Diperbarui tanggal 14/04/2022

Bank

kategori Umum / tanggal diterbitkan 14 April 2022

Pengertian Bank

Mengacu pada UU No.14/1967 di pasal 1 mengenai pokok-pokok perbankan menjelaskan tentang pengertian bank adalah suatu lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Kemudian pada Undang-Undang atau aturan yang sama telah dijelaskan mengenai badan keuangan bahwa badan keuangan adalah “ semua badan yang melalui kegiatan-kegiatannya dibidang keuangan, menarik uang dan menyalurkannya kepada masyarakat.

Menurut Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 perubahan Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan tentang perbankan, Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak. Menurut Latumaerissa (2012) bank di definisikan suatu badan usaha yang kegiatan utamanya menerima simpanan dari masyarakat dan/atau pihak lainnya, kemudian mengalokasikannya kembali untuk memperoleh keuntungan serta menyediakan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Menurut Kasmir (2012) bank diartikan sebagai lembaga keuangannya yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan berbagai jasa lainnya.

Fungsi Bank

Menurut Latumaerissa (2012) fungsi bank adalah sebagai berikut:

  1. Agent of Trust
    Fungsi ini menunjukan bahwa aktivitas intermediary yang dilakukan oleh dunia perbankan dilakukan berdasarkan asas kepercayaan, artinya kegiatan pengumpulan dana yang dilakukan oleh bank tentu harus didasari rasa percaya dari masyarakat terhadap kredibilitas dan eksistensi dari masing-masing bank yang bersangkutan. Kepercayaan itu berkaitan dengan masalah keamanan dana masyarakat yang ada di bank.
  2. Agent of Development
    Agent of Development, yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi disuatu negara. Kegiatan bank berupa penghimpun dan penyalur dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil. Kegiatan bank tersebut antara lain memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi, distribusi dan konsumsi tidak dapat dilepas dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi, distribusi dan konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian suatu masyarakat.
  3. Agent of Service
    Industri perbankan adalah lembaga yang bergerak di bidang jasa keuangan maupun jasa nonkeuangan. Sebagai bank, disamping memberikan pelayanan jasa keuangan, bank juga turut serta dalam memberikan jasa pelayanan lain seperti jasa transfer, jasa kotak pengaman (Safety Box), inkaso (collection), dan lain sebagainya.

Kegiatan Usaha Bank

Menurut Kasmir (2012), kegiatan masing-masing jenis bank dilihat dari segi fungsinya adalah sebagai berikut:

Kegiatan Bank Umum

Kegiatan bank umum secara lengkap meliputi kegiatan sebagai berikut:

  1. Menghimpun Dana (Funding)
    Kegiatan menghimpun dana merupakan kegiatan membeli dana dari masyarakat. Kegiatan ini dikenal juga dengan kegiatan funding. Kegiatan membeli dana dapat dilakukan dengan cara menawarkan berbagai jenis simpanan. Simpanan sering disebut dengan nama rekening atau account. Jenis-jenis simpanan yang ada diantaranya simpanan giro, tabungan, dan deposito.
  2. Menyaluran Dana (Lending)
    Menyalurkan dana merupakan kegiatan menjual dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat. Kegiatan ini dikenal dengan nama kegiatan Lending. Penyaluran dana yang dilakukan oleh bank dilakukan melalui pemberian pinjaman yang dalam masyarakat lebih dikenal dengan nama kredit. Kredit yang diberikan oleh bank terdiri dari beragam jenis, tergantung dari kemampuan bank yang menyalurkannya. Demikian pula dengan jumlah serta tingkat suku bunga yang ditawarkan.

    Secara umum jenis-jenis kredit ditawarkan meliputi Kredit Investasi, Kredit Modal Kerja, Kredit Perdagangan, Kredit Produktif, Kredit Konsumtif, dan Kredit Profesi.
  3. Memberikan jasa-jasa bank lainnya (Service)
    Jasa-jasa bank lainnya merupakan kegiatan penunjang untuk mendukung kelancaran kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana. Sekalipun sebagai kegiatan penunjang, kegiatan ini sangat memberikan keuntungan bagi bank dan nasabahnya, bahkan kegiatan ini memberikan kontribusi keuntungan yang tidak sedikit bagi bank, apalagi keuntungan dari spread based semakin mengecil, bahkan cenderung negatif spread (bunga simpanan lebih besar dari bunga kredit).
    Dalam praktiknya jasa-jasa bank yang ditawarkan yaitu kiriman uang (transfer), kliring, inkaso, Safe Deposit Box, Bank Card, Bank Garansi, L/C, Cek Wisata, dan lain sebagainya.

Kegiatan Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Kegiatan Bank Perkreditan Rakyat pada dasarnya sama dengan kegiatan bank umum, hanya yang menjadi perbedaan adalah jumlah jasa bank yang dilakukan BPR jauh lebih sempit. Bank Perkreditan Rakyat dibatasi oleh beberapa persyaratan, sehingga tidak dapat berbuat seleluasa bank umum. Keterbatasan kegiatan Bank Perkreditan Rakyat juga dikaitkan dengan misi pendirian BPR itu sendiri. Dalam praktiknya kegiatan Bank Perkreditan Rakyat adalah sebagai berikut:

  1. Menghimpun dana hanya dalam bentuk simpanan tabungan dan simpanan deposito.
  2. Meyalurkan dana dalam bentuk Kredit Investasi, Kredit Modal Kerja, dan Kredit Perdagangan.
    Karena keterbatasan yang dimiliki oleh BPR, maka ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan BPR. Larangan ini meliputi hal-hal sebagai berikut:
    1. Menerima simpanan giro
    2. Mengikuti kliring
    3. Melakukan kegiatan Valuta Asing
    4. Melakukan kegiatan Perasuransian.

Jenis-Jenis Bank

Menurut Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998, bank dibedakan menjadi dua jenis yaitu bank umum dan bank perkreditan rakyat.

Bank Umum

Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional. Sifat jasa yang diberikan adalah umum dalam arti dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Begitu juga wilayah operasinya dapat dilakukan diseluruh wilayah. Bank umum sering juga disebut bank komersil (comerssil bank).

Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiataanntya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran, artinya disini kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum.

Selain itu jenis-jenis bank dalam Latumerissa (2012) dibagi menjadi beberapa, yaitu berdasarkan fungsi, status kepemilikan, kegiatan operasional, penciptaan uang giral dan sistem organisasi.

Berdasarkan Fungsi

  1. Bank Sentral adalah bank yang merupakan badan hukum milik Negara yang tugas pokoknya membantu pemerintah.
  2. Bank Umum adalah bank yang sumber utama dananya berasal dari simpanan pihak ketiga, serta pemberian kredit jang pendek dalam penyaluran dana.
  3. Bank Pembangunan adalah bank yang pengumpulan dananya berasal dari penerimaan depositi serta Commersial paper.
  4. Bank Syariah adalah bank yang dilaksanakan berdasar pada hukum islam.
  5. Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melayani pengusaha mikro kecil dan menengah. Bank ini pada umumnya dekat dengan masyarakat yang membutuhkan.

Berdasarkan Kepemilikan.

  1. Bank Milik Negara adalah bank yang seluruh modalnya berasal dari kekayaan Negara yang dipisahkan dan pendiriannya dibawah Undang-Undang.
  2. Bank Milik Swasta Nasional adalah bank milik swasta yang dididirikan dalam bentuk hukum perseroan terbatas, dimana seluruh sahamnya dimiliki oleh WNI atau badan-badan hukum di Indonesia.
  3. Bank Swasta Asing adalah bank yang didirikan dalam bentuk cabang bank yang sudah ada diluar negeri atau dalam bentuk campuran antara bank asing dengan bank nasional yang ada diindonesia.
  4. Bank Pembangunan Daerah adalah bank yang pendiriannya berdasarkan peraturan daerah provinsi dan sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pemerintah kota dan pemerintah kabupaten diwilayah yang bersangkutan dan modalnya merupakan harta kekayaan daerah.
  5. Bank Campuran adalah bank yang sebagian sahamnya dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta nasional.

Berdasarkan Kegiatan Operasional.

  1. Bank Devisa adalah bank yang mempunyai hak dan wewenang yang diberikan oleh Bank Indonesia untuk melakukan transaksi valuta asing dan lalu-lintas devisa serta hubungan koresponden dengan bank asing luar negeri.
  2. Bank Nondevisa adalah bank yang dalam operasionalnya hanya melaksanakan transaksi di dalam negeri tidak melakukan transaksi valuta asing dan tidak melakukan hubungan dengan bank asing diluar negeri.

Berdasarkan Penciptaan Uang Giral.

  1. Bank Primer adalah bank yang kegiatan operasionalnya tidak sekedar menghimpun dan menyalurkan dananya, tetapi juga melaksanakan semua transaksi yang berhubungan langsung dengan kas.
  2. Bank Sekunder adalah bank yang kegiatan operasionalnya hanya sekedar melaksankan transaksi kas secara langsung.

Berdasarkan Sistem Organisasi.

  1. Unit Banking System adalah bank yang kegiatan operasionalnua hanya mempunyai satu kantor saja dan melayani masyarakat disekitar wilayah itu.
  2. Branch Banking System adalah bank yang kegiatan operasionalnya beberapa wilayah dan memiliki beberapa kantor cabang, dimana sistem organisasi, keuangan dan sumber daya manusia terkait dengan kantor pusat.