Diperbarui tanggal 23/02/2023

Konstruksi Dinding Penahan Tanah

kategori Teknik Sipil / tanggal diterbitkan 23 Februari 2023 / dikunjungi: 1.76rb kali

Pengertian

Menurut Braja M Das (1995) konstruksi penahan tanah seperti dinding penahan, dinding bangunan bawah tanah (basement), dan turap baja, dapat digunakan untuk teknik pondasi,konstruksi penahan tanah biasanya digunakan untuk menahan massa tanah dengan talud vertikal. Untuk perencanaan konstruksi penahan tanah yang baik, maka perlu mengetahui gaya horisontal yang bekerja antara massa tanah yang ditahan dan konstruksi dinding penahan tanah. Dinding penahan tanah (tembok penahan) yaitu suatu konstruksi yang dibangun untuk mencegah keruntuhan pada tanah yang curam atau lereng serta menahan tanah, kemampatannya tidak dapat dipastikan oleh lereng tanah itu sendiri dan untuk mendapatkan bidang yang tegak. Pembuatan dinding penahan tanah yang mempinyai tujuan untuk menjaga infrastruktur agar tetap aman terhadap tekanan tanah lateral, guling, geser, dan keruntuhan sepanjang garis kontruksi dalam waktu yang lama (kuat secara struktur merupakan hal yang wajib dilakukan untuk melindungi infrastruktur).

Konstruksi dinding penahan tanah merupakan salah satu struktur yang digunakan untuk mempertahankan lereng tanah agar tidak amblas atau longsor. Dinding penahan tanah dapat dibangun dengan menggunakan berbagai jenis material, seperti beton, kayu, batu alam, atau blok-blok beton yang khusus dirancang untuk dinding penahan tanah.

Berikut ini adalah tahapan umum dalam membangun dinding penahan tanah:

  1. Persiapan lokasi: Bersihkan area konstruksi dan buat dasar yang rata.
  2. Perencanaan: Tentukan desain dinding penahan tanah, termasuk ketebalan dinding, ketinggian, dan kemiringannya.
  3. Pengukuran: Ukur area yang akan dibangun dinding penahan tanah dan buat markah pada lokasi yang tepat.
  4. Pemasangan pondasi: Bangun pondasi untuk menopang dinding penahan tanah.
  5. Pemasangan tiang penyangga: Tiang penyangga harus dipasang pada interval tertentu di dalam pondasi. Ini akan menambah kekuatan struktur.
  6. Pemasangan panel penahan tanah: Pasang panel penahan tanah ke tiang penyangga yang telah dipasang sebelumnya. Panel ini harus pas dengan baik dan diikat dengan kuat ke tiang penyangga.
  7. Pemasangan drainage: Buat sistem drainase untuk mengalirkan air di belakang dinding penahan tanah dan mencegah tekanan hidrostatik.
  8. Pemasangan perlengkapan tambahan: Tambahkan perlengkapan tambahan seperti pagar atau tanaman yang berfungsi sebagai pelindung dinding penahan tanah.

Penting untuk memperhatikan keamanan dalam membangun dinding penahan tanah, terutama jika lokasi konstruksi terletak di daerah yang rawan bencana alam atau tekanan hidrostatik yang kuat. Oleh karena itu, pastikan untuk mengikuti aturan dan pedoman yang telah ditetapkan dan melibatkan profesional yang berpengalaman dalam pembangunan struktur dinding penahan tanah.

Jenis-Jenis Turap

Jenis turap dibedakan berdasarkan bahan yang digunakan, bahan tersebut bermacam-macam, seperti: kayu, beton tulangan, dan baja yang dapat dijelaskan sebagai berikut”(Hardiyatmo, 2015).

1. Turap kayu

Turap kayu digunakan untuk dinding penahan tanah yang tidak begitu tinggi, karena tidak kuat menahan beban-beban lateral yang besar. Turap ini cocok digunakan untuk tanah yang berkerikil, karena turap cenderung pecah bila dipancang. Bila turap kayu digunakan untuk bangunan permanen yang berada diatas muka air, maka perlu digunakan lapisan pelindung agar tidak mudah lapuk. Turap kayu banyak terdapat pada pekerjaan yang sementara, misalnya untuk menahan tebing galian. Bentuk-bentuk susunan turap kayu dapat dilihat pada gambar 1.

turap kayuGambar 1. Turap kayu

2. Turap beton bertulang

Turap beton merupakan balok beton yang dicetak sebelum dipasang dengan bentuk tertentu. Balok-balok turap harus dibuat berkaitan satu sama lain seperti pada Gambar 2. Pada masing-masing balok, kecuali dirancang kuat untuk menahan beban yang bekerja pada turap, juga terhadap beban yang bekerja pada waktu pengangkatannya. Turap beton bertulang adalah sebuah jenis turap beton bertulang yang dirancang khusus untuk menahan tekanan dari tanah yang didukung atau dibatasi oleh dinding penahan (retaining wall). Turap ini biasanya digunakan dalam konstruksi bangunan yang membutuhkan pembuatan ruang bawah tanah atau parkir basement pada area dengan kontur tanah yang tidak rata atau miring.

Turap beton bertulang terdiri dari balok beton bertulang yang ditempatkan secara horisontal dan bertumpu pada dinding penahan. Balok ini biasanya ditempatkan dalam beberapa lapisan dan dilengkapi dengan baja tulangan untuk meningkatkan kekuatan dan stabilitas struktur. Selain itu, turap beton bertulang juga dapat dilengkapi dengan pelat penutup (cap) dan pelat alas (base plate) untuk memperkuat struktur dan mendistribusikan beban secara merata.

Dalam pembangunan turap beton bertulang penahan dinding tanah, perlu dilakukan perencanaan dan perhitungan yang cermat untuk menentukan dimensi, jarak antar balok, dan jenis baja tulangan yang digunakan agar struktur dapat menahan beban dari tanah yang terdorong oleh dinding penahan. Perencanaan harus dilakukan oleh ahli teknik sipil yang berpengalaman dan memenuhi standar dan peraturan yang berlaku di wilayah setempat.

Turap beton bertulangGambar 2. Turap beton bertulang

Konstruksi turap beton (sheet pile beton) yang dipadukan dengan pemasangan angkur dari baja padu/ kawat baja, mempunyai keunggulan antara lain:

  1. Sangat efektif untuk dilaksanakan sebagai penahan tebing di sungai dan daerah pantai dengan daya dukung tanah rendah.
  2. Sebagian besar dasar bahan konstruksi dibuat oleh pabrik sehingga kualitas bahan dapat dipertanggung jawabkan.
  3. Mampu menahan butiran tanah di belakang turap (back fiell)
  4. Nilai estetikanya sangat tinggi sehingga sangat cocok sebagai pengaman tebing sungai, daerah wisata dan perkotaan.
  5. Merupakan konstruksi yang relatif ringan sehingga memudahkan dalam pemancangan maupun pembongkaran.
  6. Pelaksanaan dapat dilakukan tanpa mengeringkan daerah kerja terlebih dahulu
  7. Sangat cocok untuk tanah-tanah lunak, lanau maupun tidak berbatu.

Di samping keunggulan tersebut di atas tipe konstruksi turap beton juga mempunyai kelemahan antara lain:

  1. Biaya bahan fabrikan dan angkutan cukup mahal.
  2. Pada saat pemancangan sangat rentan terhadap benda keras/liat seperti bongkahan beton maupun kayu balak.
  3. Untuk pembebanan lateral yang sangat besar konstruksi ini tidak direkomendasikan (kecuali fabrikan merancang dengan tipe khusus).
  4. Bahan turap beton tidak dapat disambung, panjang yang diproduksi pabrik saat ini sampai dengan panjang 21 m.

3. Turap baja

Turap baja banyak diaplikasikan, baik pada bangunan permanen maupun sementara, turap baja ini lebih menguntungkan dan mudah penanganannya, seperti yang terlihat pada Gambar 3. Keuntungan turap baja antara lain:

  1. Turap baja kuat menahan gaya-gaya benturan pada saat pemancangan
  2. Bahan turap baja relatif tidak berat
  3. Turap baja dapat digunakan berulang-ulang
  4. Turap baja memiliki keawetan yang tinggi
  5. Penyambungan mudah, bila kedalaman turap besar

turap baja

Gambar 3. Turap Baja

Tipe-Tipe Turap

Menurut Hardiyatmo (2015) terdapat 4 tipe dinding turap yaitu:

1. Dinding turap kontilever

Dinding turap kontilever yaitu turap yang dapat menahan beban lateral dengan mengandalkan tahanan tanah di depan dinding. Defleksi lateral terjadi relatif besar pada pemakaian turap kontilever. Karena luas permukaan bahan turap yang diperlukanpeningkatan relatif besar dengan ketinggian tanah yang ditahan (akibat momen lentur yang timbul), turap kontilever hanya dapat digunakan untuk menahan tanah dengan ketinggian/kedalaman sedang.Dinding turap kontilever dapat dilihat seperti pada Gambar 4.

Dinding turap kontileverGambar 4. Dinding turap kontilever

2. Dinding turap diangker

Dinding turap diangker dapat digunakan untuk menahan tebing galian yang dalam, tetapi masih juga dilihat pada kondisi tanah. Dinding turap dapat menahan beban lateral dengan mengandalkan tahanan tanah pada bagian turap yang terpancang kedalam tanah, dibantu oleh terpasangnya angker pada bagian atas. Kedalaman turap menembus tanah tergantung pada besarnya daya tekan tanah. Pada dinding turap yang tinggi, digunakan turap baja yang kuat. Stabilitas dan tegangan-tegangan pada turap yang diangker tergantung pada banyak faktor, misalnya: kekuatan relatif bahan turap, kedalaman penetrasi turap, kemudah-mampatan tanah, kuat geser tanah, kekuatan angker dan lain-lainnya. Untuk tanah ketinggian yang ditahan H>11 m, maka diperlukan turap dengan 2 angker. Dinding turap kontilrver dapat dilihat pada Gambar 5.

Dinding turap diangker

Gambar 4. Dinding turap diangker

3. Dinding turap dengan landasan

Dinding turap dengan landasan (Gambar 2.6) dapat menahan tekanan tanah lateral dengan menggunakan tiang-tiang, dimana diatas tiang-tiang tersebut dibuat landasan agar dapat meletakkan bangunan tertentu. Tiang-tiang pendukung landasan digunakan untuk mengurangi beban lateral pada turap. Pembuatan dinding turap ini bila didekat lokasi dinding turap akan direncanakan pembangunan jalan kereta api, mesin derek, atau bangunan-bangunan berat lainnya.

Dinding turap dengan landasan yang didukung tiang-tiang

Gambar 5. Dinding turap dengan landasan yang didukung tiang-tiang

4. Bendungan elak seluler

Bendungan elak seluler (Gambar 6) merupakan turap yang berbentuk lubang kecil yang diisi menggunakan pasir. Dinding ini menahan tekanan tanah dengan menghandalkan beratnya sendiri.

Dinding turap elak selular

Gambar 6. Dinding turap elak selular