Diperbarui tanggal 27/02/2023

Desain Pembelajaran Model Dick and Carey

kategori Strategi Pembelajaran / tanggal diterbitkan 26 Februari 2023 / dikunjungi: 16.01rb kali

Definisi

Model Desain Pembelajaran Dick and Carey merupakan model desain pembelajaran yang mengikuti pendekatan sistematis untuk mengembangkan program pembelajaran yang efektif dan efisien. Model ini terdiri dari 10 tahapan yang saling terkait dan bergantung satu sama lain. Model pembelajaran Dick and Carey memiliki beberapa komponen yaitu: pembelajaran, mengajar, pengajar, materi, dan ligkungan. Demikian halnya dengan pendidikan non formal memiliki komponen yang terdiri atas: pembelajar, pengajar, materi, dan lingkungan pembelajaran. Untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran yang telah ditetapakan maka memerlukan interaksi antar komponen. Desain pembelajaran sebagai metode yang sistematis pada tahapan yang digunakan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahapan implementasi model sistem pembelajaran ini memerlukan proses yang sistemais dan memiliki harapan untuk dapat dipergunakan secara optimal untuk mengatasi masalah-masalah pembelajaran. Bahan ajar memiliki kedudukan sebagai unsur-unsur pembelajaran bukan hanya untuk dibaca namun terlibat dalam proses pembelajaran.

Tahap pertama dalam mendesain pembelajaran diawali dengan dilakukanya analisis kebutuhan dalam pembelajaran dan melakukan identifikasi terhadap permasalahan yang akan dipecahkan. Dengan demikian pengembangan yang dilakukan didasarkan pada kebutuhan dan pemecahan masalah, berikut ini merupakan sepuluh tahapan desain pembelajaran menurut Dick and Carey seperti terlihat pada gambar 1.

Tahapan desain pembelajaran dick and careyGambar 1. 10 Tahap model desain pembelajaran dick and carey

Setiap langkah dapat dikatakan sangat jelas tujuanya sehingga bagi perancang pemula sangat cocok digunakan untuk mempelajari model pembelajaran yang lain. Kesepuluh langkah pada model Dick and Cerey menunjukan hubungan yang sangat jelas, memiliki sisitem sangat ringkas namun isinya sangat padat dari satu ke unsur lainya. Pada tahap pertama yaitu mengidentifikasi tujuan pembelajaran sangat sesuai dengan kurikulum, khususnya dalam mata pelajaran tertentu di mana tujuan pembelajaran dapat menginisiasi rancangan pengembangan. 

Tahap-tahap Model Desain Pembelajaran Dick and Carey

1. Mengidentifikasi Tujuan Pembelajaran

Identifikasi tujuan pembelajaran merupakan salah satu langkah penting dalam model desain pembelajaran Dick and Carey. Dalam tahap ini, tujuan pembelajaran yang spesifik, terukur, relevan, dan realistis akan ditetapkan dan menjadi arah bagi desain dan implementasi program pembelajaran. Berikut adalah cara untuk mengidentifikasi tujuan pembelajaran pada Dick and Carey:

  1. Tentukan tujuan pembelajaran: Tujuan pembelajaran harus jelas dan spesifik agar dapat mengarahkan desain program pembelajaran. Tujuan juga harus relevan dengan kebutuhan peserta didik dan konteks pembelajaran.
  2. Identifikasi karakteristik peserta didik: Identifikasi karakteristik peserta didik seperti latar belakang pendidikan, usia, kemampuan, dan kebutuhan pembelajaran khusus.
  3. Identifikasi konteks pembelajaran: Konteks pembelajaran seperti lingkungan pembelajaran, perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan, dan waktu pembelajaran harus dipertimbangkan dalam desain program pembelajaran.
  4. Identifikasi masalah pembelajaran: Identifikasi masalah pembelajaran yang dihadapi peserta didik, seperti kesulitan belajar, ketidakmampuan memahami konsep, dan lain-lain.
  5. Identifikasi tujuan instruksional: Setelah tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik diketahui, langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan instruksional. Tujuan instruksional akan menentukan apa yang harus dicapai oleh peserta didik melalui program pembelajaran.
  6. Identifikasi kriteria evaluasi: Identifikasi kriteria evaluasi akan membantu dalam menilai keberhasilan program pembelajaran dalam mencapai tujuan instruksional.

Mengidentifikasi tujuan pembelajaran dengan tepat sangat penting untuk menciptakan program pembelajaran yang efektif dan efisien. Tujuan pembelajaran yang spesifik dan terukur dapat membantu mengukur kemajuan peserta didik dan memastikan bahwa program pembelajaran mencapai tujuannya.

2. Analisis Tugas Pembelajaran

Analisis tugas pembelajaran merupakan langkah kedua dalam model desain pembelajaran Dick and Carey. Analisis tugas pembelajaran bertujuan untuk memahami secara detail tugas yang harus dikuasai oleh peserta didik dan mengidentifikasi kemampuan-kemampuan dasar yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas tersebut. Dalam melakukan analisis tugas pada model ini, terdapat beberapa tahap yang harus dilakukan, yaitu:

  1. Identifikasi Tugas: Identifikasi tugas yang harus dikuasai oleh peserta didik. Tugas dapat diidentifikasi dari kurikulum, standar kompetensi, dan indikator pencapaian.
  2. Deskripsi Tugas: Deskripsikan tugas secara rinci dan jelas, termasuk proses, prosedur, dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyelesaikan tugas tersebut.
  3. Identifikasi Kemampuan: Identifikasi kemampuan dasar yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas tersebut. Kemampuan dapat berupa pengetahuan, keterampilan, atau sikap yang harus dikuasai oleh peserta didik.
  4. Analisis Kemampuan: Analisis kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas tersebut. Analisis ini dapat dilakukan dengan cara membandingkan kemampuan yang dimiliki peserta didik dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut.
  5. Identifikasi Keterampilan yang Diperlukan: Identifikasi keterampilan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas tersebut. Keterampilan dapat berupa keterampilan dasar, keterampilan prosedural, atau keterampilan konseptual.
  6. Identifikasi Faktor Pendukung dan Penghambat: Identifikasi faktor-faktor yang dapat membantu atau menghambat peserta didik dalam melaksanakan tugas tersebut. Faktor-faktor ini dapat berasal dari lingkungan, alat, dan orang lain.

Dalam melakukan analisis tugas pembelajaran pada model Dick and Carey, penting untuk melibatkan para ahli dan stakeholder yang terkait dalam pembuatan program pembelajaran, seperti guru, siswa, dan orang tua siswa. Analisis tugas yang baik akan membantu dalam menentukan desain pembelajaran yang sesuai dengan tugas yang harus dikuasai oleh peserta didik dan kemampuan yang harus dimiliki.

3. Analisis Karakteristik Peserta Didik dan Konteks Pembelajaran

Pada langkah ini, perancang instruksional mengumpulkan informasi tentang peserta didik dan konteks pembelajaran di mana pembelajaran akan berlangsung. Informasi ini digunakan untuk mengembangkan pembelajaran yang sesuai untuk pembelajar dan konteksnya.

Untuk menganalisis pembelajar, perancang harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti:

  1. Pengetahuan dan keterampilan sebelumnya: Pengetahuan dan keterampilan apa yang sudah dimiliki peserta didik? Bagaimana pengetahuan dan keterampilan ini dibangun atau dimanfaatkan dalam pengajaran?
  2. Gaya belajar: Apa gaya belajar yang disukai peserta didik? Bagaimana pembelajaran dirancang untuk mengakomodasi gaya belajar tersebut?
  3. Motivasi: Apa yang memotivasi peserta didik? Apa tujuan dan aspirasi mereka? Bagaimana pembelajaran dapat dirancang untuk melibatkan dan memotivasi mereka?
  4. Demografi: Rentang usia, tingkat pendidikan, dan latar belakang budaya peserta didik? Bagaimana pembelajaran dapat dirancang agar tidak bertentangan dengan budaya setempat?
  5. Kebutuhan khusus: Apakah ada peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus atau disabilitas? Bagaimana pembelajaran dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut?

Untuk menganalisis konteks, perancang harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti:

  1. Lingkungan belajar: Bagaimana lingkungan fisik di mana instruksi akan berlangsung? Bagaimana pembelajaran dirancang agar sesuai untuk lingkungan tersebut?
  2. Teknologi: Teknologi apa yang tersedia untuk dapat digunakan dalam pembelajaran? Bagaimana pembelajaran dirancang untuk memanfaatkan teknologi tersebut?
  3. Kendala waktu: Berapa banyak waktu yang tersedia untuk pembelajaran? Bagaimana pembelajaran dapat dirancang agar sesuai dengan kerangka waktu yang tersedia?
  4. Sumber daya: Sumber daya apa yang tersedia untuk pembelajaran? Bagaimana pembelajaran dirancang untuk memanfaatkan sumber daya tersebut?

Dengan menganalisis karakteristik pembelajar dan konteks pembelajaran, perancang dapat mengembangkan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajar dan sesuai dengan konteks di mana pembelajaran itu akan berlangsung. Hal ini dapat membantu untuk memastikan bahwa pengajaran efektif dan menarik bagi peserta didik.

4. Merumuskan Tujuan Pembelajaran Khusus

Tujuan pembelajaran khusus menjelaskan apa yang dapat dilakukan peserta didik setelah menyelesaikan pembelajaran. Tujuan tersebut harus spesifik, terukur, dan dapat dicapai dalam kerangka waktu pembelajaran.

Berikut langkah-langkah penulisan tujuan pembelajaran khusus dengan menggunakan model Dick and Carey:

  1. Identifikasi pengetahuan, keterampilan, atau sikap khusus yang harus dikuasai peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  2. Tulis tujuan pembelajaran berupa apa yang dapat dilakukan peserta didik setelah menyelesaikan pembelajaran. Setiap tujuan harus ditulis dalam pernyataan yang jelas dan ringkas dan mencakup unsur-unsur berikut:
    1. Sikap atau tindakan yang harus dimiliki pembelajar
    2. Kondisi di mana perilaku atau tindakan akan dilakukan
    3. Kriteria atau standar untuk mengukur kinerja
  3. Pastikan bahwa tujuan pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran dan tingkat peserta didik.
  4. Mengatur tujuan pembelajaran dalam urutan logis untuk memandu pengembangan pembelajaran.
  5. Tinjau tujuan pembelajaran kembali untuk memastikan bahwa tujuan tersebut jelas, terukur, dan dapat dicapai dalam kerangka waktu pembelajaran.

Dengan menulis tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur, perancang dapat memastikan bahwa pembelajaran difokuskan pada hasil pembelajaran tertentu dan dapat dievaluasi keefektifannya. Hal ini dapat membantu untuk memastikan bahwa pembelajaran relevan dan berguna bagi peserta didik.

5. Mengembangkan Instrumen Penilaian

Berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah disusun langkah berikutnya yaitu menyusun instrumen penilaian. Instrumen penilaian digunakan untuk mengukur sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Instrumen penilaian harus dirancang agar valid, andal, dan sesuai untuk peserta didik dan konteks pengajaran.

Berikut langkah-langkah penyusunan instrumen asesmen dengan model Dick and Carey:

  1. Tinjau tujuan pembelajaran untuk menentukan apa yang perlu dinilai.
  2. Pilih metode penilaian yang sesuai untuk tujuan pembelajaran dan peserta didik. Metode penilaian dapat mencakup tes tertulis, tugas kinerja, observasi, atau penilaian diri.
  3. Mengembangkan instrumen penilaian. Seperti membuat soal pertanyaan atau tugas pembelajaran, mengembangkan rubrik penilaian, atau membuat alat penilaian diri.
  4. Uji coba instrumen asesmen untuk memastikan bahwa instrumen tersebut valid dan reliabel. Hal ini dapat dilakukan dengan mengujicobakan instrumen penilaian kepada sekelompok kecil peserta didik dan menganalisis hasilnya untuk memastikan bahwa instrumen dapat mengukur apa yang hendak diukur (valid) dan reliabel.
  5. Merevisi instrumen penilaian berdasarkan hasil uji coba jika perlu.
  6. Melakukan penilaian kepada peserta didik dan menganalisis hasilnya untuk menentukan sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran.
  7. Gunakan hasil penilaian untuk melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran atau untuk memberikan dukungan tambahan kepada pembelajar yang membutuhkannya.

Dengan mengembangkan instrumen penilaian yang valid dan reliabel, perancang pembelajaran dapat memastikan bahwa desain pembelajaran tersebut efektif dalam mencapai hasil belajar yang diinginkan. Penilaian juga dapat memberikan umpan balik yang berharga kepada peserta didik dan instruktur dan dapat membantu mengidentifikasi area yang mungkin memerlukan perhatian atau dukungan lebih lanjut.

6. Mengembangkan Strategi Pembelajaran

Strategi pembelajaran merupakan metode dan model pembelajaran yang akan digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran dan mencapai tujuan pembelajaran. Strategi pembelajaran harus didasarkan pada analisis peserta didik, konteks, dan tujuan pembelajaran.

Berikut adalah langkah-langkah untuk mengembangkan strategi pembelajaran dengan menggunakan model Dick and Carey:

  1. Tinjau hasil analisis peserta didik dan konteks pembelajaran untuk mengidentifikasi strategi pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan kepada peserta didik.
  2. Tinjau tujuan pembelajaran untuk menentukan metode dan kegiatan apa yang sesuai dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
  3. Pilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan peserta didik dan dapat mencapai tujuan pembelajaran. Strategi pembelajaran dapat mencakup ceramah, demonstrasi, diskusi, simulasi, berbasis kasus atau proyek.
  4. Mengatur strategi pembelajaran menjadi urutan yang koheren yang dapat membantu peserta didik dalam proses pembelajaran. Hal tersebut dapat berupa urutan penyampaian materi pembelajaran, menyampaikan konsep baru secara bertahap, dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengikuti praktik dan mendapatkan umpan balik.
  5. Mengembangkan bahan ajar untuk mendukung strategi pembelajaran. Ini dapat berupa handout, alat bantu visual, atau materi multimedia.
  6. Uji coba strategi dan materi pembelajaran pada kelompok kecil untuk memastikan bahwa strategi tersebut efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.
  7. Merevisi strategi pembelajaran dan materi berdasarkan hasil uji coba.
  8. Menerapkan strategi pembelajaran dan bahan ajar dalam proses pembelajaran.
  9. Memantau penerapan strategi dan bahan pembelajaran serta membuat revisi yang diperlukan untuk memastikan bahwa strategi tersebut efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Dengan mengembangkan strategi pembelajaran yang koheren dan efektif, perancang pembelajaran dapat memastikan bahwa proses pembelajaran difokuskan pada pencapaian hasil belajar yang diinginkan dan bahwa siswa terlibat dan termotivasi untuk belajar. Strategi pembelajaran juga dapat memberikan panduan kepada instruktur dan membantu memastikan konsistensi dalam melaksanakan pembelajaran.

7. Mengembangkan dan Memilih Bahan Ajar

Mengembangkan dan memilih bahan ajar merupakan langkah penting dalam model desain pembelajaran Dick and Carey. Bahan ajar dapat berupa buku teks, handout, bahan multimedia, dan bahan lain yang digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran. Bahan ajar harus dipilih atau dikembangkan berdasarkan analisis peserta didik, konteks, dan strategi pembelajaran.

Berikut langkah-langkah untuk mengembangkan dan memilih bahan ajar menggunakan model Dick and Carey:

  1. Tinjau hasil analisis peserta didik dan konteks pembelajaran untuk mengidentifikasi bahan ajar yang paling sesuai dengan peserta didik dan konteks pembelajaran. Seperti mempertimbangkan usia peserta didik, latar belakang budaya, dan pengetahuan sebelumnya.
  2. Tinjau strategi pembelajaran untuk menentukan jenis bahan ajar yang dapat mendukung pembelajaran. Seperti pemilihan atau pengembangan materi yang akan membantu menjelaskan konsep, memberikan contoh, atau memfasilitasi praktik dan umpan balik.
  3. Mengidentifikasi bahan ajar yang sesuai untuk pembelajaran. Seperti buku teks, artikel, video, atau materi lain yang tersedia.
  4. Mengembangkan bahan ajar baru sesuai kebutuhan. Seperti pembuatan handout, alat bantu visual, atau materi multimedia.
  5. Uji coba bahan ajar pada sekelompok kecil peserta didik untuk memastikan bahwa bahan ajar tersebut efektif dalam mendukung strategi pembelajaran.
  6. Merevisi bahan ajar berdasarkan hasil uji coba.
  7. Pilih bahan ajar yang paling efektif dalam mendukung strategi pembelajaran dan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  8. Atur bahan ajar menjadi urutan yang koheren yang memandu peserta didik melalui proses pembelajaran. Ini dapat mencakup urutan materi, memperkenalkan konsep baru secara bertahap, dan memberikan kesempatan untuk praktik dan pemberian umpan balik.
  9. Pastikan bahwa bahan ajar dapat diakses dan mudah digunakan oleh peserta didik.

Dengan mengembangkan dan memilih bahan ajar yang efektif, perancang pembelajaran dapat mendukung strategi pembelajaran dan membantu memastikan bahwa siswa terlibat dan termotivasi untuk belajar. Bahan ajar juga dapat memberikan panduan kepada instruktur dan membantu memastikan konsistensi dalam melaksanakan pembelajaran.

8. Merancang dan Mengembangkan Evaluasi Formatif

Evaluasi formatif adalah proses pengumpulan umpan balik dan data yang berkelanjutan selama proses desain dan pengembangan pembelajaran dengan tujuan untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan membuat revisi yang diperlukan untuk memastikan bahwa pembelajaran tersebut efektif dalam mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.

Berikut langkah-langkah merancang dan melakukan evaluasi formatif dengan menggunakan model Dick and Carey:

  1. Menentukan pertanyaan evaluasi yang perlu dijawab. Pertanyaan-pertanyaan ini harus terkait dengan keefektifan pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran dan harus sesuai dengan metode evaluasi.
  2. Pilih metode evaluasi yang sesuai dengan pertanyaan evaluasi dan peserta didik. Metode evaluasi dapat mencakup survei, wawancara, observasi, kelompok fokus, atau penilaian kinerja.
  3. Mengembangkan instrumen evaluasi. Ini dapat mencakup mengembangkan pertanyaan survei, protokol wawancara, atau daftar periksa observasi.
  4. Uji coba instrumen evaluasi pada sekelompok kecil peserta didik untuk memastikan bahwa evaluasi yang disusun efektif dalam mengumpulkan data yang diperlukan.
  5. Merevisi instrumen evaluasi berdasarkan hasil uji coba.
  6. Menerapkan instrumen evaluasi dan mengumpulkan data dari peserta didik dan instruktur.
  7. Menganalisis data dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dalam pembelajaran. Mencakup identifikasi area di mana pembelajar mengalami kesulitan, area di mana pengajaran tidak efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran, atau area di mana materi atau strategi pembelajaran perlu direvisi.
  8. Gunakan hasil evaluasi untuk membuat revisi desain pembelajaran atau bahan ajar.
  9. Ulangi proses evaluasi sesuai kebutuhan untuk memastikan bahwa proses pembelajaran efektif dalam mencapai hasil belajar yang diinginkan.

Dengan merancang dan melakukan evaluasi formatif, perancang pembelajaran dapat memastikan bahwa proses pembelajaran efektif dalam mencapai hasil belajar yang diinginkan serta dapat melakukan revisi untuk meningkatkan hasil pembelajaran sesuai kebutuhan. Evaluasi formatif juga dapat memberikan umpan balik yang berharga kepada peserta didik dan instruktur serta dapat membantu mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian atau dukungan lebih lanjut.

9. Melakukan Revisi Terhadap Desain Pembelajaran

Langkah ini melibatkan meninjau hasil proses evaluasi formatif dan membuat perubahan yang diperlukan untuk instruksi untuk meningkatkan keefektifannya dalam mencapai hasil belajar yang diinginkan.

Berikut langkah-langkah merevisi pembelajaran dengan model Dick and Carey:

  1. Meninjau hasil proses evaluasi formatif. Mencakup analisis data yang dikumpulkan dari peserta didik dan instruktur, serta umpan balik dari pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengajaran.
  2. Identifikasi area di mana pembelajaran tidak efektif dalam mencapai hasil belajar yang diinginkan. Ini dapat mencakup area di mana pembelajar kesulitan, area di mana materi atau strategi pembelajaran tidak efektif, atau area di mana proses pembelajaran tidak selaras dengan tujuan kinerja.
  3. Mengembangkan rencana untuk merevisi desain pembelajaran. Mencakup identifikasi bahan ajar baru, memodifikasi bahan yang ada, atau mengubah strategi pembelajaran.
  4. Terapkan revisi pembelajaran. Seperti memperbarui bahan ajar, memodifikasi rencana pelajaran, atau mengubah urutan pembelajaran.
  5. Uji coba desain pembelajaran yang telah direvisi dengan sekelompok kecil peserta didik untuk memastikan bahwa revisi tersebut efektif dalam meningkatkan pembelajaran.
  6. Kumpulkan umpan balik dari peserta didik dan instruktur tentang instruksi yang direvisi.
  7. Menganalisis hasil uji coba dan umpan balik untuk menentukan apakah diperlukan revisi lebih lanjut.
  8. Menerapkan instruksi yang telah direvisi dengan peserta didik.
  9. Pantau pelaksanaan instruksi yang direvisi dan kumpulkan data untuk menentukan apakah revisi telah meningkatkan efektivitas instruksi dalam mencapai hasil belajar yang diinginkan.

Dengan merevisi pembelajaran, perancang instruksional dapat memastikan bahwa desain pembelajaran tersebut efektif dalam mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan dan dapat menyediakan pembelajar dengan dukungan dan sumber daya yang mereka butuhkan. Revisi juga dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi pelajar dengan memastikan bahwa pembelajaran tersebut relevan dan menarik.

10. Merancang dan dan Mengembangkan Evaluasi Sumatif

Merancang dan melakukan evaluasi sumatif merupakan langkah terakhir dalam model desain pembelajaran Dick and Carey. Evaluasi sumatif adalah penilaian terhadap keseluruhan keefektifan pengajaran dalam mencapai hasil belajar yang diinginkan. Tujuan evaluasi sumatif adalah untuk menentukan sejauh mana pembelajaran telah mencapai tujuannya serta untuk memberikan umpan balik untuk perbaikan di masa mendatang.

Berikut langkah-langkah merancang dan melakukan evaluasi sumatif dengan menggunakan model Dick and Carey:

  1. Mengembangkan rencana evaluasi sumatif. Mencakup pertanyaan evaluasi, metode evaluasi, dan kriteria keberhasilan.
  2. Pilih metode evaluasi yang sesuai untuk pertanyaan evaluasi dan peserta didik. Metode evaluasi dapat mencakup survei, wawancara, observasi, kelompok fokus, atau penilaian kinerja.
  3. Mengembangkan instrumen evaluasi. Mencakup mengembangkan pertanyaan survei, wawancara, atau lembar observasi.
  4. Uji coba instrumen evaluasi pada kelompok kecil peserta didik untuk memastikan efektifitas dalam mengumpulkan data yang diperlukan.
  5. Merevisi instrumen evaluasi berdasarkan hasil uji coba.
  6. Menerapkan instrumen evaluasi dan mengumpulkan data dari peserta didik dan instruktur.
  7. Menganalisis data dan menentukan sejauh mana pembelajaran telah mencapai tujuannya. Seperti membandingkan kinerja pembelajar sebelum dan sesudah pembelajaran, serta menganalisis umpan balik pembelajar tersebut.
  8. Gunakan hasil evaluasi untuk melakukan revisi yang diperlukan pada program pembelajaran atau bahan ajar di masa mendatang.
  9. Komunikasikan hasil evaluasi sumatif kepada pemangku kepentingan, termasuk peserta didik, instruktur, dan administrator.

Dengan merancang dan melakukan evaluasi sumatif, perancang instruksional dapat memastikan bahwa program pembelajaran tersebut efektif dalam mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan dan dapat memberikan umpan balik yang berharga untuk perbaikan di masa mendatang. Evaluasi sumatif juga dapat memberikan bukti keefektifan program pembelajaran kepada pemangku kepentingan, yang dapat membantu mendapatkan dukungan dimasa mendatang.