Diperbarui tanggal 2/03/2023

Ailurofobia

kategori Bimbingan dan Konseling / tanggal diterbitkan 2 Maret 2023 / dikunjungi: 507 kali

Pengertian Ailurofobia

Fobia merupakan bentuk yang spesifik dari takut yang muncul di situasi tertentu tidak bisa dijelaskan secara rasional. Nevid (2005:35) mengemukakan bahwa fobia adalah rasa takut yang menetap terhadap objek atau situasi dan rasa takut ini tidak sebanding dengan ancamannya. Selaras dengan hal tersebut Davison (2006:41) menjelaskan bahwa fobia yaitu perasaan takut dan menghindar terhadap objek atau situasi yang realita atau kenyataannya tidak berbahaya. Berdasarkan uraian di atas, disimpulkan bahwa fobia adalah rasa takut yang kuat dan tetap terhadap objek, situasi atau kejadian yang muncul pada situasi tertentu, tidak dapat dijelaskan secara rasional, sulit untuk dikontrol dan biasanya situasi yang ditakutkan tersebut selalu dihindari.

London dalam Ellias (2009:78) menjabarkan bahwa ailurofobia adalah salah satu jenis dari fobia spesifik, yaitu bentuk dari ketakutan yang terus-menerus dan tidak rasional terhadap kucing. Hal ini selaras dengan penelitian Idris (2017:4) yang mengungkapkan bahwa ailurofobia bukan tidak suka kucing, itu adalah perasaan takut yang intens saat melihat binatang itu bahkan jika itu hanya di televisi.

Ailurofobia adalah ketakutan atau fobia terhadap kucing. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani "ailuros" yang berarti kucing, dan "phobos" yang berarti takut atau ketakutan. Orang yang mengalami ailurofobia mungkin merasa sangat takut dan cemas ketika berada di dekat kucing atau bahkan melihat gambar kucing. Fobia ini bisa mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang jika ia harus berurusan dengan kucing, seperti jika ia tinggal di lingkungan di mana banyak kucing berkeliaran. Ailurofobia dapat diatasi dengan terapi perilaku kognitif atau terapi perilaku yang terarah pada membangun kepercayaan diri dan mengurangi ketakutan secara bertahap.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa ailurofobia adalah perasaan takut yang berlebihan dengan kucing sebagai objeknya yang membuat penderitanya dapat bereaksi tidak sewajarnya.

Ciri-ciri Ailurofobia

Seperti semua ketakutan dan fobia, ailurofobia adalah mekanisme perlindungan yang diciptakan oleh pikiran bawah sadar. Cukup sering, individu fobia menurut Shri dalam Andini (2016:55) bahkan tidak tahu apa yang mereka takuti tentang kucing, atau di mana ketakutan mereka mungkin berasal.

Selaras dengan itu Andini (2016:57) juga mengemukakan pendapat Segliman bahwa gejala yang terdapat pada penderita fobia hewan adalah sebagai berikut:

  1. Takut yang menetap dan berlebihan terhadap situasi khusus
  2. Timbul kecemasan dan panik yang besar bila dihadapkan pada situasi tersebut
  3. Mengakui bahwa ketakutan tersebut berlebihan dan tidak masuk akal
  4. Menghindari situasi penyebab fobia

Dan ciri-ciri yang tampak pada penderita ailurofobia menurut Anies (2021:43) yaitu:

  1. Ketakutan ketika melihat kucing
  2. Berusaha menghindar ketika bertemu kucing
  3. Tidak suka membicarakan tentang kucing
  4. Tiba-tiba meloncat atau berteriak ketika menyadari ada kucing di sekitarnya
  5. Lari atau bertingkah mempertahankan diri seolah akan diserang oleh kucing
  6. Terlihat waspada ketika berada di tempat yang kemungkinan ada kucing, misalnya pasar, kantin, atau tempat umum lainnya

Ailurofobia adalah rasa takut yang berlebihan atau fobia terhadap kucing. Berikut beberapa ciri-ciri ailurofobia:

  1. Takut dan cemas berlebihan ketika berada di dekat kucing, bahkan ketika kucing tersebut tidak berbuat apa-apa.
  2. Menghindari tempat-tempat atau situasi yang berpotensi bertemu dengan kucing.
  3. Mengalami gejala fisik seperti keringat dingin, jantung berdebar, napas pendek, gemetar, dan rasa mual ketika bertemu dengan kucing.
  4. Merasa sangat tidak nyaman atau panik ketika kucing mendekati atau memandang langsung ke arahnya.
  5. Sulit untuk berinteraksi dengan orang yang memiliki kucing atau bahkan melihat gambar kucing.
  6. Tidak dapat mengendalikan ketakutan dan kecemasannya ketika dihadapkan dengan kucing.
  7. Mengalami gangguan dalam kehidupan sehari-hari karena takut terhadap kucing.

Penyebab Ailurofobia

Menurut Durand dkk ada beberapa penyebab munculnya spesifik fobia yaitu:

  1. Peristiwa traumatis, kebanyakan orang yang mengalami spesifik fobia disebabkan oleh kejadian yang kurang mengenakkan di masa lalunya sehingga ada perasaan takut setiap kali akan mengalami situasi yang serupa.
  2. Transmisi informasi, seseorang dapat mengalami spesifik fobia karena sering mengingat sesuatu yang berbahaya
  3. Sosial dan Kultural, faktor ini sangat kuat dapat mempengaruhi seseorang mengalami spesifik fobia, berada di lingkungan yang tidak menyukai hal tertentu akan membuat seseorang yang awalnya biasa saja juga menjadi tidak suka.

Hal ini juga diperkuat oleh pendapat Anies (2021:45) yang mengungkapkan bahwa penyebab ailurofobia muncul akibat pengalaman masa kecil yang pernah dialami dan pengalaman ini terpatri dalam pikirannya hingga dewasa. Misalnya ketika kecil ia pernah digigit atau dicakar oleh kucing, sehingga ia ketakutan dan berkembang menjadi fobia. Penyebab ailurofobia atau takut berlebihan terhadap kucing tidak diketahui dengan pasti. Namun, beberapa faktor yang mungkin berkontribusi dalam munculnya fobia ini adalah:

  1. Trauma masa lalu: Seseorang mungkin pernah mengalami pengalaman buruk atau traumatik dengan kucing di masa lalu, seperti digigit atau dicakar oleh kucing, dan akhirnya mengembangkan rasa takut yang berlebihan terhadap kucing.
  2. Pengaruh lingkungan: Lingkungan di sekitar seseorang mungkin juga memainkan peran penting dalam munculnya ailurofobia. Contohnya, jika seseorang tumbuh di lingkungan di mana kucing tidak dianggap sebagai hewan peliharaan yang umum, atau sering mendengar cerita tentang kucing yang berbahaya, maka hal tersebut dapat memengaruhi perkembangan fobia terhadap kucing.
  3. Faktor genetik: Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa fobia dapat diwarisi dari orang tua atau keluarga.
  4. Gangguan kecemasan: Seseorang yang memiliki gangguan kecemasan atau gangguan kejiwaan lainnya mungkin lebih rentan terhadap ailurofobia.
  5. Kontrol yang tidak efektif terhadap rasa takut: Seseorang yang tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan rasa takutnya atau mengatasi rasa takutnya mungkin lebih rentan terhadap ailurofobia.