingin tahu dalam diri siswa. Misalnya dengan membawa alat peraga kedalam kelas. Dengan alat peraga tersebut, maka akan menimbulkan tanda tanya kepada diri siswa mengenai untuk apa alat peraga tersebut, apa fungsinya dan apa yang akan dilakukan guru dan apa yang harus siswa lakukan dengan alat peraga tersebut. Disini alat peraga tidak harus yang berharga mahal dan sulit didapat. Tetapi guru dapat memanfaatkan segala sesuatu yang ada dilingkungan sekitar yang berkaitan dengan materi pelajaran tentunya. Dalam menimbulkan rasa ingin tahu kepada siswa guru juga dapat melakukannya dengan cara yang berbeda seperti memutar video, membawa bingkisan sebagai hadiah bagi siswa yang berprestasi atau dengan cara lainya tergantung dari kreatifitas guru masing-masing. Sebaiknya guru mengkombinasikan berbagai cara untuk menarik siswa agar tidak terkesan monoton dan mudah ditebak oleh siswa.
    • Melontarkan ide, pandangan ataupun pernyataan yang seolah-olah bertentangan. Misalnya seperti ini. Dalam setiap diri siswa pasti berkeinginan untuk dapat sukses dimasa depan terutama untuk menggapai cita-cita yang diinginkanya. Namun sering kali banyak dari siswa hanya menjadikan cita-cita hanya sekedar cita-cita dan tidak melakukan usaha lebih untuk mewujudkan cita-citanya tersebut, sehingga mereka hanya menganggap belajar hanya sebagai suatu kewajiban dan hal lumrah yang dilakukan oleh setiap orang diusia mereka. disini guru dapat memberikan pandangan yang positif kepada siswa tentang pentingnya suatu pendidikan sebagai sarana untuk menggapai cita-cita dan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik masa depan. guru dapat menceritakan kisah-kisah sukses dari tokoh-tokoh terkenal dan usaha luar biasa apa yang mereka lakukan sebelum mereka sukses. sampaikan bahwa jika siswa tidak perduli dengan diri mereka sendiri terutama, dalam hal belajar, belajar dan belajar dan masih terus bermalas-malasan maka mereka akan sulit nantinya untuk mewujudkan cita-cita mereka dimasa depan.
    • Memperhatikan dan memanfaatkan hal-hal yang menjadi perhatian siswa. Guru dapat menggunakan isu-isu yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan oleh masyarakat sebagai bahan untuk meningkatkan motivasi siswa. Dalam hal ini guru sangat dituntut untuk selalu mengikuti suatu perkembangan baik melalui televisi, koran, majalah maupun dari media masa lainnya.
  3. Memberikan Acuan /strukturing. Memberikan acuan merupakan suatu usaha untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai hal-hal apa yang akan dipelajari dan cara yang akan ditempuh untuk mempelajari materi pelajaran tersebut. Apa saja yang dapat dilakukan oleh seorang guru dalam memberikan acuan?
    • Guru dapat mengemukan tujuan pembelajaran dan tugas-tugas apa saja yang akan dikerjakan oleh siswa. menyampaikan tujuan pembelajaran dan tugas-tugas yang akan dikerjakan siswa merupakan hal yang penting agar siswa memperoleh gambaran secara untuh mengenai batasan-batasan pembelajaran dan apa yang akan dikerjakan siswa nantinya.
    • Guru dapat mengungkapkan masalah pokok yang akan dipelajari. hal ini bertujuan agar siswa lebih fokus dan memperhatikan hal-hal penting dari suatu konsep, benda, gambar dan lain sebagainya.
    • Guru dapat menyampaikan pertanyaan-pertanyaan. Melalui pertanyaan-pertanyaan diharapkan akan menimbulkan motivasi dan rasa keingintahuan yang besar terhadap suatu materi pelajaran. Pertanyaan-pertanyaan diawal ini sebaiknya tidak langsung dikonfirmasi oleh guru tentang jawaban yang benar atau salah, Tetapi dapat digantung terlebih dahulu jawabanya dimana diberikan pemahaman kepada siswa untuk dapat mengetahui jawabanya maka siswa harus mengikuti pelajaran dengan baik.
  4. Membuat kaitan atau melakukan apresepsi. Membuat kaitan atau apresepsi ini dapat dilakukan guru jika akan mengajarkan suatu pengetahuan atau konsep baru kepada siswa. Kegiatan membuat kaitan atau apresepsi ini merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan karena ketika guru akan mengajarkan hal baru atau konsep baru, bisa jadi tidak semua siswa telah siap. atau bahkan siswa memiliki pemahaman yang berbeda-beda mengenai sesuatu hal yang ada kaitannya dengan materi pelajaran. Sehingga sebelum dilajutkan ke materi pokok guru perlu untuk menyatukan pemahaman seluruh siswa sehingga siswa memiliki pemahaman atau presepsi yang sama atau hampir sama tetang sesuatu hal tersebut.

    Sebagai contoh ketika guru ingin mengajarkan tentang desain rumah kepada siswa dari berbagai latar belakang yang berbeda. maka diawal pelajaran guru harus memastikan terlebih dahulu apa yang ada dipikiran siswa dan guru tentang rumah yang akan didesain adalah sama atau hampir sama. Bisa jadi siswa yang berasal dari pelosok desa yang terpencil ketika disebut kata rumah maka yang ada didalam benaknya adalah rumah terbuat dari kayu dengan ukuran kecil. Siswa yang berasal dari keluarga mampu dan tinggal di kota mungkin yang terbayang dibenaknya tentang rumah adalah sebuah bangunan yang besar. Sedangkan guru sendiri bisa jadi memiliki presepsi yang berbeda tentang rumah. Melalui apresepsi ini guru harus mampu membawa pikiran siswa tentang rumah seperti apa yang dipikirkan oleh guru. Sehingga nantinya ketika masuk kedalam pembelajaran siswa tidak kesulitan untuk memahami apa yang diinginkan oleh guru.

    Pada kegiatan ini juga guru dapat mengecek kesiapan siswa untuk menerima materi baru yang ada kaitannya dengan materi lama sebagai suatu materi prasyarat. Sebagai contoh ketika guru ingin mengajarkan perkalian sebagai materi baru maka guru harus memastikan terlebih dahulu bahwa siswa telah paham tentang materi penjumlahan. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan penyelidik diawal pembelajaran. Setelah guru yakin bahwa semua siswa telah pamah mengenai materi penjumlahan, baru guru dapat mengajarkan tentang materi perkalian.

Prinsi-prinsi dalam Membuka Pelajaran
  1. Bermakna, yaitu apapun yang dilakukan oleh guru hendaknya memiliki relevansi terhadap pembelajaran. Hindari kegiatan yang terkesan dibuat-buat untuk menarik perhatian siswa. Perhatikan karakteristik siswa serta kondisi dan situasi pada saat pembelajaran berlangsung.
  2. Berkesinambungan, yaitu gagasan dalam membuka pembelajaran harus berhubungan erat dengan pokok bahasan atau materi yang sedang dipelajari. Dilakukan secara sistematis atau terdapat kaitan yang jelas antara satu bagian dengan bagian selanjutnya. Sebaiknya kegiatan dalam membuka pelajaran ini direncanakan dengan matang sehingga penerapannya terkesan logis dan sistematis untuk hasil yang optimal.
  3. Guru hedaknya bersikap luwes dan fleksibel atau tidak kaku. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kemapuan dan pengalaman yang dimiliki oleh guru. Pengetahuan yang luas akan sangat membatu guru dalam membuka suatu pelajaran. Dalam prinsip fleksibilitas, membuka pelajaran tidak selalu dilakukan dengan mengungkapkan tujuan pembelajaran tetapi dapat dikombinasikan dengan cara bertanya, membawa benda model atau alat peraga, melalui quis dan sejenisnya yang relevan dengan materi pelajaran.
  4. Sikap antusiasme dan kehangatan. Pada saat membuka pelajaran guru hendaknya menunjukkan sikap antusias dan bersahabat terhadap siswa. Hindari sikap yang membawa kesan jutek atau kesan tidak bersahat karna akan membuat diri siswa tertekan. Dengan sikap antusiasme dan kehangatan diharapkan dapat meningkatkan motivasi yang tinggi kepada peserta didik untuk mengikuti pelajaran.

Menutup Pelajaran

Kegiatan menutup pelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri kegiatan inti pelajaran. Secara umum kegiatan menutup pelajaran dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari, mengetahui tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Seperti halnya kegiatan membuka pelajaran kegiatan menutup pelajaran juga tidak mencangkup urutan-urutan kegiatan rutin seperti memberikan salam penutup dan memberikan tugas dirumah. Berikut adalah kegiatan yang termasuk kedalam kegiatan menutup pelajaran:

  1. Meninjau kembali pelajaran yang telah disampaikan. Dapat dilakukan dengan cara merangkum inti pelajaran untuk menarik suatu kesimpulan yang mengacu pada tujuan pelajaran yang hendak dicapai. Kegiatan menarik kesimpulan sebaiknya dilakukan oleh siswa dibawah bimbingan guru. Hal ini bertujuan untuk melatih keterampilan berpikir kritis siswa.
  2. Melakukan evaluasi dengan tujuan untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran sudah tercapai atau belum. Evaluasi dapat dilakukan untuk berbagai kepentingan seperti mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang telah disampaikan atau dapat juga sebagai balikan untuk memperbaiki program pembelajaran kedepannya. Evaluasi pada saat menutup pelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti memberikan pertanyaan secara lisan, mengexplorasi pendapat siswa, atau meminta siswa untuk mendemonstrasikan sesuatu.
  3. Memberikan motivasi dan dorongan sosial dengan tujuan agar siswa lebih termotivasi lagi dalam pembelajaran berikutnya. Dalam memberikan motivasi guru dapat memberikan pujian kepada siswa di akhir pelajaran misalnya “wah diskusi hari ini sudah berjalan dengan sangat baik, saya harap pertemuan berikutnya bisa dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi partisipasi dari seluruh siswa!”.
  4. Memberikan tindak lanjut. Disini guru dapat menyampaikan apa saja harus dipelajari siswa dirumah termasuk implikasi atau penerapan dari materi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga dapat menyampaikan materi pelajaran yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya serta apa yg harus dipersiapkan oleh siswa.

Keterampilan membuka dan menutup pelajaran merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dikuasai oleh seorang guru. karna kegiatan membuka dan menutup pelajaran akan sangat menentukan keberhasilan suatu proses pembelajaran. Jika seorang guru telah mampu menimbulkan kesan yang mendalam pada saat membuka pelajaran maka siswa akan lebih termotivasi untuk mengikuti pelajaran-pelajaran selanjutnya.