Diperbarui tanggal 21/05/2024

Senam Fantasi untuk Meningkatkan Kecerdasan kinestetik Anak

kategori Pendidikan Anak Usia Dini / tanggal diterbitkan 21 Mei 2024

Pengertian Senam

Menurut Huda et al (2021) Senam adalah salah satu olahraga yang di jadikan salah satu alternatif untuk mengembangakan motorik kasar anak. Terdapat berbagai macam senam yaitu diantaranya senam irama dan senam fantasi. Senam juga adalah suatu latihan tubuh dilakukan yang dipilih dengan sengaja dilakukan secara sistematis dengan tujuan meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan ketrampilan dan menanamkan nilai-nilai mental spiritual.

Selain itu, menurut Adi dalam Fitriani (2021) senam adalah aktifitas fisik yang bisa membantu mengoptimalkan perkembangan anak. Gerakan yang ada pada senam juga harus sesuai dengan usia anak. Selain itu juga dapat mengembangkan perkembangan motorik kasar dan serta kecerdasan kinestetik anak yang sangat penting untuk aktivitas fisik anak dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun menurut Werner dalam Indriani (2022) senam ialah latihan tubuh pada lantai atau pada alat yang dirancang untuk meningkatkan daya tahan tubuh, kekuatan, kelincahan, kelenturan, koordinasi, dan kontrol diri. Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa senam merupakan kegiatan olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan anak.

Ciri-Ciri Senam

Menurut Imam Hidayat dalam Nurwati et al (2017) menyebutkan ciri-ciri senam yaitu sebagi berikut:

  1. Gerakan-gerakannya selain dibuat atau diciptakan dengan sengaja
  2. Gerakan-gerakan yang dilakukan harus selalu berguna untuk mencapai tujuan tertentu (meningkatkan kelentukan, memperbaiki sikap dan gerak atau keindahan tubuh, menambah ketrampilan,meningkatkan keindahan gerak,meingkatkan kesehtan tubuh).
  3. Gerakannya harus selalu tersusun dan sistematis yaitu terdiri dari pemanasan, inti, penenangan.

Selanjutnya, menurut G.Frank dalam Kristiana (2021) merumuskan ciri-ciri senam sebagai berikut:

  1. Dibuat dengan gerakan-gerakan yang dibuat atau diciptakan dengan sengaja
  2. Dibuat dengan gerakan-gerakan yang harus selalu berguna untuk mencapai tujuan tertentu (meningkatkan kelenturan, memperbaiki sikap dan gerak/keindahan tubuh, menambah ketrampilan,meningkatkan ketrampilan, meningkatkan keindahan gerak, meningkatkan gerak tubuh).
  3. Dibuat dengan gerakan yang harus selalu tersusun dan sistematis. Jadi dengan kekuatan tersebut senam adalah latihan tubuhyang dipilih dan diciptakan dengan berencana, disusun secara sistematis dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonis.

Adapun menurut Soekarno dalam Mulyaningsih (2017) ciri-ciri senam sebagai berikut:

  1. Gerakan-gerakannya dibuat atau dicipta dengan sengaja
  2. Gerakan-gerakannya selalu harus berguna untuk mencapai tujuan tertentu (meingkatkan kelentukan, memperbaiki sikap, dan gerak/keindahan tubuh, menambah ketrampilan, meningkatkan keindahan gerak, Meningkatkan kesehatan tubuh).
  3. Gerakannya harus selalu tersusun secara sistematis.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa senam memiliki ciri-ciri yaitu di antaranya gerakan-gerakan yang dibuat harus dibuat atau dicipta dengan sengaja, gerakannya harus selalu berguna mencapai tujuan, gerakannya harus selalu tersusun secara sistematis.

Pengertian Senam Fantasi

Senam fantasi, menurut Utami dalam Mariana (2021) senam fantasi adalah suatu kegiatan berfantasi yang menekankan pada metode yang keratif dan fleksibel yang menempatkan proses gerakan dan ekspresi diri terhadap fantasi lebih penting dari pada pola gerak yang dihasilkan. Menurut Mariana (2021) senam fantasi merupakan senam yang dilakukan anak-anak dengan cara mengerakkan anggota badan menirukan beberapa gerakan-gerakan sesuai dengan khayalannya. Misalnya menirukan gerakan hewan-hewan makan, menirukan gerakan pohon tertiup dan sebagainya.

Menurut Sari dalam Mariana (2021) keunggulan dari senam fantasi yaitu untuk melatih anak mengembangkan imajinasi melalui gerakan yang membebaskan anak untuk bereaksi menirukan gerak gerik tingkah laku manusia, hewan, serta benda-benda yang ada disekitarnya. Kegiatan ini tidak bersifat formal seperti kegiatan pembelajaran dikelas, selain itu aktivitas ini juga dapat dilakukan diluar ruangan, maupun lapangan terbuka dengan menggunakan iringan musik, akan membuat anak lebih bersemangat dan antusias dalam melakukan kegiatan. Kegiatan senam fantasi ini , anak dapat belajar berkonsentrasi mendengarkan iringan musik yang ada dan belajar untuk mengoordinasikan gerakan-gerakan senam yang akan dicontohkan pendidik (Setyawati,W.Y ,2016).

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa senam fantasi merupakan suatu kegiatan untuk mengembangkan imajinasi anak yang diwujudkan dalam bentuk gerakan yang sederhana yang dapat dilakukan diluar ruangan maupun lapangan terbuka dengan mendengarkan iringan musik.

Langkah-langkah Senam Fantasi

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 58 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengembangan Program Pembelajaran di Taman Kanak-kanak dalam panduan SENAM Fantasi, (2019). Berikut langkah-langkah dalam senam fantasi berjudul ‘’Tamasya Ceria’’ yaitu :

Gerakan Pemanasan:

  1. Anak-anak berjalan menuju jalan raya untuk naik kendaraan umum dengan tujuan kebun binatang
  2. Anak membawa bekal makanan dan minuman ,payung, dan tikar.
  3. Anak berjalan melewati pematang sawah yang sempit, mereka harus berjalan hati-hati dan pelan-pelan, berjalan secara seimbang supaya tidak jatuh terjebur di sawah
  4. Mereka juga harus melewati jembatan kecil dari bambu sebelum mencapai jalan raya
  5. Mereka berjalan berpegangan pada tali jembatan .
  6. Mereka berjalan tidak saling mendahului karena jembatan yang kecil dan bergoyang.
  7. Anak berjalan menuju jalan raya.
  8. Guru menghentikan mobil kosong.
  9. Anak naik mobil secara bergiliran.
  10. Mobil berjalan perlahan melalui jalan berliku berbelok ke kanan dan kiri menuju kebun binatang.
  11. Mobil berjalan yang bergelombang , kadang menanjak dan menurun.
  12. Anak turun dari mobil sesampainya di kebun binatang.

Gerakan Inti:

  1. Anak masuk ke kebun binatang sambil membawa karcis
  2. Anak melihat binatang gajah sedang berjalan, makan, minum, dan menyemburkan air dari belalainya.
  3. Anak berjalan lagi melihat kera sedang mengaruk-garuk badannya.
  4. Anak melihat kera sambil mengendong anaknya dibelakang.
  5. Anak melanjutkan perjalanan melihat kuda sedang berlari
  6. Anak melanjutkan perjalanan katak yang sedang melompat-lompat, ada yang jauh dan ada yang pendek lompatannya.
  7. Anak bejalan melihat bebek berenang sambil berkejar-kejaran.
  8. Anak berjalan melihat ular sedang meliuk-liuk kiri dan kanan sambil mendesis-desis

Gerakan Penenangan:

  1. Anak beristirahat melepas lelah.
  2. Anak duduk menjolorkan kaki, menarik dan menghembuskan nafas.
  3. Setelah Pembelajaran Seam fantasi.

Selanjutnya menurut Sujiono dalam Disa Rozanatul Huda (2021) langkah-langkah senam fantasi dapat dilakukan dengan cara:

  1. Anak-anak berdiri membentuk lingkaran atau berjajar disesuaikan dengan kondisi. Tempat senam bisa dilakukan di dalam atau diluar kelas.
  2. Saat lagu senam dinyalakan dari tape recorder, peneliti mencontohkan gerakan yang diinginkan sesuai dengan tema senam fantasi.
  3. Anak-anak menirukan gerakan yang dicontohkan dengan kreatifitas dan kemampuan mereka masing-masing.

Tahapan dari senam fantasi yaitu hampir sama dengan senam pada umumnya yaitu:

  1. Warning Up (Taha Pemanasan)
    Tahapan ini bertujuan untuk fungsi fisik agar siap menerima gerakan. Rangkaian gerak terdiri dari jalan di tempat, langkah kaki, strecthing (pregangan), dan kaleteknik (gerak dinamis).
  2. Conditioning (Latihan inti)
    Tahapan ini terdiri atas gerak kontinyu yang ritmis dengan melibatkan otot-otot besar. Bagian ini melatih daya tahan tubuh, meningkatkan kekuatan otot besar, perkembangan otot, dan memperbaiki komposisi tubuh.
  3. Cooling Down (Pendinginan)
    Tahapan ini bertujuan untuk merileksasikan tubuh sampai jantung kembali normal.

Adapun menurut Utami (2014) langkah-langkah pembelajaran senam fantasi sama dengan langkah-langkah pembelajaran secara umum yaitu:

  1. Tahap warning up (pemanasan)
    Tahap pemanasan bertujuan untuk mengkoordinasikan fungsi fisik agar siap menerima pembebanan pada tahap conditioning, rangkaian gerak terdiri dari jalan ditempat, langkah kaki, stricing (penguluran), kalateknik (gerak dinamis).
  2. Counditioning (Latihan inti)
    Tahap inti terdiri dari gerak kontinyu ritmis dengan melibatkan otot-otot besar. Bagian ini melatih daya tahan paru jantung, memperbaiki komposisi tubuh, meningkatkan kekuatan otot, pengencangan maupun pengembangan otot.
  3. Cooling down (Pendinginan)
    Pendinginan bertujuan untuk mengembalikan fungsi fisik seperti semula sampai jantung kembali normal, rangkaian pendinginan dapat berupa tritching aerobik ringan.
    Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah senam fantasi yaitu terdapat gerakan pemanasan, gerakan inti dan gerakan pendinginan. Adapun penelitian ini akan menggunakan langkah-langkah senam fantasi menurut Sujiono dalam Disa Rozanatul Huda (2021) dikarenakan sesuai dengan indikator kecerdasan kinestetik.

Manfaat Senam Fantasi Untuk Anak Usia Dini

Menurut Utami dalam Mariana (2021) manfaat senam fantasi yaitu:

  1. Kemampuan gerak dasar anak tumbuh dan berkembang optimal.
  2. Memberikan daya tarik anak terhadap pelaksanaan gerakan-gerakan senam fantasi.
  3. Meningkatkan imajinasi anak yang diwujudkan dalam gerakan.
  4. Pembelajaran menyenangkan bagi anak.

Selanjutnya, menurut Daroyah dalam Hastuti (2020) manfaat senam fantasi mampu meningkatkan fungsi motorik pada tubuh manusia. Selain itu senam fantasi memiliki beberapa manfaat antara lain yaitu mengoptimalkan gerak dasar untuk pertumbuhan dan perkembangan. Memberikan daya tarik terhadap pelaksanaan gerakan senam fantasi. Meningkatkan imajinasi anak yang mewujudkan dalam gerakan. Pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Meningkatkan potensi yang ada pada anak.

Adapun menurut Utami dalam Nufus (2019) manfaat senam fantasi yaitu sebagai berikut:

  1. Kemampuan gerak dasar anak tumbuh dan berkembang secara optimal.
  2. Memberikan daya tarik anak terhadap pelaksanan gerakan-gerakan senam fantasi.
  3. Meningkatkan imajinasi anak yang diwujudkan dalam gerakan.
  4. Pembelajaran berlangsung menyenangkan bagi anak.
  5. Meningkatkan potensi yang ada dalam diri anak.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa manfaat senam fantasi yaitu dapat mewujudkan imajinasi anak melalui gerakan, memberikan daya tarik pada anak dalam proses pembelajaran, mengoptimalkan gerak dasar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak serta memberikan kesan menyenangkan bagi anak.

Jenis-jenis Senam Fantasi Untuk Anak Usia Dini

Menurut lutfi nur dalam Fabel et al (2021) tentang jenis-jenis senam fantasi dibagi menjadi 3 macam berdasarkan macamnya, yaitu:

Senam fantasi bentuk menirukan tanpa alat alat, contohnya:

  1. Anak Anak melompat seperti kodok
  2. Anak terbang seperti kupu-kupu
  3. Anak berlari seperti kucing

Senam fantasi bentuk meniru dengan alat,contohnya :

Anak-anak menggunakan berbagai barang atau benda seperti, tali, balok-balok, tongkat-tongkat atau barang lainnya yang tidak berbahaya ketika digunakan oleh anaksaat melakukan gerakan senam fantasi.

  1. Bagaimana cara mencakul tanah
  2. Bagaimana memetik buah

Senam fantasi menurut cerita, contohnya:

Anak melakukan gerakan senam berdasarkan kalimat ’’Sang raja berlari menuju hutan untuk menolong sang putri’’, maka anak akan melakukan gerakan berlari sesuai kalimat dalam teks cerita yang dibacakan tersebut.

Selanjutnya menurut Menurut Utami dalam Mariana (2021) menyebutkan bahwa jenis-jenis senam fantasi yaitu sebagai berikut:

Senam fantasi bentuk meniru tanpa alat contoh:

  1. Anak-anak berlari seperti kuda.
  2. Anak-anak meloncat seperti katak.
  3. Anak-anak terbang seperti burung.
  4. Anak-anak menirukan gerakan pohon tertiup angin.

Senam fantasi bentuk meniru dengan alat, contoh:

  1. Bagaimana mencangkul tanah.
  2. Bagaimana cara menjunjung bakul.
  3. Bagaimana gerakan memotongrumput.
  4. Bagiamanan cara orang memikul dagangan

Adapun jenis-jenis senam fantasi menurut Nufus (2019) yaitu sebagai berikut:

  1. Senam fantasi bentuk meniru tanpa alat
    Contohnya anak-anak berlari menirukan gerakan binatang dan lain-lain.
  2. Senam fantasi bentuk menirukan alat
    Contohnya anak-anak mencoba untuk mengerakkan bagiamana cara mencangkul tanah dan lain-lain.
  3. Senam fantasi bentuk cerita
    Dalam senam fantasi bentuk cerita seolah-olah anak sebagai pelaku dalam sebuah cerita ataupun peristiwa.
    Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa senam fantasi memiliki beberapa jenis yaitu senam fantasi bentuk meniru tanpa alat, contohnya yaitu menirukan gerakan hewan, yang kedua yaitu senam fantasi bentuk menirukan menggunakan alat contohnya yaitu menirukan aktifitas manusia yang sedang mencangkul, dan yang ketiga yaitu senam fantasi bentuk cerita yaitu anak sebagai pelaku dalam cerita.

Daftar Bacaan

  1. Agustinningsih, W. (2019). Pengaruh Gerak Dan Lagu Terhadap Kecerdasan Kinestetik Anak Kelompok B DI TK Tunasmuda Kecamatan Bahar Selatan. Αγαη, 8(5), 55.
  2. Andajani, S. J., & Hastuti, S. V. T. (2020). Penggunaan Model Explicit Instruction Senam Fantasi Terhadap Motorik Kasar Anak Autis. Jurnal Pendidikan Khusus Penggunaan, 1–7.
  3. Anggraini, D. D. (2014). Peningkatan Kecerdasan Kinestetik Melalui Kegiatan Bermain Sirkuit Dengan Bola (Penelitian Tindakan di Kelompok A TK Al Muhajirin Malang Jawa Timur, Tahun 2015). Jurnal Pendidikan Usia Dini, 2(2), 67.
  4. Chanda, R. N. S. F. (2018). Upaya Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Melalui Bermain Melempar Dan Menangkap Bola. 1–133. Disa,
  5. R., Huda, R., Sari, R. S., Ratnasari, F., & Tangerang, S. Y. (2021). Pengaruh Senam Fantasi Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Pada (4-6 Tahun) The Effect of Fantastic Gystern On Ground Motor Development In Children (4-6 Years). Nusantara Hasana Journal, 1(4),
  6. Disa Rozanatul Huda, R., Setia, sari ria, & Febi, R. (2021). Pengaruh Senam Fantasi Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Pada (4- 6 Tahun). Nusantara Hasana Journal, 1(1), 95–101.
  7. Fabel, A. C., Kancil, S., Cerdik, Y., Bahan, S., Senam, A., Sekolah, F., Rezaningrum, D., Apriliya, S., & Nur, L. (2021). Analisis Unsur Gerak Dasar dalam Buku Pustaka Nusantara sebagai Bahan Ajar Senam Fantasi di Sekolah Dasar. Ejournal.Upi.Edu, 8(4), 977–986.
  8. Hajar, W. S., Fajrin, L. P., Setiawan, E., & Setiyatna, H. (2020). Upaya Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Melalui Outbond. Journal of Islamic Early Chilhood Education, 1(1), 94–95.
  9. Indriani, S. (2022). Bermain Gymnastics Terhadap Kecerdasan Kinestetik Anak Di Taman Kanak-Kanak Harniatun Arrazaaq Bandar Lampung.
  10. Iswatiningrum, I., & Sutapa, P. (2022). Pengaruh Senam Si Buyung dan Senam Irama Ceria Terhadap Kemampuan Motorik Kasar. Jurnal Obsesi?: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 3369–3380. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i4.2373
  11. Kadi, Halida, Desni. (2018). Senam Irama Dalam Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Karya Yosef. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 7(6), 1–9.
  12. Kristiana, M. (2021). Implementasi kegiatan senam irama dalam menstimulasi perkembangan motorik kasar anak usia dini di tk muslimat nu 167 abu bakar bancangan sambit ponorogo.
  13. Meitarani, L. (2019). Peningkatan Kecerdasan Kinestetik Melalui Tari Kreatif Untuk Anak Usia 5-6 Tahun Di Taman Kanak-Kanak Assaid Larangan. Instruksional, 1(1), 32. https://doi.org/10.24853/instruksional.1.1.32-42
  14. Mulyaningsih, F. (2017). Analisis senam angguk di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 13(1), 12–18. https://doi.org/10.21831/jpji.v13i1.21023
  15. Nufus, Z. (2019). Meningkatkan keterampilan Motorik Kasar Anak Melalui Senam Fantasi Anak Usia 5-6 Tahun.
  16. Nurwati, Rahminawati, N., & Imten, D. N. (2017). Pelaksanaan Kegiatan Senam Fantasi Binatang Berdasarkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Kelompok A di Paud Galenia Kota Bandung. Prosiding Pendidikan Guru PAUD, 1(1), 68–73.
  17. Oktavia, C., Sit, M., & Basri, M. (2022). Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Melalui Tarian Tradisional Di Ra Firdaus Griya Prima. AlHikmah?: Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education, 6(1), 18–26. https://doi.org/10.35896/ijecie.v6i1.316
    Rosmayanti Eulis dan Santana Fifiet Dwi Tresna. (2021). Pembelajaran Senam Fantasi untuk Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Ceria (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif), Vol.4(No.3), 243.
  18. Syahputri, A. M. (2020). Pengembangan Permainan Berbasis PresepsiI Kinestetik Untuk Meningkatkan Persepsikinestetik, Kecerdasan Bermain, Kerjasama Anak Sekolah Dasar. Kaos GL Dergisi, 8(75), 147–154.
  19. Utami, N. (2014). Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Berbasis Soft Kill Melalui Pembelajaran Senam Fantasi Pada Siswa Kelompok A RA Muslimat NU Sukosari Bandongan Magelang. 139.
  20. Yenti, Y., & Maswal, A. (2021). Pentingnya Peran Pendidik dalam Menstimulasi Perkembangan Karakter Anak di PAUD. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5, 2045–2051.
  21. Yuningsih, R. (2015). Peningkatan Kecerdasan Kinestetik Melalui Pembelajaran Gerak Dasar Tari Minang. Universitas Negeri Jakarta Jl. Rawamangun Muka, Jakarta Timur, 9.