Diperbarui tanggal 29/01/2022

Fungsi Media Pembelajaran

author/editor: Edi Elisa / kategori Media Pembelajaran / tanggal diterbitkan 15 Juli 2016 / dikunjungi: 62.85rb kali

Fungsi Media Pembelajaran

Pada dasarnya fungsi utama dari media pembelajaran adalah sebagai sumber belajar. Sedangkan fungsi-fungsi yang lain merupakan hasil pertimbangan dari kajian ciri-ciri umum yang dimilikinya (Munadi, 2012:36). Analisis fungsi media secara umum dapat dikelompokan menjadi dua hal, yaitu analisis fungsi yang didasarkan pada media dimana terdapat tiga fungsi yaitu:

  1. media pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar,
  2. fungsi semantik, dan
  3. fungsi manipulatif.

Analisis yang kedua didasarkan pada penggunaanya yang terdiri dari dua fungsi yaitu:

  1. fungsi psikologis dan
  2. fungsi sosio-kultural.

Fungsi Media Pembelajaran Menurut Para Ahli

Asyhar (2012:29), menyatakan bahwa dalam pembelajaran, media memiliki beberapa fungsi, yakni :

  1. Media sebagai sumber belajar
    Sumber belajar bisa diperoleh dari mana saja, salah satunya melalui media pembelajaran. Media pembelajaran bisa memberikan informasi tentang materi yang dipelajari siswa. Media pembelajaran juga bisa memberikan informasi yang menarik yang bisa menambah pengetahuan siswa diluar materi yang dipelajari.
  2. Fungsi semantik
    Semantik berkaitan dengan “maksud” atau “makna” dari suatu simbol, tanda, istilah atau kata. Dalam proses pembelajaran terkadang siswa menemukan simbol atau istilah yang tidak lazim mereka temukan. Media pembelajaran mampu menjelaskan simbol dan istilah tersebut dengan baik bahkan dengan cara yang menarik, misalnya seperti penggunaan karikatur atau ilustrasi. Bahkan untuk multimedia bisa menjelaskannya melalui video atau gambar bergerak sehingga siswa benar-benar paham maksudnya.
  3. Fungsi manipulatif
    Materi yang dipelajari oleh siswa terkadang tidak bisa begitu saja dipraktekkan atau dipresentasikan. Hal ini karena keterbatasan sumber daya serta waktu, terlebih lagi hal tersebut tidak mungkin ditemukan disekitar lingkungan siswa atau sekolah. Media pembelajaran mampu memberikan fungsi manipulatif, yaitu bisa memanipulasi keadaan sesuai apa yang diharapkan pada tujuan pembelajaran. Misalnya saat ingin melihat proses metamorfosis kupu-kupu yang tidak bisa disaksikan secara langsung, siswa bisa melihat bagan tentang proses metamorfosis atau guru menampilkan animasi tentang metamorfosis kupu-kupu.
  4. Fungsi fiksatif
    Fungsi fiksatif adalah fungsi yang berkenaan dengan kemampuan suatu media untuk menangkap, menyimpan atau menampilkan kembali suatu objek atau kejadian yang sudah lama terjadi. Artinya kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan merekam (record) media pada suatu peristiwa atau objek dan menyimpannya dalam waktu yang tak terbatas sehingga sewaktu-waktu bisa diperlihatkan kembali. Misalnya adalah peristiwa proklamasi kemerdekaan yang bisa dilihat dengan media film atau gambar.
  5. Fungsi distributif
    Fungsi ini berkaitan dengan jangkauan yang bisa didapat melalui media pembelajaran. Misalnya dengan media proyektor pembelajaran bisa dilakukan secara lebih luas karena bisa mencakup ruangan yang besar, atau pembelajaran dengan menggunakan video conference, bisa membuat siswa belajar dari mana saja.
  6. Fungsi psikologis
    Fungsi psikologis terkait dengan atensi, afektif, kognitif, imajinatif dan fungsi motivasi. Fungsi atensi yaitu kemampuan media pembelajaran dalam mengambil perhatian siswa. Fungsi afektif yaitu kemampuan media pembelajaran untuk menggugah perasaan, emosi dan tingkat penerimaan atau penolakan siswa terhadap sesuatu sehingga menimbulkan sikap dan minat siswa terhadap materi pembelajaran. Fungsi kognitif media pembelajaran yaitu kemampuan media memberikan pengetahuan dan pemahaman baru kepada siswa. Fungsi psikomotorik berhubungan dengan kemampuan media pembelajaran untuk dapat meningkatkan keterampilan fisik siswa, sedangkan fungsi motivasi adalah kemampuan media pembelajaran dalam membangkitkan belajar siswa.
  7. Fungsi sosio-kultural
    Siswa memiliki latar belakang lingkungan serta kebudayaan yang berbeda-beda. Makna dari suatu simbol atau istilah mungkin akan berbeda di tiap kebudayaan/lingkungan tempat siswa tinggal. Media memiliki fungsi sosio-kultural, yaitu kemampuan untuk mengatasi hambatan penyampaian pesan dikarenakan perbedaan kultur setiap siswa. Peran media mampu menyamakan persepsi dari setiap siswa yang berbeda pemahaman. Misalnya dibeberapa daerah, siswa menganggap kalau cacar hanya bisa mengenai seseorang sekali seumur hidup dan mungkin di daerah lain siswa menganggap cacar adalah penyakit yang pasti diderita setiap orang minimal sekali seumur hidup. Dengan adanya media pembelajaran, siswa menjadi mengerti tentang seluk beluk cacar dan bagaimana cacar bisa mengenai manusia.

Arsyad (2016) mengungkapkan beberapa pendapat mengenai fungsi dan manfaat media pembelajaran, antara lain:

  1. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan nilai belajar.
  2. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
  3. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu.
  4. Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa dilingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungan, misalnya melalui karyawisata, kunjungan ke museum, atau kebun binatang.

Sudjana & Rivai dalam Arsyad (2016) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa sebagai berikut :

  1. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat membutuhkan motivasi belajar.
  2. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
  3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengajar untuk setiap jam mata pelajaran. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemontrasikan, dan lain-lain.

Menurut Sadiman., dkk (2012:17), secara umum media pembelajaran mempunyai kegunaan-kegunaan yaitu :

  1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).
  2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.
  3. Penggunaan media secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik.

Selain itu, kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton dalam Riyana (2009:14) yaitu:

  1. Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
  2. Pembelajaran dapat lebih menarik
  3. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar
  4. Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
  5. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
  6. Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan
  7. Sikap positif siswa terhadap mater pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan
  8. Peran guru berubahan kearah yang positif

Fungsi media pembelajaran menurut Rusman (2012:162), yaitu:

  1. Sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran.
  2. Sebagai komponen dari sub sistem pembelajaran.
  3. Sebagai pengarah dalam pembelajaran
  4. Sebagai pembangkit motivasi siswa.
  5. Meningkatkan hasil pembelajaran.
  6. Mengatasi keterbatasan ruang.

Fungsi dari media pembelajaran menurut Hamalik (2003:48), yaitu:

  1. Untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang efektif.
  2. Untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  3. Untuk mempercepat proses belajar siswa dan membantu siswa dalam memahami materi belajar.
  4. Untuk mempertinggi kualitas mutu pendidikan.

Selain fungsi-fungsi sebagai mana telah diuraikan di atas, media pembelajaran ini juga memiliki nilai – nilai praktis berupa kemampuan untuk:

  1. Membuat konsep yang abstrak menjadi konkret,
  2. Membawa objek yang berbahaya atau sulit didapat kedalam ruang belajar,
  3. Menampilkan objek yang terlalu besar atau terlalu kecil sehingga tidak bisa diamati dengan mata telanjang,
  4. Menampilkan gerakan yang terlalu cepat menjadi lambat,atau sebaliknya
  5. Memungkinkan terjadinya keseragaman pengamatan,
  6. Menyajikan informasi yang konsisten yang dapat diulang dan disimpan,
  7. Mengatasi keterbatasan waktu dan ruang,
  8. Memberikan kesempatan pengguna mengontrol arah maupun kecepatan belajar (Warsita, 2008.124).

Secara umum media mempunyai fungsi:

  1. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbal.
  2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
  3. Menimbulkan gairah belajar, interaks lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.
  4. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditor & kinestetiknya.
  5. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama.

Secara terperinci peran dan fungsi media pembelajaran yang dahulu disebut juga dengan media instruksional edukatif adalah sebagai berikut:

  1. Peranan Media Instruksional Edukatif
    1. Mengatasi perbedaan pengalaman pribadi perserta didik
      Misalnya: peserta didik yang bertempat tinggal di daerah pegunungan yang belum pernah melihat lautan dapat digunakan media film, video kaset.
    2. Mengatasi batas-batas ruang kelas
      Misalnya: benda-benda yang akan diajarkan sulit dibawa ke dalam kelas, dapat diajarkan melalui film strip, film slide, dan sebagainya.
    3. Mengatasi kesulitan apabila suatu benda secara langsung tidak dapat diamati karena terlalu kecil. Misalnya: Sel, bakteri, atom dapat digunakan
      media gambar, slide, film dan sebagainya.
    4. Mengatasi gerak benda secara cepat atau terlalu lambat, sedangkan proses gerakan itu menjadi pusat perhatian peserta didik
    5. Mengatasi hal-hal yang teralu kompleks dapat dipisahkan bagian demi bagian untuk diamati secara terpisah.
    6. Mengatsi suara yang terlalu halus untuk didengar secara langsung melalui telinga. Misalnya: alat bantu sistem pngeras suara
    7. Mengatasi peristiwa-peristiwa alam. Misalnya: terjadinya letusan gunung berapi, pertumbuhan tumbuhan atau pembiakan binatang, dapat digunakan media gambar, film dan sebagainya.
    8. Memungkinkan terjadinya kontak langsung dengan masyarakat atau dengan keadan alam sekitar. Misalnya: kunjungan ke museum, kebun binatang dan sebagainya.
    9. Memberikan kesamaan/ kesatuan dalam pengamatan terhadap sesuatu pada awal pengamatan peserta didik berbeda-beda.
    10. Membangkitkan minat belajar yang baru dan membangkitkan motivasi kegiatan belajar peserta didik
  2. Fungsi Media Instruksional Edukatif
    1. Menurut Derek Rowntree, media pendidikan (media instruksional edukatif) berfungsi:
      • Membangkitkan motivasi belajar
      • Mengulang apa yang telah dipelajari
      • Menyediakan stimulus belajar
      • Mengaktifkan respon peserta didik
      • Memberikan balikan dengan segera
      • Menggalakkan latihan yang serasi
    2. Menurut McKnown ada 4 fungsi, yaitu:
      • Mengubah titik berat pendidikan formal, yaitu dari pendidikan yang menekankan pada instruksional akademis menjadi pendiidkan yang mementingkan kebutuhan kehidupan peserta didik.
      • Membangkitkan motivasi belajar pada peserta didik karena:
        • Media instruksional edukatif pada umumnya meruakan sesuatu yang baru bagi peserta didik, sehingga menarik perhatian peserta didik.
        • Penggunaan media instruksional edukatif memberikan kebebasan kepada peserta didik lebih besar dibandingkan dengan cara belajar tradisional
        • Media instruksional edukatif lebih konkret dan mudah dipahami
        • Memungkinkan peserta didik untuk berbuat sesuatu Mendorong peserta didik untuk ingin tahu lebih banyak.
    3. Memberikasn kejelasan (clarification)
    4. Memberikan rangsangan (stimulation)

Media sebagai sumber belajar didasarkan pada kemampuanya untuk merekam, menyimpan, melestarikan, merekonstruksi, dan mentransportasikan suatu peristiwa atau objek. Media pembelajaran adalah bahasanya guru sehingga untuk beberapa hal media pembelajaran dapat menggantikan fungsi guru terutama sebagai sumber belajar. Media sebagai fungsi semantik didasarkan pada kemampuannya dalam menambah perbendaharaan kata (simbol verbal) yang makna atau maksudnya dapat dengan mudah dipahami oleh peserta didik (tidak verbalistik). Sedangkan sebagai fungsi manipulatif media memiliki kemampuan dalam mengatasi batasan-batasan ruang dan waktu seperti: kemampuan dalam menghadirkan objek atau peristiwa yang sulit dihadirkan dalam bentuk aslinya, kemampuan dalam menjadikan objek atau peristiwa yang menyita waktu panjang menjadi singkat, dan kemampuan media dalam menghadirkan kembali objek atau peristiwa yang telah terjadi.

Sebagai fungsi psikologis media memiliki kemampuan dalam meningkatkan perhatian (attention) peserta didik terhadap materi ajar, selain itu media juga mampu untuk menggugah perasan, emosi dan tingkat penerimaan atau penolakkan terhadap sesuatu. Dengan media yang tepat dapat menumbuhkan imajinasi peserta didik serta dapat memotivasi peserta didik terhadap materi ajar. Fungsi media sebagai sosio-kultural yakni mengatasi hambatan sosio-kultural antar peserta didik dimana setiap peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda-beda apalagi jika dihubungkan dengan adat, keyakinan, lingkungan dan pengalaman.

Dengan demikian media memiliki fungsi yang penting dalam pembelajaran terutama dalam proses penyampaian informasi kepada peserta didik. Dengan adanya media, peserta didik akan lebih termotivasi untuk belajar serta akan lebih mudah dalam memahami materi ajar dikarenakan media dapat mengkongkritkan hal-hal yang bersifat abstrak.