Diperbarui tanggal 27/03/2022

Game Edukasi

kategori Media Pembelajaran / tanggal diterbitkan 27 Maret 2022 / dikunjungi: 163 kali

Pengertian Game Edukasi

Menurut Sandy dan Hidayat (2019:4) game adalah suatu cara untuk menghilangkan kepenatan dengan melakukan suatu kegiatan yang dilalui menggunakan kecerdasar berfikir dan strategi dan yang harus digunakan untuk berinteraksi dengan sistem konflik yang direkayasa secara sengaja untuk menimbulkan keseruan dalam bermain. Game merupakan suatu alat yang sangat berpengaruh bagi kehidupan dan perkembangan teknologi yang ada. Game merupakan sebagain yang tidak dipisahkan bagi kehidupan seorang anak khususnya, merupakan hal yang dapat menyebabkan kecanduan kepada yang memainkannya, serta dapat menjadi alat refreshing penghilang penat dari segala rutinitas keseharian yang telah kita lalui (Ridoi, 2014:2). Menurut Rafrastara dkk (2009:1) Game merupakan suatu bentuk hiburan yang seringkali dijadikan penyegar ppikiran dari rasa penat yang disebabkan oleh aktivitas dan rutinitas kita.

Menurut Prensky (2012 : 90), game edukasi adalah game yang didesain untuk belajar, tapi tidak bisa menawarkan bermain dan bersenang-senang. Game edukasi gabungan dari konten edukasi, prinsip belajar dan game komputer.Game berjenis edukasi ini bertujuan untuk memancing minat minat belajar anak terhadap materi pelajaran yang disajikan. Jenis ini sebenarnya lebih mengacu kepada isi dan tujuan game, bukan jenis sesungguhnya.

Dari uraian disaat dapat disimpulkan bahwa game edukasi adalah suatu media yang didesain untuk pembelajaran guna mecapai tujuan pembelajaran serta menarik perhatian siswa untuk belajar.

Jenis-jenis Game

Jenis game tentu ber aneka ragam, menurut Hamka dan Gani ada beberapa macam jenis game, diantaranya,

  1. Aksi
    Genre ini merupakan jenis game yang paling populer. Game jenis ini membutuhkan kemampuan reflex pemain. Salah satu subgenre action yang popular adalah first person shooter (FPS). Pada game FPS diperlukan kecepatan berfikir. Game ini dibuat seolah-olah pemain yang berada dalam suasana terbut. Pemain dalam game ini diberi keleluasaan untuk membangun dan suatu proyek tertentu dengan bahan baku yang terbatas.
  2. Role Playing Games (RPG)
    Dalam RPG pemain dapat memilih satu karakter untuk dimainkan. Seiring dengan naiknya level game, karakter tersebut dapat berubah, bertambah kemampuannya, bertambah senjatanya, atau bertambah hewan peliharaannya.
  3. Strategi
    Genre strategi menitikberatkan pada kemampuan pada berfikir dan berorganisasi. Game strategi dibedakan menjadi dua, yaitu Turn Based Strategy dan Real Time Strategy. Jika real time strategi mengharuskan pemain membuat keputusan dan secara bersamaan pihak lawan juga beraksi hingga menimbulkan serangkaian kejadian dalam waktu yang sebenarnya, sedangkan turn based strategi pemain bergantian menjalankan taktiknya saat pemain mengambil langkah, pihak lawan menunggu. Demikian juga sebaliknya.
  4. Balapan
    Pemain dapat memilih kendaraan, lalu menuju area balapan. Tujuannya yaitu mencapai garis finish tercepat.
  5. Olahraga
    Genre ini membawa olahraga kedalam sebuah komputer atau konsol. Biasanya gameplay dibuat semirip mungkindengan kondisi olahraga yang sebenarnya.
  6. Puzzle
    Genre puzzle menyajikan teka teki, menyamakan warna bola, perhitungan matematika, menyusun balok, atau mengenal huruf atau gambar. Menurut Pedersen dalam Haryanto dan Lakono (2012:47-54) Game puzzle adalah salah satu genre game casual yang banyak peminatnya. Game ini mempunyai tujuan sederhana yaitu memecahkan teka teki. Teka-teki yang dipecahkan dapat berupa warna yang dicocokkan, mencari tenpat yang tepat untuk suatu item, menyusun balok dan lain-lain.
  7. Permainan Kata
    Word game sering dirancang untuk menguji kemampuan dengan bahasa atau untuk mengeksplorasi sifat-sifatnya. Word game umumnya digunakan sebagai sumber hiburan, tetapi telah dibuktikan untuk melayani suatu tujuan pendidikan juga.

Prosedur Pembelajaran dalam Permainan
Menurut Darmawan (2015:194) Prosedur pembelajaran dalam permainan yaitu menu utama, petunjuk Program, Isi permainan dan Evaluasi

  1. Menu Utama
    Menu utama berisikan tampilan awal media game serta terdapat tombol untuk menuju ke game yang akan dimainkan dan terdapat tombol profil pembuat game
  2. Petunjuk Program
    Petunjuk program atau petunjuk game, diberikan disetiap jenis game puzzle. Terdapat 2 jenis game puzzle dalam permainan ini. sehingga terdapat 2 petunjuk game
  3. Isi Permainan
    Terdapat 2 jenis game puzzle, yaitu klowledge puzzle dan klowledge test puzzle. Knoelage Puzzle merupakan jenis puzzle yang menyusun potonga-potongan gambar lingkaran hingga tersusun menjadi sebuah gambar lingkaran utuh. Kemudian klowledge test puzzle merupakan puzzle yang memindahkan suatu objek jawaban ke sasaran yang tepat.
  4. Evaluasi
    Evaluasi pada game yaitu skor yang diperoleh setelah memainkan puzzle 2.

Prinsip Pengembangan Game Edukasi
Beberapa prinsip yang dilakukan dalam pengembangan game edukasi dikemukan oleh Sandy dan Hidayat (2019:13) yaitu sebagai berikut :

  1. Individualization
    Materi pembelajaran (pengetahuan) dibuat sesuai dengan kebutuhan individual dari pembelajar, sedangkan game mengadopsi level individual dari pemain.
  2. Feedback Active
    Adanya feedback yang sesuai dengan cepat untuk memperbaiki pembelajaran dan mengurangi ketidaktahuan pembelajar terhadap materi yang disampaikan, sedangkan game menyediakan feedback dengan cepat dan kontekstual.
  3. Active Learning
    Adanya kecendrungan untuk menyertakan pelajar secara aktif dalam menciptakan penemuan dan pengetahuan baru yang membangun, sedangkan game menyediakan suatu lingkungan yang membantu terjadinya penemuan baru tersebut.
  4. Motivation
    Pelajar termotivasi dengan reward yang diberikan dalam aktivitas permainan, sedangkan game melibatkan pengguna berjam-jam untuk mencapai tujuan
  5. Social
    Pengetahuan merupakan suatu proses partisipasi sosial, sedangkan game dapat dimainkan dengan orang lain (seperti game multiplayer) atau melibatkan komunitas dari pecinta game yang sama.
  6. Scaffolding
    Pelajar secara beransur-ansur ditantang dengan tingkat kesulitan yang makin tinggi dan dapat melangkah lebih maju untuk mencapai kemenangan dari permainan, sedangkan game dibangung secara multi level, pemain tidak dapat bergerak kelevel lebih tinggi sampai dia mampu menyelesaikan permainan dilevel yang ada.
  7. Transfer
    Pelajar mengembangkan kemampuan untuk mentransfer pengetahuan dari satu orang keorang yang lain, sedangkan game manjanjikan pemain mentransfer informasi dari suatu konteks ke konteks yang lain.
  8. Assessment
    Setiap individu mempunyai kesempatan untuk menilai pelajaran mereka sendiri atau membandingkan dengan orang lain.

Elemen Game

Terdapat dua elemen yang dapat digunakan dalam merancang sebuah game, yaitu elemen formal dan elemen dramatis (. Elemen formal dari sebuah game adalah elemen yang membentuk struktur dari sebuah game, tanpa adanya elemen ini sebuah game belum disebut game. Elemen dramatis adalah elemen yang membentuk unsur dramatis, elemen yang berkaitan dengan sisi emosional pemain dalam sebuah game. Elemen formal terdiri atas pemain, tujuan, prosedur, aturan, sumber daya, komflik, batasan dan hasil. Elemen dramatis terdiri dari tantangan, pemain, motif dan karakter.

Syarat Game Edukasi sebagai Media Pembelajaran

Game sebagai media pembelajaran adalah suatu permainan yang dapat menghibur dan mengandung unsur-unsur pendidikan yang bertujuan untuk bisa menjadi alat pembelajaran. Game sebagai media pembelajaran ini didalamnya harus memenuhi sayarat yang harus dipenuhi menurut Wibisono dan Yulianto (2010:38), diantaranya:

  1. Isi game harus bersifat mendidik bagi penggunanya
  2. Membuat pengguna menjadi berfikir dan terdidik dengan adanya game tersebut
  3. Iringan musik yang ada membuat pengguna menjadi terangsang untuk berfikir dan dapat menerima permainan yang dimainkan.
  4. Tampilan dapat menarik pengguna untuk memainkan game