Diperbarui tanggal 14/04/2022

Audit Judgment

kategori Akuntansi / tanggal diterbitkan 14 April 2022

Pengertian Audit Judgment

Pengertian audit judgment menurut Alvin A.Arens dkk merupakan suatu pertimbangan pribadi atau cara pandang auditor dalam menanggapi informasi berhubungan dengan tanggung jawab dan risiko audit yang akan dihadapi auditor, yang mempengaruhi pembuatan opini akhir auditor terhadap laporan keuangan suatu entitas atau jenis lainya yang mengacu pada pembentukan ide, atau perkiraan tentang objek, peristiwa, dan keaadan atau jenis lainnya dari fenomenaatau pertimbangandiri pribadi adalah faktor perilaku individu. Siti Jamilah dkk. menyatakan bahwa seorang auditor akan melakukan audit judgment dalam sebuah tugas audit laporan keuangan. Auditor mempertimbangkan dan memilih bukti audit mana yang akan digunakan karena proses audit atas laporan keuangan suatu entitas tidak dilakukan pada semua bukti yang ada. Auditor akan memilih bukti-bukti yang dicurigai terdapat kesalahan. Bukti-bukti inilah yang dijadikan sebagai pertimbangan bagi auditor untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan perusahaan.
Audit judgment adalah Kebijakan auditor dalam menentukan pendapat mengenai hasil auditnya yang mengacu pada pembentukan suatu gagasan, pendapat atau perkiraan tentang suatu objek, peristiwa, status, atau jenis peristiwa lain (Mulyadi, 2010:29). Siti Asih Nadhirih (2010) menyatakan bahwa Audit Judgmen merupakan suatu pertimbangan yang mempengaruhi dokumentasi bukti dan keputusan pendapat yang dibuat oleh auditor. Menurut Idris (2012), dalam setiap proses audit digunakan judgment. Ketepatan judgment auditor akan mempengaruhi kualitas hasil audit dan opini auditor. Kejadian-kejadian masa lalu, sekarang dan yang akan datang merupakan dasar bagi auditor dalam memberikan judgment. Pertimbangan yang mempengaruhi keputusan yang diambil auditor merupakan audit judgment. Dalam pembuatan judgment ini auditor mempunyai kesadaran bahwa suatu pertanggung jawaban merupakan faktor yang cukup penting karena penilaiannya akan ditinjau dan dimintai keterangan. Kualitas judgment akan menunjukkan seberapa baik kinerja seorang auditor dalam melakukan tugasnya. (Tielman, 2011).

Praditaningrum (2012) menyatakan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi auditor dalam melakukan audit judgment. Terdapat faktor teknis dan nonteknis yang mempengaruhi auditor dalam membuat audit judgment. Faktor teknis dapat dilihat dari aspek perilaku individu. Aspek perilaku individu merupakan faktor yang mempengaruhi persepsi auditor dalam menerima dan mengelola informasi yang meliputi faktor pengetahuan, perilaku auditor dalam pengambilan dan penilaian informasi, pengalaman, tekanan ketaatan, serta kompleksitas tugas. Sedangkan gender merupakan faktor non teknis yang mempengaruhi judgment auditor.

Menurut Alvin A. Arens, Mark S. Beasley dan Randal J. Elder (2011:516) ada lima jenis pengujian yang digunakan untuk menentukan apakah laporan keuangan disajikan dengan layak. Kelima pengujian tersebut yaitu:

  1. Pengujian pemahaman atas pengendalian intern
    Auditor harus memahami efektivitas aspek rancangan dan operasional dari pengendalian intern entitas yang akan diaudit.
  2. Pengujian pengendalian intern
    Pengujian pengendalian dilakukan untuk menentukan kelayakan dari rancangan dan efektifitas operasi dari pengendalian intern khusus. Pengujian pengendalian mencakup prosedur-prosedur audit seperti berikut:
    1. Melakukan wawancara dengan pegawai yang tepat
    2. Memeriksa dokumen, catatan-catatan, dan laporan-laporan.
    3. Mengamati kegiatan-kegiatan pengendalian.
    4. Melaksanakan kembali prosedur auditan.
  3. Pengujian substantif atas transaksi
    Pengujian substantif adalah prosedur yang digunakan untuk menguji kekeliruan dalam bentuk uang yang langsung mempengaruhi kebenaran saldo laporan keuangan atau salah saji moneter. Tujuan dari pengujian substantif atas transaksi adalah untuk menentukan apakah transaksi akuntansi klien telah diotorisasi dengan pantas, dicatat dan diikhtisarkan dalam jurnal dengan benar dan diposting ke buku besar dan buku tambahan dengan benar.
  4. Prosedur analitis
    Prosedur analitis meliputi perbandingan dari jumlah yang tercatat dengan angka tertentu yang dikembangkan oleh auditor. Tujuan utama dari prosedur analitis yaitu untuk menentukan kemungkinan adanya salah saji dalam laporan keuangan dan mengurangi pengujian audit yang lebih rinci.
  5. Pengujian terinci atas saldo
    Pengujian terinci atas saldo merupakan pengujian yang digunakan untuk menguji salah saji moneter.
    Dalam pengawasan internal pemerintah terdapat pos-pos untuk melakukan pengawasan represif atau audit. Walaupun BPKP melakukan audit, namun audit tersebut berbeda dengan yang dilakukan oleh BPK. Tindakan BPKP sebagai auditor internal pemerintah tidak memberikan opini terhadap lembaga yang diperiksanya sedangkan BPK memberikan opini. Opini yang dikeluarkan oleh BPK, misalnya wajar tanpa pengecualian, wajar dengan pengecualian dan disclaimer terhadap lembaga yang diperiksanya (Suseno : 2010).