Diperbarui tanggal 9/Okt/2022

Ferritin

kategori Kesehatan & Kedokteran / tanggal diterbitkan 9 Oktober 2022 / dikunjungi: 0.93rb kali

Pengertian Ferritin

Ferritin adalah protein penyimpanan zat besi utama yang ditemukan pada jaringan tubuh manusia. Ferritin terdiri dari 24 subunit dengan 2 tipe ferritin serum menyatakan cadangan protein penyimpanan zat besi dalam tubuh dan juga merupakan protein fase akut yang nilainya akan meningkat pada keadaan inflamasi akut atau kronis. Peningkatan kadar ferritin menjadi penanda penyakit karsinoma metastatik, leukimia, limfoma, penyakit hati (sirosis hepatis, kanker hati), zat besi berlebih (hemokromatosis), hemosiderosis, anemia (hemolitik, pernisiosa, thalassemia), infeksi, inflamasi kronis dan akut (penyakit ginjal, neuroblastoma), dan kerusakanjaringan.

Kadar serum ferritin yang tinggi yang ditemukan bersamaan dengan saturasi transferrin yang tinggi, menandakan seorang individu mengalami kelebihan besi. Pada penderita thalassemia beta mayor, besi hasil dari pemecahan/penghancuran eritrosit disimpan dalam sel-sel RE yang makin lama semakin banyak sehingga kesanggupan sel-sel RE untuk menyimpan besi berkurang dan besi dilepaskan ke dalam plasma yang kemudian diangkut oleh transferrin keseluruh tubuh. Akibatnya kadar besi serum iron meningkat dan saturasi transferrin juga meningkat. Kandungan besi tubuh normal 3-5 g/kgBB, pada anak thalassemia sekitar 0,75 g/kgBB. Normalnya setiap orang menyerap 1 mg besi perhari dari pencernaan, pada anak thalassemia sekitar 10 mg/hari. Setiap 1 unit darah segar atau sebanyak 450 ml, mengandung 200-250 mg besi. Setiap cm kubik packed cell mengandung 1-1,6 mg besi, dengan rata-rata transfusi pertahun dibutuhkan 180 cc/kg/packed cell, tubuh mengakumulasi 200 mg/kgbb besi setiap tahun. Kadar feritin serum pada penderita thalassemia beta mayor meningkat dan ini mencerminkan jumlah kadar cadangan besi pada penderita tersebut.

Penentuan konsentrasi feritin serum atau plasma merupakan cara tersering digunakan, karena noninvasif, walaupun kurang sensitif dan spesifik, kurang berhubungan dengan konsentrasi besi hati. Interpretasi kadar feritin dapat dipengaruhi berbagai kondisi yang menyebabkan perubahan konsentrasi beban besi tubuh, termasuk defisiensi asam askorbat, panas, infeksi akut, inflamasi kronis, kerusakan hati baik akut maupun kronis, hemolisis dan eritropoiesis yang tidak efektif, semuanya terjadi pada pasien thalassemia beta mayor. Kadar serum ferritin 2500 ng/mL dapat digunakan sebagai nilai ambang batas untuk mengidentifikasi pasien yang termasuk ke dalam risiko tinggi terjadinya penyakit jantung dan kematian dini.

Hubungan Serum Ferittin dengan Tingkat Kecerdasan

Penderita thalassemia mengalami anemia, dimana anemia ini menahun yang menyebabkan eritropoesis yang tidak efektif proses hemoelisis dan reduksi sintesa hemoglobin. Kekurangan asupan zat besi dapat mengakibatkan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah, sehingga oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh dan otak menjadi berkurang yang akan berakibat timbulnya perubahan metabolisme di dalam otak. Perubahan metabolisme dalam otak dapat mempengaruhi perubahan jumlah dan fungsi sel di dalam otak, sehingga otak akan mengalami perubahan fungsi normal. Berubahnya fungsi normal otak akan berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan anak karena mengalami kesulitan berkonsentrasi. Dampak negatif lain yang ditimbulkan adalah daya tahan tubuh berkurang sehingga menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit, serta kemampuan kinerja intelektual juga menurun. Dengan penambahan zat besi pada serum ferritin pada pasien thalassemia ini untuk melihat adanya hubungan bermakna dengan tingkat kecerdasan.