Diperbarui tanggal 19/06/2022

Gaya Kognitif Reflektif

kategori Belajar dan Pembelajaran / tanggal diterbitkan 19 Juni 2022

Pengertian Gaya Kognitif

Desmita (2016:146) mengemukakan bahwa gaya kognitif adalah karakteristik individu dalam penggunaan fungsi kognitif (berpikir, mengingat, memecahkan masalah, membuat keputusan, mengorganisasi dan memproses informasi, dan seterusnya) yang bersifat konsisten dan berlangsung lama. Sedangkan menurut Woolfolk (Desmita, 2016:146) menyatakan bahwa: Gaya kognitif merupakan pola yang terbentuk dari cara individu memproses informasi, yang cenderung stabil dan dicapai dalam jangka waktu yang cukup lama, meskipun ada kemungkinan untuk berubah.

Didalam gaya kognitif terdapat suatu cara yang berbeda untuk melihat, mengena, dan mengorganisir informasi. Setiap individu akan memilih cara yang lebih disukai dalam memproses dan mengorganisir informasi sebagai respon terhadap stimulasi lingkungannya. Kemungkinan, ada individu yang memberikan respon lebih cepat, tetapi ada pula yang lebih lambat. `Selanjutnya gaya kognitif yang diungkapkan oleh Kogan (Rahman, 2008:459) gaya kognitif dapat didefinisikan sebagai variasi individu dalam cara memandang, mengigat dan berpikir atau sebagai cara tersendiri dalam hal memahami, menyimpan, mentransformasi, dan menggunkan informasi.

Sedangkan menurut Nasution (2015:94) gaya belajar adalah cara konsisten yang dilakukan oleh seorang murid dalam menangkap informasi, cara mengingat, berpikir, dan memecahkan soal. Dari beberapa pendapat dari tokoh-tokoh d iatas dapat disimpulkan bahwa gaya kognitif sama dengan gaya belajar. gaya kognitif adalah suatu cara yang dilakukan siswa secara konsisten dalam memproses, menyimpan, maupun menggunakan informasi untuk menanggapi suatu tugas atau menanggapi berbagai jenis situasi lingkungannya.

Nasution (2015:94) mengemukakan bahwa gaya kognitif memiliki beberapa tipe yaitu yang terkait dalam proses belajar-mengajar yakni field dependence-field independence, impusif-reflektif, preseptif/reseptifsistematis/ intuitif. `Menurut Nasution (2015:97) tipe orang yang implusif atau reflektif dapat diselidiki dengan test antara lain dengan memperlihatkan suatu gambar, misalnya bentuk geometris, disain rumah, mobil, dan sebagainya. Kemudian diperlihatkan sejumlah gambar-gambar lainnya dengan berbagai bentuk geometris, disain rumah atau sebagainya. Orang itu disuruh memilih gambar yang sesuai dengan dengan gambar yang diperlihatkan semula. Orang yang implusif memandang kumpulan gambar-gambar itu sepintas lalu dan cepat memilih salah satu diantaranya yang identik dengan gambar pertama sebaliknya orang yang bersifat reflektif memperlihatkan gambar-gambar itu dengan cermat, sebelum memilih salah satu yang dianggapnya ientik dengan contoh gambar pertama.

Karakteristik Gaya Kognitif Reflektif

`Santrock (Desmita, 2014:147), reflection is a cognitive style in which individuals think before they act, usually scanning information carefully and slowly. Gaya reflektif cenderung menggunakan lebih banyak waktu untuk merespon dan merenungkan akurasi jawaban. Individu reflektif sangat lamban dan berhati-hati dalam memberikan respons, tetapi cenderung memberi jawaban secara benar. Menurut Kagan dan Kogan dan Kogan (Rahmad,2008:461) orang yang memiliki gaya kognitif reflektif sangat berhatihatisebelum merespon sesuatu, dia mempertimbangkan secara hati-hati dan memanfaatkan semua alternatif. Waktu yang digunakan relatif lama dalam merespon tetapi kesalahan yang dibuat relative kecil.

`Santrock menjelaskan siswa yang reflektif juga lebih mungkin untuk menentukan sendiri tujuan belajar dan berkonsentrasi pada informasi yang relevan. Siswa yang reflektif biasanya memiliki standar kerja yang tinggi. Sejumlah bukti menunjukkan bahwa siswa reflektif lebih efektif dan lebih baik dalam pelajaran disekolah dibandingkan dengan siswa yang impulsif (Desmita, 2014:147-148).

Sedangkan menurut Nasution (2015:97) sesorang yang reflektif mempertimbangkan segala alternatif sebelum mengambil keputusan dalam situasi yang tidak mempunyai penyelesaian yang mudah.
Ghufron dan Risnawita (2013:108) juga mengungkapkan kelebihan seseorang yang memiliki gaya belajar reflektif yaitu memiliki tingkat kehatihatian yang tinggi sehingga hal tersebut juga berdampak pada kemampuannya dalam menyimpulkan sesuatu, namun kekurangannya yaitu tidak berani dalam mengambil resiko dan mereka cenderung lambat dalam mengambil keputusan serta kurang asertif terhadap apa yang dirasakannya.

Berdasarkan definisi tersebut, maka dapat ditulis bahwa siswa yang reflektif ialah siswa yang mempunyai karakteristik lambat dalam menjawab soal, tetapi cermat sehingga jawaban cenderung betul.

Karakteristik Gaya Belajar Impulsif

Menurut Nasution (2015:97) orang yang impulsif mengambil keputusan dengan cepat tanpa memikirkannya secara mendalam. Menurut Desmita (2014:147) siswa yang memiliki gaya impulsif cenderung memberikan respons secara cepat, tetapi juga melakukan sedikit kesalahan dalam proses tersebut. Menurut Kagan dan Kogan (Rahmad,2008:461) mengemukakan bahwa: orang yang memiliki gaya kognitif impulsif menggunakan alternatifalternatif secara singkat dan cepat untuk menyeleksi sesuatu. Mereka menggunakan waktu sangat cepat dalam merespon, tetapi cenderung membuat kesalahan sebab mereka tidak memanfaatkan semua altematif `Selanjutnya menurut Nasriadi (2016:17) siswa yang memiliki gaya kognitif impulsif, memberikan reaksi yang cepat terhadap masalah yang diterimanya, tanpa perenungan yang mendalam, karena hanya memerlukan waktu yang relatif singkat untuk memberikan respon atau reaksi, akibatnya kecermatan dan ketepatan responnya cenderung kurang. Berdasarkan definisi tersebut, maka dapat ditulis bahwa siswa yang implusif ialah siswa yang mempunyai karakteristik cepat dalam menjawab soal, tetapi cendrung salah.