Diperbarui tanggal 18/05/2024

Model Pembelajaran Hands On Actifity

kategori Model-model Pembelajaran / tanggal diterbitkan 18 Mei 2024 / dikunjungi: 117 kali

Hakikat Model Pembelajaran HOA

Hands On Activity merupakan suatu model pembelajaran yang dirancang untuk melibatkan peserta didik dalam menggali informasi dengan bertanya, beraktivitas dan menemukan, mengumpulkan data dan menganalisis serta membuat kesimpulan.. Model pembelajaran Hands On Activity yaitu model pembelajaran dimana siswa tidak hanya melihat dan mendengarkan guru menjelaskan, tetapi dalam pembelajaran ini siswa mengamati objek yang dipelajari. Model pembelajaran ini dapat membuat siswa mempunyai
pengalaman lansung, sehingga dapat mengatasi masalah belajar siswa seperti sulit mengingat materi pelajaran.

Menurut Maya Risnawati, Setyadi ( 2020 ) Strategi dalam pembelajaran Hands on Activity memiliki kelebihan sebagai berikut :

  1. Dapat meningkatkan motivasi untuk belajar.
  2. Dapat kesenangan ketika proses pembelajaran.
  3. Dapat meningkatkan keterampilan dalam komunikasi.
  4. Dapat meningkatkan cara berfikir dan mengambil keputusan berdasarkan penemuan secara langsung yang dilakukan mandiri.
  5. Dapat meningkatkan kreativitas dan daya tangkap / perseps

Jadi, berdasarkan penjelasan di atas model HOA merupakan model pembelajaran yang melatih siswa untuk aktif dalam pembalajaran melalui kegiatan pengamatan sampai dengan menyimpulkan materi pembelajaran, kemudian dari kelebihan Model HOA membahas tentang pemahaman yang HOA merupakan bagian dari pendekatan kontekstual dalam pembelajaran atau lebih dikenal dengan Contextual Teaching and Learning (CTL) (Hariri, 2015).

Pembelajaran kontekstual merupakan suatu konsep belajar yang membantu guru untuk mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapanya dalam kehidupan mereka sebagai anggota warga Negara, dan tenaga kerja (Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif, 2009, p. 109)

Hands On Activity Menurut Beberapa Ahli

Menurut Aini (2014:99-105) menjelaskan bahwa HOA dalam pembelajaran sains didefinisikan sebagai setiap kegiatan laboratorium sains yang memungkinkan siswa untuk menangani atau melakukan, manipulasi dan mengamati suatu proses ilmiah. Kegiatan fisik dalam laboratorium tersebut dapat berupa melakukan percobaan. Selama melakukan percobaan, siswa tidak hanya melakukan aktivitas fisik (Hands on Activity) saja, tetapi siswa juga melakukan aktivitas psikis (Mind On Activity). HOA merupakan bagian dari pendekatan kontekstual dalam pembelajaran atau lebih dikenal dengan Contextual Teaching and Learning (CTL) (Hariri, 2015). Pembelajaran kontekstual merupakan suatu konsep belajar yang membantu guru untuk mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapanya dalam kehidupan mereka sebagai anggota warga Negara, dan tenaga kerja (Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif, 2009, p. 109)

HOA merupakan suatu model pembelajaran yang dirancang untuk melibatkan peserta didik dalam menggali informasi dengan bertanya, beraktivitas dan menemukan, mengumpulkan data dan menganalisis serta membuat kesimpulan. Minds On Activity menurut Samanta (2010) adalah aktifitas yang terfokus pada inti dari konsep yang memperkenalkan siswa untuk membangun proses berpikir dan mendorong mereka untuk bertanya dan mencari jawaban yang dapat meningkatkan pengetahuannya dan dengan demikian siswa mendapatkan pemahamannya. Hands on Activity menurut Kartono (2011:21-32) adalah suatu kegiatan yang dirancang untuk melibatkan siswa dalam menggali informasi dan bertanya, beraktivitas dan menemukan, mengumpulkan data dan menganalisis, serta membuat kesimpulan sendiri.

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Hands On Activity

Adapun langkah-langkah Model pembelajaran Hands On Activity menurut Ahmad (2015:45) adalah sebagai berikut:

  1. Pertanyaan apersepsi (Questioning and Constructivism) yaitu pembelajaran diawali dengan memberikan pertanyaan untuk menggali pengetahuan awal siswa yang mampu meningkatkan aktivitas bertanya dan menjawab pada siswa.
  2. Pembentukan kelompok belajar (Learning Community) untuk mengatasi membaca pemahaman literal dan inferensial. .
  3. Memberikan Contoh tentang cara-cara melakukan percobaan (Modeling and Inquiry) yaitu pembelajaran dilakukan dengan memberi Contoh tentang caracara melakukan percobaan dan dilanjutkan melakukan kegiatan percobaan (Inquiry) mengamati permasalahan secara nyata yang ada di lingkungan sekitar sekolah sehingga aktivitas melakukan percobaan, membuat tabel dan menuliskan data percobaan serta menjawab pertanyaan dalam LKS meningkat.
  4. Penilaian kinerja siswa (Authentic Assessment) dilakukan selama pembelajaran berlangsung oleh guru untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam memperhatikan informasi, sajian presentasi dan kerjasama.
  5. Kesimpulan yaitu pembelajaran diakhiri dengan mengajak siswa secara mandiri dalam memberikan kesimpulan atas pembelajaran yang telah dilakukan yang dikaitkan dengan pengetahuan awal yang dimiliki (Constructivism). Serta guru memberikan refleksi untuk meluruskan konsep materi sebenarnya.

Kelebihan dan Kelemahan Model Hands on Activity

Berikut ini paparan mengenai kelebihan dan kelemahan model pembelajaran Hands on Activity (Kartono, 2011:3)

Kelebihan Model Pembelajaran Hands on Activity

  1. Dapat mendorong rasa ingin tahu siswa secara lebih mendalam sehingga cenderung untuk membangkitkan siswa mengadakan penelitian untuk mendapatkan pengamatan dan pengalaman dalam proses ilmiah.
  2. Dapat menguatkan ingatan, mengatasi masalah kesulitan belajar, menghindari salah paham, mendapatkan umpan balik dari siswa, menghubungkan yang konkrit dan yang abstrak, menciptakan suatu kerja sama yang baik pada setiap kelompok, dan melatih daya saing antar kelompok untuk menyelesaikan persoalan yang diberikan oleh guru.
  3. Menginformasikan kepada siswa mengenai kesalahan-kesalahan yang dialami beserta pemecahannya. Hal ini menyebabkan siswa dapat melaksanakan proses pemecahan masalah selanjutnya dengan lebih baik.

Kelemahan Model Pemblajaran Hands on Activity

  1. Sulit untuk menciptakan suatu kerja sama yang baik antar siswa dalam suatu kelompok karena tiap anggota kelompok memiliki karakter yang berbeda-beda.
  2. Sulit untuk mengelola semua kelompok untuk menyelesaikan permasalahan dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Untuk mengatasi kelemahan dari model Hands on Activity tersebut, hal-hal yang perlu dilakukan oleh guru diantaranya:

  1. Membuat persiapan sebaik mungkin, sehingga masalah yang dibuat guru dapat bermakna dan dapat dengan mudah dipahami siswa
  2. Membuat persiapan yang sebaik mungkin, sehingga masalah yang dibuat guru dapat bermakna dan dapat dengan mudah dipahami siswa.
  3. Perkiraan waktu yang cukup, sehingga guru dapat memberikan keterangan yang baik kepada siswa

Referensi

  1. Amaliah Riska. (2020). Pengaruh Model Hands On Activity Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Lejang Kabupaten Pangkep. Skripsi tidak diterbitkan. Makasar.
  2. Arista, Hermina. 2012. Peningkatan Aktivitas dan Ketuntasan Hasil Belajar Fisika Menggunakan Model Pembelajaran Hands On Activity Dengan Portofolio Assessment Pada Siswa.Skripsi tidak diterbitkan. Jawa Timur: Unoversitas Jember
  3. Djamaludin, a., & Wardana.(2019). Belajar dan pembelajaran. Penerbit CV Kaaffah Learning Center
  4. Djamarah, Bahri Syaiful. 2010. Guru & Anak Didik dalam Interaksi Edukatif Suatu Pendekatan Teoritis Psikologis. Jakarta: Rineka Cipta.
  5. Hayati.(2017). Belajar dan Pembelajaran berbasis Kooperatif Learning. Magelang: Graha Akademia
  6. Herprawtiwi.(2016). Teori Belajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Media Akademi
  7. Risnawati dkk.(2020). Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Melalui Model HOA ( Hands on Activity ) Pada Siswa Kelas 4 SD Negeri Cibabat Mandiri 5. Jurnal Ikip Siliwangi.
  8. Samanta. 2010. Hands On Is Minds On, (Online), Jurnal Pendidikan Fisika. Vol. 3 No. 2, (http:/www.scholastic.com/browse/article.jsp?id=3751901, diakses 25 oktober 2012).
  9. Shoimin Aris. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Rembang: Ar-ruzz Media.
  10. Trianto, 2017. Model-model pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara